The Journey of Adam

The Journey of Adam
41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan



Waktu perlahan berjalan sudah 1 jam berlalu semenjak Adam pergi dari pasuruan. Saat ini Adam sedang menembak zombie yang berlari mendekat ke arahnya. "Duar." Peluru mengenai kepala zombie. Zombie pun terjatuh di tanah.


"Mungkin kita akan sampai di sidoarjo 6 jam lagi, jika terus berhenti saat menemui zombie di jalan." Kata Anggi saat menonton Adam yang sedang menembaki zombie. "Benar, zombie yang kita temui di jalan tidak ada habisnya. Tidak sampai 5 menit dalam perjalanan, kita sudah menemui beberapa zombie." Balas Angga.


Saat ini Adam sudah selesai membunuh zombie, dan berjalan kembali ke mobil. "Fiuh, membunuh zombie sangat melelahkan." Kata Adam kemudian minum air botol. "Glek, glek." "Jika Kak Adam lelah, mengapa tidak langsung pergi ke sidoarjo saja. Tidak perlu untuk berhenti dan membunuh zombie." Kata Anggi melihat Adam yang sedang minum.


"Baiklah, ketika aku terluka. Aku akan berhenti membunuh zombie." Kata Adam kemudian menyalakan mesin mobil. Kedua saudara kembar tersenyum kecut saat mendengar kata Adam. Saat menuju sidoarjo Adam tidak pernah terluka ketika melawan zombie biasa.


"Kak Adam kamu seperti karakter leon resident evil. Bisa membunuh zombie dengan mudah meski hanya manusia biasa." Kata Angga tersenyum. "Haha, tapi aku bukan polisi." Adam tertawa. "Benar juga, leon adalah seorang perwira polisi." Angga mengangguk.


"Kak Adam lihat di depan." Kata Angga menunjuk ke depan. Adam melihat kedepan dan menghentikan mobil. "Oh, zombie evolusi tipe kecepatan ya." Kata Adam kemudian mengambil pedang dan keluar dari mobil. "Hati-hati kak." Kata Anggi mengkhawatirkan Adam.


"Adam hati-hati." Merry juga mengkhawatirkan Adam. Meski tidak bisa melihat, Merry tahu bahwa dirinya dan Adam terluka saat diserang zombie evolusi tipe kecepatan. Waktu mengendarai motor beberapa hari lalu.


"Woar." Zombie evolusi melesat ke arah Adam yang baru saja keluar dari mobil. "Huh." Adam mendengus kemudian mengayunkan pedangnya ke depan. "Cring." Pedang Adam mengenai cakar zombie. "Woar." Zombie melompat kebelakang.


"Kemarilah." Kata Adam memasang kuda-kuda bertarung. "Woar." Zombie sekali lagi melesat ke arah Adam. Adam melompat ke samping menghindari serangan zombie. Adam kemudian mengambil pistol dari sakunya dan menembak zombie. "Duar." "Duar." "Woar." Zombie berteriak saat dirinya ditembaki oleh Adam. "Duar." "Duar." "Click." Adam melihat pistol kehabisan peluru.


"Ehh, pelurunya habis, tapi bukan masalah." Kata Adam berjalan ke arah zombie evolusi yang terbaring di tanah. Adam melihat zombie masih hidup namun tidak bisa bergerak karena terkena banyak tembakan. "Cepp." Adam kemudian menusuk kepala zombie.


"Kak Adam kamu hebat, mengalahkan zombie evolusi tipe kecepatan tanpa terluka." Angga kagum melihat Adam mengalahkan zombie evolusi. "Aku hanya beruntung tidak terluka saat melawan zombie evolusi." Balas Adam tersenyum.


"Baiklah, ayo lanjutkan perjalanan." Kata Adam masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin. Setelah Adam pergi ada zombie berkulit putih, yang tiba-tiba muncul di samping mayat zombie yang baru saja Adam bunuh. Zombie berkulit putih menyentuh darah zombie, kemudian melihat ke arah Adam pergi.


Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan 5 granat muncul di depan Adam. Adam kemudian mulai melemparkan granat ke arah zombie." "Boom." Granat meledak dan beberapa zombie terpental. "Woar." Para zombie mulai berlari ke arah Adam.


Melihat semua zombie berlari ke arahnya Adam mulai melemparkan granat. "Boom." "Boom." "Boom." "Boom." Banyak zombie yang terpental akibat terkena ledakan granat. Adam melihat zombie yang tersisa sedang berlari menuju arahnya. Adam mengambil pistol di sakunya kemudian mulai membidik zombie. "Click, click." "Eh, aku lupa mengisi peluru. Jadi terpaksa harus menggunakan pedang." Kata Adam mengambil pedang di punggungnya dan berlari ke arah zombie.


"Slasshh." "Slasshh." Adam menebas zombie dengan mudah. "Woar." Adam melihat salah satu zombie hendak mengigit dirinya. "Terima ini." "Crash." Adam memotong kepala zombie. "Woar." Adam melompat ke samping kemudian mulai menusuk kepala zombie. "Cepp."


Tidak lama kemudian Adam berhasil mengalahkan para zombie. "Fiuh, sangat melelahkan." Kata Adam mengusap keringat di dahinya. "Tapi ini masih belum cukup, aku harus mengumpulkan sepuluh ribu coin untuk mengupragade smartphone." Gumam Adam.


"Kak Adam apa batas granat yang bisa kamu munculkan dari udara kosong hanya 5. Jika kamu bisa memunculkan 10 granat dari udara kosong, kak Adam tidak perlu bertarung melawan zombie." Tanya Angga. "Benar, kenapa aku hanya membeli 5 granat. Apa karena aku terlalu perhitungan untuk menghabiskan coin." Gumam Adam dipikirannya.


"Sudahlah, jika aku bertemu puluhan zombie lagi. Aku akan membeli 10 granat tangan." Gumam Adam. "Tapi pertama-tama aku harus mengisi peluru pistol." Gumam Adam kemudian membeli 2 dus peluru dari tabel shop.


Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan 2 dus peluru muncul di depan Adam. Adam membuka dus peluru kemudian mulai memasukan peluru ke pistol. "Kak Adam bisakah kamu memberikanku pistol." Kata Angga tersenyum malu.


Adam menggeleng mendengar kata Angga. "Kamu tidak tahu cara menembak. Terlebih lagi kamu sudah kuberi pedang." "Ahh, baiklah." Angga mengehala nafas. "Aku akan memberimu pistol ini setelah kita sampai di Surabaya." Kata Adam. "Ahh, kamu janji kak." Angga bahagia mendengar kata Adam.


Setelah istirahat sebentar, Adam kemudian melanjutkan perjalanan. "Apa kalian bertiga ada yang lapar." Tanya Adam. "Tidak, aku masih kenyang setelah makan snack." Balas Angga. "Aku juga tidak." Balas Anggi dan Merry. "Baiklah, jika kalian lapar. Kita akan berhenti di sebuah rumah dan makan." Kata Adam. "Baik." Balas kedua saudara kembar dan Merry.


30 menit kemudian Adam sedang duduk di tanah dengan minum sebotol air. "Glek, glek." "Kak Adam, apa kamu tidak ingin berhenti untuk membunuh zombie." kata Angga melihat puluhan mayat zombie yang tergeletak di jalan.


"Sudah berapa kali kubilang, aku akan berhenti membunuh zombie jika diriku terluka." Balas Adam membuang botol air yang kosong. Mendengar balasan Adam, Angga hanya tersenyum kecut.