
" hmm.. jadi apa.. " Anggiva mulai mengintrogasi Pemuda itu diruang tamunya.
Sedangkan yang diintrogasi malah sibuk memainkan vas bunga yang terletak dimeja itu.
" sialan... sebenarnya makhluk apa sih dia.. bisa ngomong atau engga sih.. " gumam Anggiva.
Braakkk..
" ayo katakan sesuatu... " Anggiva menggebrak meja dan mendekatkan wajahnya didepan Pemuda itu.
Pemuda itu terkejut dan menatap wajah cantik itu dengan bingung.
Cupp....
Anggiva membelalakkan matanya ketika pemuda itu mendaratkan ciuman dibibirnya dengan polos lalu malah tersenyum.
" AAAAAA.... APA YANG KAU LAKUKAN... DASAR PRIA MESUUUUUMM.... " teriaknya dengan cepat bangkit berdiri.
Pelaku malah memasang wajah bengong nya kembali yang memang tidak mengerti apa apa.
" heung... "
" aaarrrhhhhh... bisa ngomong selain heung gak siiiiihhhh... " Anggiva mulai Frustasi walau sempat senang mendapat ciuman dari cowok ganteng.. heh GILA.
" percuma.. lebih baik aku menyiapkan sarapan.. " Anggiva lalu menuju dapur namun Pemuda itu malah mengikutinya.
Anggiva menghentikan langkah nya membalikkan badan menatap Pemuda itu.
" kenapa kamu malah mengikuti ku.. aku mau menyiapkan sarapan.. "
Kruuukkk..
Pemuda itu memegang perutnya yang barusan berbunyi.
" haiiis.. bilang saja lapar.. ya sudah kau tunggu dimeja makan sembari aku Menyiapkan nya... " Anggiva lanjut berjalan diikuti pemuda itu.
" aneh seperti nya ia mengerti perkataan ku namun tidak bisa berbicara.. atau dia bisu.. ah tidak mungkin.. " gumam Anggiva.
Didapur Pemuda itu duduk dikursi meja makan sambil tersenyum riang menunggu makanan sedangkan Anggiva sibuk mengoles selai diroti untuk diberikan pada pemuda itu.
" nah... " Gadis itu memberikan rotinya yang langsung dicomot pemuda itu dengan mulut nya membuat Anggiva terkejut.
" lapar sekali yaaaa... " ucap Anggiva menatap gemas pemuda dengan pipi mengembung terisi makanan.
Uhuk uhukk....
" eh ini air nya.. " Anggiva memberikan air pada Pemuda itu yang barusan terbatuk.
Si pemuda itu meminum air dengan lahap lalu lanjut memakan roti lain yang belum diolesi selai.
" hei.. kenapa menggemaskan seperti itu.. jadi gak tega ngusirnya.. " kata Anggiva terus memandang pria itu.
Anggiva pun ikut sarapan bersama pemuda asing itu.
" oh ya.. kamu kan belum punya baju.. gimana setelah ini kita ke mall untuk belanja pakaian kamu.. "
" heung... "
" aiisss... jawabnya 'iya' jangan heung mulu.. atuh.. "
" iyaaa.. " kata pemuda itu sambil tersenyum.
Setelah sarapan seperti yang dikatakan tadi mereka pun bersiap siap pergi ke mall.
Meskipun Pemuda itu harus pergi dengan pakaian sederhana seperti itu tapi apa boleh buat.
Sampailah mereka dipusat perbelanjaan, pemuda itu menatap sekitar dengan mulut menganga takjub akan keindahan dan pendengarannya yang berbeda dengan orang normal menjadikan ia menangkap semua pembicaraan orang bahkan mampu menghafalnya.
Ingatkan asal usul pemuda itu darimana dan pastinya ia berbeda dengan manusia normal dan mungkin punya kemampuan diluar batas manusia.
" ayo kita masuk.. "
" iyaaa... " jawab pemuda itu.
" heu eumm.. pintarrr... " Anggiva tersenyum.
Mereka telah berada didalam mall dan menuju ketempat pakaian.
Karena menikmati melihat sekitar Pemuda itu hampir tertinggal oleh Anggiva, untung saja gadis itu sadar dan menghampiri Pemuda itu untuk menggandeng tangannya.
Sampailah mereka ditempat baju, langsung saja Anggiva memilih baju yang cocok untuk Pemuda itu. Sebenarnya pakai apapun tetap cocok untuk seorang Pemuda tampan seperti dia namun Anggiva tetap memilih baju yang terlihat keren.
