The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bab 40 berboncengan sepeda



Saat ini gadis yang kerap kali mendapatkan julukan si jutek itu kini sedang menunggu kedatangan seseorang diparkiran.


Yap sekarang sudah waktunya pulang dan dia sudah menunggu lima menit dari tadi tapi Arsean tak kunjung menampakkan wajah imut nya.


" hah kemana sih dia ini kan sudah jam pulang... " gadis itu menggerutu sesekali memainkan lonceng sepedanya.


" BHWAAA.... "


" AAARRHHH... YA AMPUN ABIAN KAU MENGAGETKAN KUU... " gadis itu kesal dan reflek memukul kepala Abian dengan lembut.


" ahahahaha maaf lagian kenapa sih daritadi ku perhatikan kau ini celingak celinguk... Nyari siapa sih Oh pasti nungguin aku yaaaaa.... " Abian berkata sambil menggoda.


" ah kepedean aku lagi nungguin Arsean, mau pulang sama siapa dia kalo bukan sama aku.... Udah untung sekolah sepi jadi kami bisa pulang bareng tapi dari tadi dia gak nongol nongol juga.. Eh ngomong ngomong kamu darimana.. " setelah mengoceh berakhir dengan Anggiva bertanya.


" dari toilet... Oh tadi kamu bilang nungguin Arsean..?? " Gadis itu mengangguk mendengar pertanyaan dari Abian.


" ck... Percuma kamu nungguin dia sampe malam pun tu anak gak bakal nongol.. " lanjut Abian.


" lah kenapa.. " tanya Anggiva.


" tadi aku liat dia udah pulang duluan dibonceng Reval sama motornya.. " jelas Abian seketika membuat Anggiva merasa ingin marah.


" Lhoh kenapa kok bisa kapan... " Anggiva merasa kesal.


" tadiii.. waktu aku mau menuju toilet.. "


" kok aku gak ngeliat mereka.. "


" emangnya parkiran motor dan sepeda ditempat yang sama..?? lagian mereka pulang lewat jalan belakang.. "


" ah sialan kalau tau udah daritadi aku langsung pulang kurang ajar banget ya dia udah berani pergi tanpa ninggalin kabar awas aja tu dirumahh.. " Jelas terpancar raut kekesalan diwajah gadis itu.


" kok semarah itu... Lagian apa masalahnya kalau dia pulang bareng temannya dia kan juga berhak menentukan hidupnya sendiri..... Iyakan...?? "


DEG....!!!


" Ya tapi kan bisa ngomong dulu ke aku jangan bikin aku sampe nungguin gak jelas disinii... "


Oke oke fine bagaimana pun juga wanita itu tidak bisa dilawan. Dan jika bisa pun maka wanita akan melawan lagi. Maka sebaiknya mengalah saja daripada tiada habisnya.


" yaudah kalo gitu biar aku yang pulang sama kamuu.. " ucap Abian dengan segera mengambil alih sepeda yang awalnya berada ditangan Anggiva.


" loh loh terus motor kamu gimana.. "


" gampang, nanti aku bisa balik lagi kesini pakai taksi buat ngambil motor.. " ucap Abian dengan santainya bahkan telah menaiki sepeda itu.


" gila ya emang... "


" sssstt udah sini naikk... " Abian menepuk tempat duduk yang berada di belakang nya.


Ya mau bagaimana lagi Anggiva pun menaiki sepeda nya lalu Abian mengayuh dengan perasaan berbunga bunga, bukan hanya Abian tapi Anggiva juga sama senang nya bisa berduaan seperti ini.


Antara masih bingung dengan perasaan sendiri, Arsean atau Abian yang jelas mereka berdua itu setara tidak bisa dipilih salah satu.


" udah lama gak naik sepeda.. " ujar Abian pada dirinya sendiri.


" sekarang mah udah jarang orang yang make sepeda, kamu juga.. " balas Anggiva.


" padahal waktu SD aku sampe nangis guling guling ditanah lho minta dibeliin sepeda. "


" jaman sudah berubah.. "


" biarlah jaman yang berubah kamunya jangan nanti aku gak kuatt.. " goda Abian membuat Anggiva tersenyum malu dibelakang nya.


" ihh apaan siihh.. " Anggiva salting sampai reflek mencubit lembut pinggang Abian dan karena ulahnya itu sepeda yang dikayuh Abian sedikit oleng tapi untungnya tidak jatuh.


