
Adam dan Santy kemudian keluar dari rumah. Adam berjalan ke arah motor dan melihat Santy membuang sisa makanan di tempat sampah. "Kita akan pergi kemana kak." tanya Santy naik ke atas motor. "Kota Gresik. Tapi sebelum itu aku ingin melihat para tentara, polisi dan ragu pembunuh zombie melawan zombie yang menyerang kota ini." Balas Adam kemudian menghidupkan mesin. "Broom." Adam menarik gas dan pergi.
Saat ini di suatu tempat berkumpul beberapa pria. "Komandan jumlah zombie yang menyerang kota kali ini terlalu banyak. Sepertinya kota Surabaya tidak bisa dipertahankan." Kata seorang pria. "Kalau begitu berikan pengumuman bahwa kota ini tidak bisa dipertahankan dan suruh semua warga yang berada di kota ini. Segara pergi meninggalkan kota ini." kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik. "Siap Komandan." Balas pria.
Saat ini Adam yang sedang menyetir sepeda motor mendengar sebuah alarm dan speaker yang tersebar di mana-mana. "Toottt." "Tooottt." "Zombie telah menyerang kota ini. Semua pengungsi di harapkan segera meninggalkan kota ini secepatnya dan pergi ke arah Kota Gresik. Saya ulangi zombie telah menyerang kota ini. Semua pengungsi di harapkan segera meninggalkan kota ini dan pergi ke arah Kota Gresik."
"Sepertinya kota ini tidak bisa dipertahankan." Kata Adam melihat semua orang panic dan masuk ke dalam mobil mereka. "Kak, apa kamu serius untuk melihat para tentara, polisi dan regu pembunuh zombie melawan zombie." tanya Santy. "Aku serius, aku ingin menyaksikan seperti apa kejadian saat zombie-zombie itu memasuki kota ini." Adam menyeringai.
20 Menit kemudian beberapa pria sedang berada di depan sebuah mobil. "Komandan. Sepertinya kita kehabisan amunisi." Kata pria memegang walkie talkie. "Katakan pada mereka untuk mundur. Kita akan melepaskan kota ini." balas pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik. "Baik komandan." Balas pria kemudian mulai memberi perintah untuk mundur.
Saat ini Adam sedang berada di tepi jalan bersama Santy. "Kak, apa kota ini bisa di pertahankan." Tanya Santy sekali lagi melihat puluhan ribu tentara, polisi dan regu pembunuh zombie menembaki zombie yang mendekat ke arah kota.
"Pemerintah sudah mengumumkan warga sipil untuk pindah dari kota ini. Jadi sangat kecil kemungkinan untuk mempertahankan kota ini." balas Adam. "Semuanya mundur secara teratur dan naik ke dalam truck secara bergantian. Kita akan mundur dan melepas kota ini. Bertahan hidup adalah hal terpenting." Adam mendengar suara speaker yang tersebar di mana-mana.
"Sepertinya kota ini tidak bisa di pertahankan." Kata Adam. "Kalau begitu ayo kita pergi kak." kata Santy dengan panik. "Baiklah ayo pergi." Adam menghidupkan motor dan pergi. tidak lama setelah pergi Adam melihat mobil-mobil yang berhenti di tengah jalan. "Sial, mengapa bisa macet." Adam mengutuk. "Tittt." "Tiittt." "Cepat maju atau aku akan melempar mobilmu." Adam mendengar suara teriakan.
"Ayo kita jalan." Kata Adam turun dari motor. "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian mulai berjalan dan melewati beberapa mobil. Tidak Lama kemudian Adam melihat sumber kemacetan adalah mobil yang mogok. "Hei, bisakah kamu memindahkan mobilmu di tepi jalan." Kata Adam melihat pria yang sedang membetulkan.
Pria melihat Adam dan berteriak. "Diamlah, atau aku akan menghajarmu." Adam dan Santy terkejut saat mendengar balasan pria. Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membuka fitur kamera dan mengarahkan ke pria yang sedang memperbaiki mobil.
Nama : Samsudin
Usia : 30 tahun
Kekuatan : 55
Agility : 6
Vitalitas : 6
Stamina : 40/50
Reflek : 5
Info : Manusia Evolusi Tipe Kekuatan.
Adam mengambil pistol dari sakunya kemudian mengarahkan ke kepala pria bernama. "Ahhh." Semua orang yang berada di tempat berteriak melihat Adam mengeluarkn pistol dan mengarahkan ke kepala pria.
"Meski kamu manusia evolusi. Kamu akan mati jika tertembak di kepala." Pria mengangkat tangan dan berkata. "Baik aku akan memindahkan mobilku." "Bagus." Adam memasukan pistol ke sakunya.
