The Journey of Adam

The Journey of Adam
60. Santy



Adam membuka aplikasi shop dan membeli ayam goreng serta 1 botol air mineral seharga 15 coin. Smartphone bersinar kemudian ayam goreng yang terbungkus plastik serta sebotol air mineral muncul di depan Adam. Gadis kurus terkejut saat melihat satu ayam goreng utuh serta sebotol air mineral yang muncul di depan Adam.


"Makanlah." Kata Adam melihat gadis kurus. "Apa paman pesulap." Kata gadis kurus melihat Adam. "Usiaku masih 23 tahun jadi jangan panggil aku paman. Terlebih lagi wajahku masih terlihat muda." Balas Adam. "Ahh, maafkan saya kak." gadis kurus merasa bersalah.


"Jangan dipikirkan, makanlah ayam goreng ini." Adam tersenyum. Gadis kurus mengambil ayam goreng dan sebotol air mineral. "Apa kakak tidak makan juga." Tanya Gadis kurus. "Tidak. aku sudah kenyang." Adam menggeleng. "Baik kak." Gadis kurus kemudian berjalan ke arah dapur. Melihat gadis kurus berjalan ke dapur, Adam kemudian berbaring di kursi dan memejamkan matanya.


20 Menit kemudian gadis kurus berjalan ke arah Adam. "Terimakasih atas makanannya." Adam membuka matanya dan berkata. "Tidak masalah. Dimana kedua orang tuamu." Tanya Adam.


"Kedua orang tuaku berubah menjadi zombie." kata gadis kurus dengan sedih.


Mendengar kata gadis kurus Adam menghela nafas. "Apa kamu manusia evolusi." Tanya Adam. "Tidak." gadis kurus menggeleng. "Benar juga. Jika dia manusia evolusi. Para zombie akan tertarik dengannya dan akan menyerbu rumah ini." gumam Adam.


"Siapa namamu." Tanya Adam. "Namaku Santy kak." balas gadis kurus "Usia." Tanya Adam sekali lagi. "15 tahun kak." balas Santy. "Berarti masih smp kelas 3." Tanya Adam. "Benar kak." Santy mengangguk.


"Santy, apa kamu mau ikut denganku." Tanya Adam. Santy terdiam beberapa detik kemudian mengangguk. "Saya akan ikut denganmu kak." "Bagus, kamu bisa memanggilku Adam." "Baik kak Adam."


Adam membuka aplikasi shop kemudian membeli 5 air galon mineral seharga 20 coin. Smartphone bersinar kemudian 5 galon berisi air muncul di depan Adam. "Ahh." Santy sekali lagi terkejut melihat 5 galon yang muncul di depan Adam.


Adam memegang 2 galon dan berkata. "Di mana kamar mandinya." "Ahh, ikuti aku kak." Santy kemudian berjalan dan Adam mengikutinya. Setelah tiba di kamar mandi Adam mengisi bak mandi yang kosong dengan air galon. "Mandilah." Kata Adam melihat gadis kurus. "Baik kak." gadis kurus mengangguk. Adam kemudian keluar dari kamar mandi.


10 Menit kemudian Adam melihat Santy telah selesai mandi dan berganti pakaian. "Dia terlihat cantik setelah mandi. Jika aku beri nilai, dia mendapatkan 75 poin." gumam Adam. "Melihat kondisimu saat ini, kita akan pergi besok." Kata Adam. "Baik kak." Santy mengangguk.


7 Jam kemudian Adam melihat langit mulai gelap. Adam membuka aplikasi shop kemudian membeli 2 bebek bakar dan 2 botol air mineral seharga 30 coin. Smartphone mengeluarkan cahaya kemudian 2 bebek bakar yang terbungkus plastik dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.


"Aku tetap terkejut meski sudah beberapa kali melihat makanan muncul di depan kak Adam." Kata Santy melihat 2 bebek bakar utuh yang terbungkus plastik. "Setelah makan, jangan lupa cuci tangan lalu tidur." Kata Adam. "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian mulai makan.


Tidak lama setelah Adam makan. Adam melihat Santy yang menangis. "Mengapa kamu menangis." Tanya Adam. "Santy teringat papa dan mama kak." Santy terisak. "Jika boleh tau ceritakan apa yang terjadi pada papa dan mamamu sebelum menjadi zombie." tanya Adam menghapus air mata Santy dengan tisu.


Santy melihat Adam kemudian menceritakan bahwa 1 minggu lalu, Santy dan orang tuanya sedang mencari makanan di supermarket. Namun hal buruk terjadi, Santy dan kedua orang tuanya bertemu zombie berkulit putih dan 2 zombie kecepatan serta puluhan zombie biasa.


