The Journey of Adam

The Journey of Adam
30. Kehilangan Kendali



"Aku tidak bisa melihat waktu usia 10 tahun, setelah mengalami kecelakaan. Dimana kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan tersebut." Kata Merry. "Apa kamu ingin melihat kembali." Tanya Adam. "Jangan bercanda denganku Adam." Merry tersenyum.


"Aku tidak bercanda, jika kamu ingin melihat kembali. Aku akan menjadi mata untukmu." Kata Adam. "Bercandamu jelek, kita baru saja kenal." Balas Merry. Adam tidak membalas kata Merry kemudian berdiri. "Aku ingin pergi apa kamu mau ikut." Tanya Adam.


"Tidak, kamu bisa meninggalkanku sendiri." Kata Merry tersenyum. "Baiklah kalau begitu semoga kamu baik-baik saja." Kata Adam berjalan ke arah pintu dan keluar rumah.


Setelah beberapa menit Adam pergi, Merry tiba-tiba meneteskan air mata. "Aku tahu dia laki-laki yang baik. Jarang ada laki-laki sebaik dia saat dunia sedang kacau. Bahkan paman dan bibiku meninggalkanku sendiri." Merry tiba-tiba menangis.


Adam yang dari tadi berdiri di pintu luar tiba-tiba masuk ke dalam rumah. "Adam apa itu kamu." Tanya Merry saat mendengar pintu terbuka. "Benar ini aku." Balas Adam. "Kenapa kamu kembali." Tanya Merry menghapus air matanya. "Aku melupakan sesuatu." Balas Adam. "Oh, kamu melupakan apa." Tanya Merry. "Aku lupa untuk membawamu." Kata Adam kemudian menggendong Merry.


"Adam turunkan aku. Atau aku akan berteriak." Merry memukul-mukul Adam. "Berteriaklah, tidak akan ada orang yang datang. Justru zombie yang akan datang menghampirimu." Balas Adam. Mendengar kata Adam tiba-tiba Merry terdiam.


"Kenapa kamu baik kepadaku, apa yang kamu mau. Apa kamu tertarik dengan tubuhku." Tanya Merry. Adam terdiam mendengar kata Merry dan tiba-tiba berkata. "Kamu tahu, aku telah dihianati oleh orang-orang yang kupercaya, dan aku melihat orang-orang terdekatku satu persatu mati didepanku."


"Jika aku pergi meninggalkanmu sendiri, aku merasa akan kehilangan rasa kemanusiaanku dan menjadi laki-laki buruk." Kata Adam melihat Merry. "Bisakah kamu menurunkanku." Kata Merry. Adam kemudian menurunkan Merry dari gendongannya.


"Tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap untuk pergi." Kata Merry. "Tidak perlu bawa sesuatu, kita langsung saja pergi." Balas Adam. "Emm, lalu bagaimana aku bisa ganti baju." Balas Merry malu. "Masalah itu gampang, jadi ayo pergi." Adam memegang tangan Merry. "Baiklah kalau begitu." Merry mengangguk.


Saat keluar rumah Adam tidak melihat keberadaan burung hantu. "Merry, apa kamu memelihara burung hantu sebelumnya." Tanya Adam. "Aku tidak pernah memelihara burung hantu, hanya dulu pernah mengobati burung yang jatuh di jendela kamarku. Kemudian setelah burung itu sembuh, aku melepaskannya. Aku juga tidak tahu, apa burung yang kuobati adalah burung hantu." Balas Merry.


Mendengar kata Merry, Adam terkejut kemudian berkata. "Aku tidak menyangka hewan yang bermutasi tahu cara membalas budi. Sayang sekali aku tidak memiliki hewan peliharaan. Jika aku memiliki hewan peliharaan, mungkin aku sudah memiliki hewan mutasi yang setia." Gumam Adam dipikirannya.


