The Journey of Adam

The Journey of Adam
45. Hal Baru



"Benar, aku ingin melihat statusku." Kata Adam kemudian melihat statusnya di aplikasi smartphone.


Nama : Adam Javier


Usia : 23 tahun


Level : 1 Next Level (0/100) Exp


Kekuatan : 8


Agility : 8


Vitalitas : 20


Stamina : 3/9


Reflek : 8


Poin : 10


Saat melihat status dirinya Adam mengangguk. "Aku kembali menjadi level 1 dan aku mendapatkan 10 poin. Tidak terlalu buruk." "Aku bingung harus menambahkan yang mana." Kata Adam melihat statusnya.


Setelah merenung Adam kemudian menambahkan 2 poin di kekuatan, 2 poin di agility, 1 poin di stamina, 2 poin di reflek dan 3 poin di vitalitas. Kali ini Adam tidak merasakan arus listrik dari smartphone. Adam merasakan smartphone di tangannya sangat panas. "Ahhh, panas." Kemudian Adam berguling-guling di lantai merasakan badannya seperti terbakar api.


Tidak lama kemudian Adam merasakan badannya tidak panas lagi, namun Adam sudah basah kuyup dengan keringatnya. "Berengsek, dulu kesetrum sekarang seperti terbakar api." Adam mengutuk.


"Tapi tidak masalah, selama aku menjadi kuat. Aku tidak peduli merasakan sensasi yang menyakitkan." kata Adam saat merasakan perubahan dirinya. Adam menduga dapat mengalahkan petarung mma dengan tangan kosong dengan mudah.


"Aku tidak boleh sombong, meski aku merasa bisa menglahkan petarung mma dengan adu pukul. Di dunia ini sekarang banyak manusia yang telah berevolusi. Dengan kekuatanku saat ini, aku bahkan tidak percaya diri untuk melawan manusia yang berevolusi dengan tangan kosong." Kata Adam tersenyum kecut.


"Baiklah, aku ingin lihat apa ada barang baru di aplikasi shop." Adam kemudian membuka aplikasi shop di smartphone specialnya. Tatapan Adam tertuju pada gambar yang bertulis Baru. "Bakso hewan bermutasi tipe 1, dapat mempercepat proses pemulihan tubuh saat terluka. +1 poin vitalitas saat pertama kali mengkonsumsi. Harga 100 coin Buy/Tidak." "Waw, Bakso hewan bermutasi yang dapat menambahkan 1 poin vitalitas." Adam terkejut.


"Tidak buruk, ada dua makanan baru. Dengan begitu aku bisa menambahkan 2 poin vitalitas lagi." Adam tersenyum kemudian mulai melihat-lihat barang di aplikasi shop. Setelah puas melihat semua barang Adam kemudian membeli bakso hewan bermutasi, sate hewan bermutasi dan 1 botol air minum.


Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan sebuah mangkok bakso yang terbungkus plastik, 10 tusuk sate yang terbungkus plastik dan 1 botol air minum muncul di depan Adam. Melihat bakso, sate dan 1 botol air minum yang muncul di depannya Adam bergumam. "Aku sudah menghabiskan 201 coin. Aku hanya memiliki 100 coin yang tersisa." Kata Adam melihat jumlah coinnya.


"Baiklah coin bisa dicari lagi sekarang saatnya untuk makan. Aku sudah lapar lagi karena habis bertempur dengan zombie." kata Adam tersenyum kemudian mulai membuka bungkus plastik di mangkok. Adam kemudian mulai mengigit bakso."Wow, lezat. Ini adalah bakso terenak yang pernah aku makan." Adam kemudian mulai menelan bakso.


Saat menelan bakso Adam merasa badannya menjadi hangat, Adam tahu ini adalah efek penambahan +1 poin vitalitas dan proses pemulihan tubuh. "Tidak sia-sia aku membeli bakso ini. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi setelah poin vitalitasku mencapai 30. Apa diriku akan bertambah tinggi lagi." Kata Adam tersenyum kemudian mulai menghabiskan bakso.