Setelah dipilih pilih akhirnya ketemu juga yang kelihatan pas dimata Anggiva.
" nah coba yang ini.. " Anggiva mengambil kemeja hitam dan celana jeans hitam juga karena dirinya pun pencinta warna hitam.
" waaaahhh cocok sekali.. kelihatan kerennn... ini coba pakailah didalam sana." ucap Anggiva menyerahkan pakaian itu pada si pemuda.
" masih ingatkan cara pakai nya.. baju dipakai diatas dan celana dibawah.. " Pemuda itu mengangguk.
" ya sudah sana cepat pakai.. "
Anggiva lalu menunggu dan berharap kali ini pemuda itu bisa memakai dengan benar.
Beberapa menit kemudian pemuda itu keluar dari tempat mengetes baju dan berjalan kearah Anggiva.
Gadis itu membuka mulut dengan lebar karena tercengang memandang pemuda yang didepannya itu.
Sangatlah tampan dan cocok sekali dipakai untuk nya.
Apalagi saat pemuda itu menyunggingkan senyum manisnya pada Anggiva.
" ehemmm.. cocok sekali untukmu... kalau begitu aku akan membeli beberapa lagi.. ayoo.. " ajaknya.
Walau belum tau darimana asal usul pemuda ini tapi Anggiva merasa sangat bahagia saat membelikan barang untuknya.
Apalagi melihat wajah menggemaskan itu terasa tidak tega untuk memarahinya.
Acara berbelanja pun selesai, Gadis itu tidak takut akan uang yang dikeluarkan karena ia bekerja dan lagi abangnya selalu mengirimkan uang bulanan.
" hahh.. bajunya bagus bagus yaa.. " kata Anggiva.
Tidak ada jawaban dan saat melirik kesamping Pemuda itu telah lari kearah tempat penjualan mainan, jadilah Anggiva harus menyusul.
Disana Si pemuda tengah asyik melihat mainan yang beragam dan sesekali tertawa saat melihat bebek bergoyang yang menghasilkan irama.
" hei apa yang kamu lakukan disini.. " Tegur Anggiva setelah mendekati pemuda itu.
" heung... " Pemuda itu menarik narik tangan Anggiva dan menunjuk kearah mainan bebek itu.
" hei kamu bukan anak kecill kamu itu sudah dewasa... yaa meskipun aku ragu mengatakan itu.. "
Bibir pemuda itu mengerut kebawah dan matanya berkaca kaca.
" aaaiiissssss... seperti bocah saja.. yasudah ambill.. tapi satu aja yaa.. " pemuda itu berloncat girang dan langsung mengambil mainan itu.
Setelah nya mereka pergi namun sebelum itu sempat membeli es krim terlebih dahulu.
Mereka telah keluar dari mall dan hendak pulang tapi lagi lagi Pemuda itu berlari lagi yang sekarang mengarah ketempat penjual balon.
Dengan sabar Anggiva mengikutinya dan kali ini pasti minta dibelikan lagi.
Dan ya satu lagi balon itu dibeli dan Pemuda itu memegang nya dengan suka.
Perhatian Pemuda tertarik saat melihat benda melayang yang diikat dengan benang itu.
" tidak seberapa sih duitnya tapi barangnya itu lho.. serasa ngurus balita.. " eluh Anggiva.
Dan lagi lagi pemuda itu melihat hal menarik dan minta dibelikan namun kali ini Anggiva tidak menuruti karena Pemuda itu meminta yang tidak masuk akal. Masak minta dibelikan badut.
Akhirnya mereka pun pulang setelah berkeliling mall dengan melelahkan.
Anggiva langsung merebahkan dirinya disofa sedangkan Pemuda itu asyik memainkan mainan yang dibeli tadi.
" ganteng sih tapi oon.. " kata Anggiva dan tersenyum melihat kekonyolan Pemuda itu yang berjoget sebab irama dari bebek bergoyang itu.
" hah.. ohya siang nanti kan aku harus kerja.. lalu bagaimana dengan Pemuda ini.. apakah bisa aku tinggalkan sendiri disini... atau apa aku usir aja yaa.. "
" ah tidak mana mungkin aku bisa mengusir makhluk setampan ini.. kasihan juga.. seperti nya ia memang tidak punya tempat tinggal... hah... pusiiingggg... "