1 jam telah berlalu, selama satu jam berjalan kaki dengan Merry. Adam telah menemukan puluhan zombie dan membunuhnya dengan mudah. "Adam, aku capek." Kata Merry menarik lengan Adam. "Baiklah, kita cari rumah dan beristirahat." Balas Adam kemudian berjalan bergandengan tangan dengan Merry.


Tidak lama kemudian Adam dan Merry masuk ke dalam rumah kosong yang ditinggal pemiliknya. "Apa rumah ini juga kosong." Tanya Merry kemudian duduk di sofa. "Benar, rumah ini kosong." Balas Adam kemudian membuka aplikasi shop dan membeli 2 botol air mineral. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.


"Kita akan istirahat sekitar 10 menit, sebelum melanjutkan perjalanan kita." Kata Adam. "Baik." Merry mengangguk. "Jika kamu merasa lapar bilang saja." Kata Adam. "Tentu." Merry mengangguk.


10 menit berlalu Adam dan Merry mulai melanjutkan perjalanan mereka. Selama di perjalanan Adam telah bertemu beberapa zombie dan membunuh mereka dengan mudah. "Aneh, aku tidak melihat zombie evolusi atau hewan bermutasi sama sekali." Kata Adam.


"Adam, apa kamu ingin sekali bertemu dengan zombie yang berevolusi." Tanya Merry. "Tidak juga, bertarung dengan mereka membuang banyak tenagaku." Balas Adam. Merry tidak membalas perkataan Adam.


3 jam telah berlalu saat ini, Adam dan Merry masuk ke dalam rumah kosong. "Adam rumah ini sangat harum." Kata Merry duduk di sofa dan menghirup udara. "Benar, rumah ini sangat harum." Adam mengangguk.


Beberapa menit berlalu, Adam merasakan keanehan pada tubuhnya. "Sial, kenapa aku tiba-tiba begitu bergairah." Adam mulai merasa tidak nyaman saat duduk dan berdiri. "Adam." Kata Merry. "Ada apa." Adam menatap Merry.


"Badanku terasa aneh." Kata Merry terengah-engah. Adam berjalan ke arah Merry dan menyentuh dahinya. "Apa kamu sakit." "Aku tidak tahu." Merry menggeleng. Saat merasakan napas Merry begitu dekat, Adam merasa gairahnya semakin meningkat. "Sial, apa yang sebenarnya terjadi.


Adam mencoba menjauh dari Merry, namun Merry menarik baju Adam. "Bisakah kamu antar aku ke toilet." Tanya Merry dengan malu. "Baik." Adam kemudian mengantar Merry ke toilet. "Baunya semakin harum." Gumam Adam saat tiba di depan toilet. "Masuklah, aku tidak akan mengintip." Kata Renji. "Emm." Merry mengangguk dan masuk ke toilet.


"Uuhh, aku tidak bisa menahannya lagi." Adam merasa gairah seksualnya meledak-ledak. Adam mengigit bibirnya kemudian membuka pintu toilet yang tidak terkunci. Saat masuk ke dalam toilet Adam terkejut. Adam melihat Merry sedang mengelus bagian bawahnya.


"Adam." Kata Merry dengan terengah-engah. "Aku tidak tahan lagi Mer." Kata Adam kemudian mulai menutup pintu toilet.


1 jam kemudian Adam terbaring di sebuah kasur bersama Merry disampingnya. "Apa kamu marah dengan yang kulakukan." Kata Adam. "Tidak, bukan hanya kamu saja yang ingin melakukan itu." Kata Merry tersenyum. Mendengar balasan Merry, Adam hanya tersenyum kecut.


"Kuharap kamu tidak menyesal melakukan dengan wanita buta sepertiku." Kata Merry sambil menyentuh wajah Adam. Saat mendengar kata Merry, Adam terdiam beberapa detik. "Aku tidak menyesal, Terlebih lagi aku berharap kamu tidak menyesal, dengan apa yang kamu katakan barusan." Balas Adam kemudian mulai memeluk Merry dan mencium lehernya. "Emm."