
50 Menit kemudian Adam berada di perbatasan Surabaya, Sidoarjo. "Kamu ingin pergi kemana." Tanya seorang tentara. "Aku ingin pergi ke kota Sidoarjo mencari barangku yang ketinggalan." Balas Adam. Tentara melihat sebuah foto yang menunjukan wajah Adam. Kemudian melihat wajah Adam. "Pergilah, tapi kamu harus hati-hati terhadap zombie." kata Tentara. "Aku tahu." Balas Adam kemudian menarik gas dan pergi.
Tidak lama setelah pergi meninggalkan kota Surabaya, Adam melepaskan topeng kulit yang dia pakai. "Aku tidak percaya mereka bahkan memiliki foto wajahku. Beruntung aku mempunyai smartphone special yang membuatku bisa membeli apa saja." Adam tersenyum melihat smartphone yang muncul di tangan kirinya.
"Karena aku sudah menjadi buronan pemerintah. Maka tujuanku saat ini membunuh zombie dan mendapatkan exp. Aku ingin tahu apa yang akan muncul jika smartphone di upragade ke versi 3.0" Adam tersenyum.
Sementara itu di tempat lain beberapa pria sedang berkumpul. "Kita berhasil membunuh ratusan ribu zombie. Namun berita buruknya sekarang kita mempunyai sedikit amunisi. Jika ratusan ribu zombie menyerang kembali dalam waktu dekat. Kita tidak akan berhasil mempertahankan kota ini." kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik.
"Apa ada pabrik yang masih berfungsi." Tanya Erik. "Untuk saat ini tidak ada komandan." Balas seorang pria. "Jika begitu, bagi beberapa bataylon untuk pergi ke kota-kota dan mencari amunisi." Kata Erik. "Siap komandan." Balas pria.
Saat ini Adam sedang berjalan dan melihat beberapa zombie berlari ke arahnya. "Cari mati." kata Adam kemudian menembak zombie. "Duar." "Duar." Setelah membunuh beberapa zombie Adam kemudian duduk di tanah. "Berkat memiliki 28 poin vitalitas kakiku hanya sedikit sakit jika di buat berjalan." Adam melihat kedua kakinya yang di perban.
Adam berdiri kemudian berjalan ke arah motornya. Saat hendak menarik gas. Adam melihat seseorang yang berlari dengan cepat ke arahnya. Saat semakin dekat Adam melihat seseorang yang berlari ke arahnya adalah Ratih. "Adam, mengapa kamu disini." tanya Ratih. Adam sudah tahu bahwa Ratih sering meninggalkan kota Surabaya. "Aku bosan berada di Surabaya." Balas Adam. "Bagaimana dengan kedua orang tuamu." Tanya Ratih. "Mereka juga pergi dari Surabaya." Balas Adam.
"Mengapa kamu tidak pergi bersama kedua orang tuamu." Ratih heran. "Lebih baik jika mereka pergi sendiri. Akan bahaya jika mereka pergi bersamaku." Balas Adam. Ratih melihat Adam dan berkata. "Kamu sungguh tidak beruntung. Dimana manusia lain berevolusi kamu tetap menjadi manusia biasa."
Mendengar kata Ratih Adam menjadi kesal. "Apa kamu berevolusi fase ke 2." Tanya Adam. "Benar, aku berevolusi fase ke 2 dan memiliki kekuatan ketahanan tubuh." Ratih tersenyum. "Kamu sungguh beruntung." Kata Adam menarik gas dan pergi. Melihat Adam yang pergi Ratih berkata. "Jika zombie evolusi mengincar manusia biasa. Kamu sudah pasti mati sejak lama Adam." Ratih menghela nafas kemudian melesat pergi.
10 Menit kemudian Adam yang sedang mengendarai motor tiba-tiba berhenti saat melihat zombie berkulit coklat sebesar 2 meter yang berdiri di tengah jalan. "Jangan bilang zombie berkulit coklat itu. Zombie tipe daya tahan." Kata Adam mengambil pistol dari sakunya kemudian menembaki zombie. "Duar." "Duar." "Ting." "Ting." Adam melihat peluru pistol tidak berhasil menembus kulitnya.
"Daya tahannya melebihi zombie kekuatan tipe 2." Adam terkejut. "Woaarr." Adam melihat Zombie tipe daya tahan berlari ke arahnya. Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya kemudian membuka aplikasi shop dan membeli bazoka seharga 20 coin.
Smartphone bersinar kemudian bazoka muncul di depan Adam. "Aku ingin lihat, apakah kamu masih bisa hidup setelah terkena bazoka." Kata Adam membidik zombie kemudian menarik platuk. "Busshh." Roket melesat ke arah zombie dan meledak. "Booom!!." "Wusshh." Adam berjalan mundur saat terkena hembusan angin.
