The Journey of Adam

The Journey of Adam
47. Bercerita



"Baiklah Adam kamu bisa cerita, aku telah mempersiapkan diri untuk mendengar ceritamu." Kata Edi. "Baiklah, aku akan bercerita." Adam kemudian mulai bercerita saat dirinya meninggalkan Edi yang terluka untuk melawan penjahat. Adam berhasil mengalahkan penjahat namun dirinya tidak bisa menyelamatkan Bunga dan Intan yang meninggal akibat terkena ledakan Bom.


"Sial, jika aku menemukan wanita itu. Aku akan membunuhnya." Edi menangis dan marah saat mendengar cucunya mati akibat bom yang dipasang oleh seorang wanita. "Tenang pak, meski dia bersembunyi di sudut dunia, aku pasti akan menemukannya." Kata Adam serius. Jessica dan yang lain menghela nafas saat mendengar cerita Adam. Mereka tidak pernah berpikir bahwa ada manusia yang masih saling membunuh dalam dunia yang sedang kacau.


"Benar, kenapa kalian tidak pergi menuju Surabaya." Tanya Adam heran. "Kami memang berencana pergi ke Surabaya. Tapi karena kami bertiga hanyalah manusia biasa. Kami akan pergi ketika situasi aman. Jika kami menemukan zombie dan hewan bermutasi. Kami akan bersembunyi dan menetap sementara." Kata Edi. "Aku mengerti." Adam mengangguk.


"Baiklah, kalian mengobrolah dan saling mengenalkan diri. Aku ingin keluar mencari udara segar." Kata Adam berdiri dan keluar rumah. Adam duduk di teras dan melihat kota yang begitu sepi. "Adam apa kamu sedang memikirkan sesuatu." Kata Jessica duduk di sebelah Adam.


"Aku berpikir, apakah keluargaku baik-baik saja." Adam tiba-tiba mengigat keluarganya. "Kamu harus yakin bawa keluargamu baik-baik saja Adam" Jessica menghibur Adam. "Benar, apa yang terjadi setelah kita berpisah. Apa kamu langsung bertemu dengan saudaramu Steven." Tanya Adam.


Jessica mengangguk kemudian mulai bercerita saat dirinya dan Adam berpisah. Jessica berlari tidak menentu dan memutuskan bersembunyi di sebuah rumah. Setelah beberapa jam Jessica memutuskan untuk kembali ke tempat Adam bertarung melawan Gorila. Namun dia hanya menemukan mayat gorilla. Jessica memutuskan untuk kembali kerumahnya, berharap Adam berada disana. Namun Jessica kecewa, dia tidak menemukan Adam dirinya.


Jessica terus berada di rumahnya selama 2 hari untuk menunggu Adam kembali, namun bukannya Adam yang datang dirumahnya melainkan saudaranya Steven. Jessica kemudian memutuskan untuk pergi bersama Steven.


Mendengar cerita Jessica Adam mengangguk. "Maaf, aku saat itu terluka parah dan pingsan selama tiga hari." kata Adam. "Aku tahu, pasti pak Edi yang merawatmu." Jessica tersenyum. Adam mengangguk.


"Adam apa kamu tidak ingin memberiku hadiah, karena kita bertemu lagi." Kata Jessica dengan malu. "Ehh, memangnya apa yang kamu mau." Adam heran. "Dasar tidak peka." Jessica mendengus kemudian mencium bibir Adam.


Adam terkejut saat Jessica mencium bibirnya. "Itu yang kumaksud." Kata Jessica dengan malu kemudian berdiri. Namun Adam memegang tangan Jessica. "Kamu tidak berubah selalu saja menggodaku." Kata Adam berdiri kemudian mencium balik bibir Jessica.


Jessica terkejut ketika Adam tiba-tiba menciumnya. Namun Jessica dengan cepat menutup mata dan menikmati momen ciuman. Melihat Jessica yang menutup matanya seakan menikmati ciuman darinya. Adamjustru mencium Jessica lebih agresif dan memeluknya.


Beberapa menit kemudian Adam dan Jessica berhenti ciuman. Jessica tersipu malu saat melihat Adam masih memeluknya. "Adam aku senang kamu baik-baik saja, aku selalu mengkhawatirkan kamu selama ini." kata Jessica. Adam tersenyum mendengar kata Jessica. Ternyata Jessica selama ini khawatir padanya, sementara dia tidak khawatir bahkan lupa dengan Jessica.