Setelah menghabiskan bakso Adam kemudian mulai membuka plastik yang membungkus sate. Adam kemudian mulai mengigit sate. "Uuhh, daging dan bumbunya sangat lezat." Adam merasa sate ini adalah yang terbaik dibandingkan bakso dan steak hewan bermutasi. Karena Adam adalah pecinta sate.


Adam juga merasa badannya menjadi hangat setelah memakan 1 tusuk sate. "Dengan begini poin vitalitasku mencapai 25 poin. Aku ingin tahu berapa banyak poin vitalitas yang kubutuhkan untuk sebanding dengan manusia evolusi tipe vitalitas." Gumam Adam kemudian mulai menghabiskan sate.


Tidak lama kemudian Adam telah selesai makan dan menepuk perutnya. "Aku kenyang, tidak sia-sia aku mengupragade smartphone. Selain tahu penyebab dunia berubah, aku juga mendapatkan 10 poin gratis dan merasakan bakso serta sate yang sangat lezat." Kata Adam tersenyum.


"Kak Adam apa kamu di dalam." Adam mendengar sebuah suara. "Aku ada di dalam." Balas Adam. Adam tahu siapa yang memanggilnya. "Kak Adam kamu selamat." Anggi menangis saat masuk ke dalam dan melihat Adam baik-baik saja.


"Mereka hanya sekumpulan zombie, aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah." Kata Adam sombong. Adam tidak pernah menyadari tanpa bantuan smartphone, dirinya tidak akan bisa mengalahkan ratusan zombie dan beberapa zombie evolusi.


"Adam kami sangat mengkhawatirkanmu." Merry tersenyum mendengar Adam baik-baik saja. "Kak, kamu sungguh hebat tidak terluka sama sekali setelah melawan ratusan zombie." Angga memberi dua jempol saat melihat Adam tidak terluka sama sekali. "Hahaha, aku hanya beruntung." Adam tertawa. Adam saat ini dalam kondisi senang.


"Ehhh, apa kak Adam baru saja makan." Kata Anggi melihat sebuah mangkok kosong dan 10 tusuk sate. "Benar, aku baru saja makan. Jika kalian lebih cepat datang aku akan memberikan kalian masing-masing satu tusuk sate." Adam tersenyum.


Mendengar kata Adam kedua saudara kembar tersenyum kecut. "Kita tidak akan kenyang hanya memakan satu tusuk sate." Gumam kedua saudara kembar bersamaan. Namun kedua saudara kembar tidak tahu bahwa satu tusuk sate yang diberikan Adam, akan sangat bermanfaat bagi mereka.


"Kak Adam, apa bazooka dan senapan mesin di depan itu milikmu." Tanya Anggi saat melihat bazooka dan senapan mesin yang tergeletak di depan. "Benar itu milikku." Balas Adam. "Ahh, bahkan kak Adam dapat memunculkan bazooka dan senapan mesin dari udara kosong." Anggi terkejut. "Kak, kamu the real sage." Angga memberi dua jempol ke Adam. Adam tersenyum kecut mendengar kata Angga. Sebenarnya dirinya bukan pesulap.


"Baiklah, ayo kita melanjutkan perjalanan menuju Sidoarjo." Kata Adam bangkit dari sofa. "Baik." Balas Merry dan kedua saudara kembar. Adam kemudian keluar rumah diikuti Merry dan kedua saudara kembar.


Tidak lama kemudian Adam, Merry dan kedua saudara kembar sampai di depan mobil. "Kak, apa kita tidak mencari mobil lagi." Tanya Anggi yang menggandeng Merry saat melihat kaca mobil depan yang retak akibat digigit ular. "Kita akan mengganti mobil setelah tiba di kota Sidoarjo." Balas Adam. "Baik." Anggi mengangguk.