" eehh eeehh... " Dengan sigap Abian mampu mengimbangi.


" eh hati hatiii.. "


" kamu sih salting nya sampe nyubit aku.. "


" hehehe engga kok. " gadis itu menampilkan cengiran khas nya.


Setelah nya suasana kembali sunyi, keduanya terdiam memilih untuk menikmati terpaan angin yang menimpa wajahnya.


" nanti tamat SMA kamu mau kemana.. " Abian mulai membuka pembicaraan lagi.


" eeumm.. kuliah mungkin.. " jawab Anggiva.


" setelah kuliah..?? "


" setelah cita cita mu tercapai..?? "


" menikmati cita cita itu.. "


" ck... "


" lhoh kenapa kok berdecak, emang ada yang salah.. " tanya gadis itu polos.


" kamu jawab nya polos banget, gaada niatan untuk menjawab ke hal yang lebih jauh lagi gituu.. "


" maksudnya.. "


" itu lhoo.. Maksud ku intinya setelah cita cita mu itu tercapai hal apa yang akan kamu lakukan.. "


" ya itu tadi aku udah jawab menikmati cita cita itu.. "


" hah ya ampun sayang kamu itu, maksud ku kamu bakal nikah gak.. "


Ups jadi saltingkan..!! lagian siapa suruh manggil sayang gak tau apa itu adalah panggilan harapan sejuta ummat.


" yaaa.. kalo itu sih kalo udah waktunya kenapa tidak dan pastinya harus ada lelaki yang ngelamar aku kan...?? "


" hmm.. lelaki seperti apa memangnya yang kamu inginkan.. "


" semua jawaban nya sama jika mendapatkan pertanyaan yang seperti itu.. Intinya jika dia benar benar mencintai ku jangan lah sungkan sungkan untuk segera menjadikan ku istrinya... "


Abian tersenyum mendengar tutur kata Anggiva, dirinya tersipu malu saat membayangkan masa depan dirinya dengan gadis ini.


" kalo kamu cita cita nya apa.. " sekarang giliran Anggiva yang akan mewawancarai.


" menikahi wanita yang kucintai.. "


" eumm yaaa... semua orang juga menginginkan hal yang seperti itu, hidup bahagia bersama orang yang kita cintai.. "


" hah hidup itu tak selalu indah.. "


" syukuri saja pasti semua akan menjadi indah.. "


Lagi lagi Abian tersenyum dibuatnya, gadis ini memang benar benar menjadi idaman dirinya.


Tak terasa jalan yang ditempuh dengan bahagia akhirnya sampai.


Abian berhenti didepan rumah Anggiva dan gadis itupun turun.


" Terima kasih.. "


" sama sama.. " jawab Abian menampilkan senyumnya.


" bawa pulang saja sepedanya.. " ucap Anggiva.


" gak papa inikan sepeda kamu terus besok kamu mau berangkat pake apa, kalo seandainya aku yang jemput sih boleh banget jika sepeda ini aku bawa pulang sekarang. " ujar Abian.


" hmmm... dan aku gak mau bikin kamu repot, lagian aku bisa minta dianterin sama Abang aku udah bawa pulang aja.. "


" gakpapa, nanti aku bisa pesan taksi online, aku juga harus ngambil motor aku dulu disekolah.. "


" upss... Oiya aku lupa, salah kamu sendiri sih maksa banget sekarang harus capek kan bolak balik.. "


" engga kok.. Dan ini.. " Abian turun dari sepeda itu dan menyerahkan pada Anggiva.


" kalo gitu aku pulang dulu yaa.. " lanjut Abian.


" gak mau mampir dulu gitu sekalian minum.... "


" gak usah.. " tolak Abian dengan halus.


Sebenarnya tawaran Anggiva itu sangat ingin diterima, namun mengingat keberadaan Arsean didalam membuat dirinya menolak tawaran tersebut.


" kalo gitu aku pergi ya daaa sampai besok." Abian menyempatkan melambaikan tangan sebelum akhirnya benar benar menghilang darisana.


Sepeninggalnya Abian, Anggiva kembali senyum senyum sendiri saat mengingat momen tadi.


Aaaarrrgghhh....!!


Oke baiklah ia harus masuk sekarang dan jangan lupa dirinya masih kesal pada Arsean.


Tunggu saja ini tidak bisa dibiarkan, meskipun suasana hatinya sedang berbunga. Jika menyangkut Arsean, hal ini tidak bisa ditunda.