Saat memasukan pistol di sakunya. Adam melihat pria memukulnya. "Wuushh." Adam menghindar ke samping kemudian menendang burung pria. "Ahhhh." Pria berteriak kesakitan dan memegangi burungnya.
"Meski kamu manusia evolusi. Kamu bukanlah lawanku." Kata Adam mengarahkan pistol ke kepala pria. "Cepat pindahkan mobilmu. Apa kamu tidak melihat kemacetan yang kamu buat." Teriak Adam. "Baik aku akan memindahkan mobilku." Pria memegangi burungnya kemudian mendorong mobilnya ke tepi jalan.
"Terimakasih." Adam melihat seorang pria paruh baya yang menyetir mobil berterimakasih padanya. Adam kemudian melihat semua mobil melewatinya. "Broomm." "Kak, bukankah itu motormu." Santy menunjuk seorang pria yang mengendarai motor Adam.
"Biarkan saja. Ayo pergi." kata Adam melihat Santy. "Baik kak." Santy kemudian mengikuti Adam. Ketika melihat sekelilingnya cukup sepi Adam melihat smartphone kemudian membeli sebuah motor seharga 100 coin. Smartphone bersinar kemudian sebuah motor muncul di depan Adam. "Ayo pergi." kata Adam menaiki motor. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian menaiki motor.
Saat di dalam mobil seorang pria paruh baya mendengar suara dari walkie talkie. "Beberapa zombie sudah berhasil masuk ke dalam kota." "Sepertinya kota ini akan seperti kota-kota lainnya." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik.
5 Menit kemudian Adam yang sedang mengendarai motor melihat zombie berkulit putih dan zombie kecepatan tipe 2 yang berada di atas sebuah gedung. "Dia seperti zombie berkulit putih yang pernah aku lawan." Gumam Adam. Adam kemudian melihat zombie berkulit putih menyeringai dan mengerakan jempol ke bawah.
Adam tiba-tiba menghentikan motor dan tertawa. "Hahaha, baru kali ini aku di provokasi oleh seorang zombie." "Kak, kedua zombie itu yang membunuh kedua orang tua Santy." badan Santy gemetar dan menunjuk ke arah zombie.
Adam melihat ke arah Santy menunjuk dan melihat 2 zombie wanita berkulit putih yang berada di atas gedung bersama zombie berkulit putih yang memprovokasinya. "Kedua zombie wanita itu memiliki wajah seperti seseorang yang aku kenal." Gumam Adam. Adam tiba-tiba terdiam kemudian berteriak. "Jangan bilang kedua zombie wanita itu adalah Bunga dan Intan."
"Grrr." Adam melihat beberapa zombie tipe kecepatan muncul dari balik gedung. "Pegangan." Kata Adam kemudian menarik gas. "Broomm." "Woaarr." Beberapa zombie tipe kecepatan mengejar Adam. "Kak, zombie-zombie bewarna biru itu mengejar kita." teriak Santy. "Aku tahu." Kata Adam menarik gas.
Melihat Adam pergi zombie berkulit putih memberi isyarat kepada kedua zombie wania berkulit putih. Melihat 2 zombie wanita mengangguk zombie berkulit putih menaiki zombie biru tipe kecepatan 2. "Grrr." Zombie biru tipe kecepatan 2 kemudian melompat dari gedung. Kedua zombie wanita berkulit putih menaiki zombie tipe kecepatan dan mengikuti zombie berkulit putih.
Beberapa menit kemudian Adam telah berhasil lolos dari kejaran zombie tipe kecepatan. "Kak, apa kamu menganal 2 zombie wanita berkulit putih itu." Tanya Santy. "Aku mengenalnya, mereka berdua adalah teman-temanku yang terbunuh. Aku tidak menyangka mereka berdua akan berubah menjadi zombie." balas Adam. Santy terkejut dengan balasan Adam. Santy tidak menyangka kedua zombie wanita yang membunuh orang tuanya adalah teman-teman Adam.
"Mereka berdua sudah menjadi zombie. Jadi saat ini mereka bukan temanku. Jika aku bertemu mereka lagi. Aku akan membunuh mereka." kata Adam dengan serius. "Baik kak, aku percaya apa yang kamu katakan." Santy mengangguk.
"Baiklah, pertama-tama ayo kita tinggalkan kota ini dan pergi menuju Kota Gresik." "Baik kak." Santy mengangguk. "Broom." Adam kemudian menarik gas dan motor melesat dengan cepat.
Volume II End
Novel akan berlanjut ketika novel yang copas di takedown