The Journey of Adam

The Journey of Adam
55. Evolusi Fase Ke 2 II



Adam kemudian melihat Mery yang berjalan keluar dari kamar. "Benar, tadi malam Mery demam tinggi. apa kamu berevolusi juga mer." Tanya Adam melihat Mery. "Sepertinya aku berevolusi Adam, karena aku dapat mencium bau harum." Kata Mery. "Ah, tidak kusangka Meryku juga berevolusi." Ibu Adam berjalan ke arah Mery dan memeluknya.


"Tante sangat harum." Kata Mery memeluk ibu Adam. "Kamu juga sangat harum mer." Ibu Adam tersenyum. "Adam dan ayahnya saling melihat kemudian berkata. "Sepertinya manusia evolusi itu hanya tercipa untuk kaum wanita." "Benar yah. Ratih tetangga kita berevolusi juga." Balas Adam.


"Benar Mery, apa kemampuanmu." Tanya Adam. "Aku tidak tahu." Balas Mery. Adam mengambil sebuah pisau di meja kemudian melukai tangan Mery. "Adam apa yang kamu lakukan." Teriak ibu Adam. Namun ibu Adam terkejut Mery tidak terluka hanya ada sedikit goresan merah di tangan Mery.


"Apa kamu merasakan sakit Mer." Tanya ibu Adam. "Tidak tante, memang apa yang di lakukan Adam." Tanya Mery. "Dia melukai tanganmu dengan pisau. Namun tanganmu tidak terluka." Balas Ibu Adam. "Ahhh." Mery terkejut mendengar kata ibu Adam. "Selamat Mer, kamu menjadi manusia evolusi tipe vitalitas." Adam tersenyum.


Mendengar kata Adam Mery menangis. "Mengapa kamu menangis, bukankah kamu seharusnya bahagia." Ibu Adam mengusap air mata Mery. "Saya menangis karena bahagia tante. Jika menjadi manusia evolusi saya setidaknya bisa membantu Adam untuk menemukan zombie." balas Mery. Mery sudah tahu bahwa aroma manusia evolusi, manusia biasa dan zombie berbeda.


"Baiklah Mom, apa kamu sudah menyiapkan sarapan." Tanya Adam. "Belum, Adam ayo bantu mami membuat makanan." Kata Ibu Adam. "Baik mom." balas Adam. Adam dan Ibunya kemudian berjalan ke dapur.


30 Menit kemudian Adam, Mery dan kedua orang tuanya berada di ruang makan. "Selamat makan." kata Adam kemudian mulai makan. "Pelan-pelan kalau makan." kata Ibu Adam. "Baik mom." balas Adam.


30 menit kemudian Adam mendengar suara ketukan pintu. "Kak Adam apa kamu di dalam." "Masuk Angga pintu tidak di kunci." Teriak Adam. Adam kemudian melihat Angga masuk. "Mengapa kamu cemberut." tanya Adam melihat Angga. "Adikku berevolusi kak, sementara aku tidak." kata Angga bersedih.


"Eh, Anggi juga berevolusi." Adam terkejut. "Benar kak, Anggi berveolusi menjadi tipe kekuatan." Balas Angga. "Ibuku dan Mery juga berevolusi." Balas Adam. "Ah, tante dan kak Mery juga berevolusi." Angga terkejut. Adam kemudian mulai menceritakan ibunya berevolusi menjadi tipe kecepatan dan Mery tipe vitalitas.


"Mengapa manusia evolusi itu kebanyakan wanita kak." Angga tersenyum kecut. "Itu hanya pemikiranmu saja, karena manusia evolusi yang kamu kenal semuanya wanita. Tapi di luar sana banyak laki-laki yang berevolusi, contohnya sersan Yoga." "Baiklah, ayo kita pergi ke markas." Adam menepuk bahu Angga. "Baik kak." Angga mengangguk. Adam dan Angga kemudian pergi.


5 menit kemudian Adam tiba di tempat perkumpulan dan melihat ribuan pria yang berkumpul. Adam dan Angga berbaris kemudian mendengar pria paruh baya yang berbicara di depan. "Apa kalian semua tahu bahwa tadi malam adalah fase ke 2 evolusi." "Ehh. Fase ke 2." Adam bingung.


"Kalian mungkin tidak tahu bahwa tadi malam adalah fase ke 2 evolusi, dan hari ini banyak manusia biasa menjadi manusia evolusi. Sementara manusia yang sudah berevolusi sebelumnya menjadi manusia evolusi tipe 2." Kata pria paruh baya melihat semua orang.