Saat asap ledakan menghilang, Adam melihat zombie berkulit coklat tergeletak di tanah dengan badan hangus. Adam membuka smartphone dan melihat pesan. "Kill zombie tipe daya tahan Exp +25 coin +250." "Tidak buruk." Kata Adam melihat exp dan coin yang dia dapatkan dari membunuh zombie tipe daya tahan.
"Grrr." Adam mendengar suara dan melihat beberapa zombie biasa berjalan ke arahnya. "Cari mati." kata Adam kemudian mulai menembaki zombie biasa. "Duar." "Duar." Tidak lama kemudian Adam berhasil membunuh semua zombie. "Jika ingin mengalahkanku, setidaknya kalian harus berjumlah ribuan." Adam menyeringai.
Sementara itu Ratih telah tiba di perbatasan kota Surabaya. Saat diperiksa Ratih melihat foto wajah Adam. "Permisi, mengapa anda mempunyai foto pria itu." Tanya Ratih. "Oh, dia saat ini dicari oleh pemerintah." Balas tentara. "Dia di cari dengan alasan apa." Ratih terkejut. "Dia membunuh beberapa tentara." Balas tentara. Ratih terkejut mendengar kata tentara.
"Apa kamu mengenal pria itu." Kata Tentara melihat Ratih yang terkejut. "Aku mengenalnya, dia dulu adalah tentanggaku. Tapi setelah zombie muncul aku tidak pernah bertemu dengannya." balas Ratih. "Oh, jika kamu bertemu dengannya. Kamu harus berhati-hati meskipun kamu manusia evolusi. Karena pria itu dapat mengeluarkan senjata dari udara kosong." Balas tentara. "Apa." Ratih terkejut mendengar kata tentara.
"Baiklah, kamu bisa pergi." Kata Tentara melihat Ratih. Ratih berjalan pergi dan bergumam. "Saat berada di uks dia tiba-tiba memiliki katana dan setiap bertemu dengannya, dia memiliki pistol. Ternyata selama ini Adam memiliki kelebihan." Ratih terkejut.
3 Jam telah berlalu saat ini Adam yang sedang mengendarai motor melihat beberapa zombie yang sedang berdiri di depan sebuah rumah. "Jika zombie berkumpul di sebuah rumah, biasanya di dalam rumah itu ada seseorang." Gumam Adam. "Apa aku perlu menyelamatkan orang itu." Adam berpikir.
Melihat tidak ada jawaban Adam kemudian menendang pintu. "Bruakk." Pintu terbuka. "Jika aku tidak memiliki 15 poin kekuatan. Aku tidak akan mudah membuka pintu yang terkunci." Adam kemudian masuk ke dalam rumah.
Adam membuka lemari es dan melihat makanan yang kosong. Adam berjalan ke arah dapur dan melihat piring yang tertata rapi. Adam berjalan ke sebuah ruangan dan melihat pintunya terkunci. "Bruakk." Adam menendang pintu.
Adam mendengar suara nafas orang dan tersenyum. "Sepertinya dia takut padaku." Gumam Adam kemudian melihat ke bawah tempat tidur. "Ahhh, jangan bunuh aku." Adam melihat seorang gadis yang kurus.
"Aku tidak akan membunuhmu." Adam tersenyum. "Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membuka aplikasi shop. Adam kemudian membeli 1 bungkus coklat dan 1 botol air mineral seharga 10 coin. Smartphone bersinar kemudian sebungkus coklat dan sebotol air mineral muncul di depan Adam.
"Makanlah, aku tahu kamu lapar." Kata Adam menunjukan coklat dan air mineral. "Aku tidak lapar." Balas gadis kurus. Namun beberapa detik kemudian perut gadis berbunyi. "Kruukk." Adam tersenyum kemudian menaruh coklat dan air mineral di lantai. "Makanlah, aku tidak meracuni coklat dan air itu." Kata Adam berjalan keluar dari ruangan. Melihat Adam keluar, gadis kurus mengambil coklat dan air mineral.
Adam duduk di kursi dan melihat status miliknya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 6 Next level (400/600) Exp
Kekuatan : 15
Agility : 15
Vitalitas : 28
Stamina : 6/15
Reflek : 15
Poin : 0
"Kurang 200 exp lagi aku akan level up." Gumam Adam. Adam kemudian melihat gadis kurus berjalan keluar ruangan. "Terimakasih atas coklatnya." Kata gadis kurus melihat Adam. "Sama-sama. Sudah berapa lama kamu tidak makan." tanya Adam. "3 hari lebih aku tidak makan." balas gadis kurus.