Waktu perlahan berlalu dan hari mulai gelap. Saat ini Adam duduk di sebuah ranjang bersama Angga. "Kak, aku sangat penasaran seperti apa tempat pengungsian yang disediakan pemerintah di kota Surabaya." Kata Angga. "Kamu akan mengetahuinya besok." Balas Adam.


Angga mengangguk mendengar kata Adam. "Kak, sepertinya hubunganmu dengan Jessica begitu dekat." Tanya Angga. Mendengar kata Angga Adam berkata. "Aku mengenal Jessica saat zombie mulai muncul." Adam kemudian mulai menceritakan dirinya pertama kali menemui Jessica.


Mendengar cerita Adam, Angga tersenyum. "Kamu memang seorang pria yang baik kak. Pilihanku mengikutimu memang tepat." "Cepatlah tidur, besok kita akan pergi saat pagi." Balas Adam. "Baiklah." Angga mengangguk kemudian berbaring di kasur.


Sementara itu disebuah ruangan lain Anggi, Jessica dan Merry tidur bersama. "Kak Jessica, sepertinya kamu cukup dekat dengan Kak Adam." tanya Anggi. "Eh, apa kita berdua terlihat dekat." Balas Jessica. "Benar, kamu bahkan memeluk Kak Adam saat bertemu kembali." Anggi mengingat saat Jessica memeluk Adam tadi siang. Jessica tersipu malu kemudian menceritakan pertemuan dirinya dengan Adam.


"Adam memang orang yang baik." Merry tersenyum mendengar cerita Jessica. "Benar, Adam adalah orang yang baik. Pasti kamu juga ditolong oleh Adam." Kata Jessica. "Aku juga ditolong oleh Adam." Merry mengangguk dan mulai menceritakan saat Adam menolongnya. "Aku iri dengan kak Jessica dan Merry yang ditolong oleh kak Adam. Aku juga ingin ditolong olehnya." Kata Anggi. Mendengar kata Anggi Jessica dan Merry tertawa.


Keesokan harinya Adam dan yang lainnya sedang bersiap-siap untuk pergi. "Baiklah, kita akan mencari mobil sebagai alat transportasi menuju Surabaya." Kata Adam. Edi dan yang lain mengangguk mendengar kata Adam.


Beberapa menit kemudian Adam dan yang lain menemukan 2 mobil yang bisa di pakai untuk menuju Surabaya. Kali ini Adam tidak pilih-pilih mobil, karena dia tahu setelah tiba di Surabaya mobil itu tidak lagi berguna.


"Persediaan bahan bakar cukup untuk sampai di surabaya." Kata Steven melihat persediaan bahan bakar di mobil yang dikendarainya. "Bagus." Adam mengangguk kemudian masuk ke salah satu mobil lalu melihat kedua saudara kembar dan Merry sudah ada di dalam mobil. "Kenakan sabuk pengaman kalian." Kata Adam menyalakan mesin mobil. "Baik." Kedua saudara kembar dan Merry mengangguk.


Adam kemudian mulai mengemudikan mobil menuju barat, di ikuti oleh Steven dibelakangnya. Beberapa menit setelah Adam mengendarai mobil. Adam melihat beberapa mobil dan 2 truck yang sedang berhenti di tengah jalan. Ketika melihat beberapa orang yang berada di tengah jalan Adam berkata. "Dunia memang sempit, aku tidak menyangka akan bertemu mereka lagi." "Kak Adam apa kamu mengenal mereka." tanya Angga melihat beberapa orang. "Aku memiliki hubungan buruk dengan mereka." balas Adam. kedua saudara kembar terkejut saat mendengar kata Renji.


Melihat seorang pria berjalan ke arahnya, Adam berkata. "Biar aku saja yang turun, kalian diam saja." "Baik." Balas kedua saudara kembar dan Merry. "Bagus." Kata Adam kemudian turun dari mobil.


"Itu kamu." Seorang pria terkejut melihat Adam yang turun dari mobil. "Cepat pindahkan kendaraan kalian. Kendaraan kalian menghalangi jalan." Teriak Adam setelah turun dari mobil. Semua orang yang berdiri di tengah jalan melihat ke arah Adam yang berteriak.