"Apa kamu mengingat wajah zombie berkulit putih itu." Tanya Adam. "Santy ingat kak. Zombie berkulit putih itu adalah seorang wanita." balas Santy. "Sepertinya dia bukan zombie berkulit putih yang aku lawan dulu." kata Adam mengingat zombie berkulit putih yang melarikan diri saat melawannya.


"Baiklah Santy, habiskan makananmu. Jika kita bertemu zombie berkulit putih yang membunuh orang tuamu. Aku akan membunuh zombie itu." Kata Adam tersenyum. "Apa kakak manusia evolusi." Tanya Santy. "Tidak, tapi aku lebih kuat dari manusia evolusi dan dapat mengeluarkan pistol dari udara kosong." Adam tersenyum menunjukan dua pistol di tangannya.


"Aku iri dengan kemampuan kakak. Apa kakak bisa mengajariku menjadi pesulap." Tanya Santy. "Aku memiliki kemampuan ini sejak lahir. Jadi aku tidak bisa mengajarimu." Balas Adam berbohong. "Ahh, jadi begitu ya." Santy kecewa.


"Jangan sedih, selagi bersamaku. Kamu akan aman dan tidak kekurangan makanan." Adam mengelus rambut Santy. "Kak, apa tanganmu kotor." Tanya Santy. "Tanganku bersih, aku makan menggunakan sendok." Balas Adam.


15 Menit kemudian Adam dan Santy selesai makan. "Kak, tidurlah di kamar orang tuaku." Kata Santy melihat Adam. "Tidak, aku akan tidur disini. Jika ada sesuatu yang terjadi padamu. Aku bisa menolongmu dengan cepat." balas Adam. "Baiklah kak." Santy mengangguk kemudian berjalan memasuki kamarnya. Melihat Santy memasuki kamarnya, Adam mulai berbaring di sofa dan memejamkan matanya.


"Nging" "nging" Adam yang sedang tertidur mendengar sebuah suara. Adam yang tertidur secara reflek menepuk kedua tangannya. "Plashh." Adam merasakan tangannya lengket dan membuka matanya.


"Sial, nyamuk sebesar jempol." Adam terkejut melihat nyamuk yang mati di tangannya. "Ahhh." Adam mendengar suara teriakan Santy dan berlari menuju kamarnya. Saat berada di kamar Santy, Adam melihat dua nyamuk sebesar jempol yang terbang di udara. "Adam membuka smartphone kemudian membeli 5 alat pembasmi serangga seharga 5 coin.


Smartphone mengeluarkan cahaya putih kemudian 5 alat pembasmi serangga muncul di depan Adam. Adam kemudian menyemprotkan dua alat pembasmi serangga di udara. 2 nyamuk sebesar jempol jari terbang keluar dari kamar Santy dengan cepat.


"Aku lupa saat ini tidak berada di kota surabaya yang aman akan gangguan hewan bermutasi." Gumam Adam. "Kak, Santy takut." Santy memeluk Adam. "Nyamuk itu sudah pergi. Jadi kamu aman." Adam mengelus rambut Santy.


Santy melepas pelukannya dan berkata. "Kak, bisakah kamu tidur denganku." Adam melihat Santy yang ketakutan dan berkata. "Baiklah. Aku akan tidur denganmu." Adam kemudian menutup pintu kamar.


Melihat Santy sudah berada di atas kasur. Adam kemudian tidur di samping Santy. "Kak, apa kamu juga kehilangan orang tua sepertiku." Tanya Santy. "Tidak, aku dan kedua orang tuaku berpisah." Balas Adam. "Ahh, jadi kakak tidak di anggap sebagai anak ya." Balas Santy. Adam tersenyum kecut mendengar kata Santy. "Tidurlah. Besok pagi kita akan pergi." kata Adam. "Baik kak." Santy mengangguk.


Beberapa menit kemudian Santy melihat ke arah Adam dan berkata. "Kak, apa kamu sudah tertidur." Melihat tidak ada jawaban Santy bergumam. "Sepertinya kak Adam sudah tertidur." Kata Santy berbalik dan memejamkan matanya. Adam membuka matanya dan melihat Santy. Melihat Santy tidak berbalik, Adam kemudian memejamkan matanya lagi.


Keesokan harinya Adam membuka matanya dan melihat Santy disampingnya. "Selamat pagi kak." Santy membuka matanya dan tersenyum. "Selamat pagi juga." Balas Adam. "Mandilah terlebih dulu. Lalu setelah itu kita makan." kata Adam melihat Santy. "Baik kak." balas Santy kemudian turun dari kasur dan berjalan keluar ruangan.


Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membeli 2 burger dan 2 botol air mineral seharga 25 coin. Smartphone bersinar kemudian 2 burger yang terbungkus kertas dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.