"Contohnya saya. Kemarin saya adalah manusia evolusi tipe vitalitas tapi setelah tadi malam. Saya menjadi manusia evolusi tipe 2 dan memiliki kemampuan manusia evolusi tipe kekuatan." Kata pria paruh baya mengangkat sebuah motor dengan satu tangan.


"Jadi manusia evolusi tipe 2 memiliki dua kemampuan sekaligus." Kata pria paruh baya menurunkan motor. "Aku tidak menyangka manusia evolusi masih bisa terus berkembang. Apakah fenomena ini karena zombie juga berevolusi. Jika begitu, bukankah zombie tipe kecepatan dan zombie tipe kecerdasan juga berevolusi." Gumam Adam.


10 Menit kemudian Adam berada di sebuah truck bersama 14 pria. Namun kali ini Adam tidak bersama Angga. "Aku tidak menyangka bahwa akan menjadi manusia evolusi." Kata pria di depan Adam. "Benar, aku juga tidak menyangka akan menjadi manusia evolusi. Padahal kemarin aku hanya manusia biasa." kata pria lain. "Di regu ini ada 5 manusia evolusi. Jadi kita akan mudah membunuh zombie." kata pria.


"Critt." Adam melihat truck tiba-tiba berhenti. "Bruakk." "Aghhh." Adam melihat truck yang dia naiki tiba-tiba terguling. "Berengsek, apa yang terjadi." Adam melihat kepalanya berdarah dan tubuhnya penuh luka. Adam keluar dari truck dan melihat 2 zombie merah sebesar 6 meter, 1 zombie biru dengan cakar panjang dan ratusan zombie di belakangnya.


"Sepertinya aku akan terluka parah seperti terakhir kali." Adam mengambil dua pisau di sakunya. "Zombie berengsek." Adam melihat 14 pria keluar dari truck. "Semuanya tembak." Teriak seorang pria. "Duar, duar duar." 14 pria kemudian mulai menembaki zombie.


"Grrr." Adam melihat zombie berkulit biru menghindari peluru dan melesat ke arahnya. "Hati-hati, zombie biru itu tipe 2 kecepatan." Teriak Adam. "Fokus tembak zombie biru itu." Teriak seorang pria. "Baik." Semua pria menembaki zombie berkulit biru. Namun zombie berkulit biru dengan mudah menghindari tembakan.


"Dia menghindari semua tembakan." Adam melihat zombie berkulit biru dengan ekspresi buruk. "Sersan zombie itu semakin mendekat." Kata pria. "Semuanya gunakan pisau. Kita akan bertarung jarak dekat." teriak pria. "Baik." Balas semua orang. Adam melihat semua orang mengambil pisau dari saku mereka dan menaruh senjata api di punggung mereka.


"Grrr," "Slassh." "Ahhh." Zombie biru mencakar seorang pria. "Mati." pria lain menyerang zombie biru. Namun zombie biru dengan cepat melompat mundur. "Wusss." "Bruaakk." "Ahhh." Adam melihat kedua zombie merah melemparkan motor dan menghantam 2 pria.


"3 orang telah gugur." Kata Adam serius melihat zombie yang perlahan mendekat ke arahnya. "Semuanya bunuh zombie tipe kecepatan terlebih dulu." teriak Adam mengambil senjata api dari mayat seorang pria dan mulai menembaki zombie kecepatan. "Duar, duar." Zombie berkulit biru dengan mudah menghindari peluru.


"Grrr." Adam melihat zombie biru melihat dirinya kemudian melesat ke arahnya. Adam melempar senjata api kemudian mengambil dua pisau dan mengayunkan ke arah depan. "Slassshh." "Crasshh." Adam berhasil melukai zombie biru. Namun zombie biru berhasil mengigit bahu Adam. "Lepaskan aku berengsek." "Ceeeppp." "Ceeepp." Adam menusuk mata zombie biru berkali-kali. "Woaaarrr." Zombie biru berteriak dan melompat mundur. "Duaar, duaarr." Adam melihat zombie biru terkena beberapa tembakan kemudian tergelatak di tanah.


"Kamu tergigit." Seorang pria mengarahkan senjata api ke wajah Adam. "Kalian pergilah dari sini, aku yang akan mengulur semua zombie ini." kata Adam melihat senjata api yang mengarah ke wajahnya. Pria melihat Adam kemudian berteriak. "Semuanya ayo mundur." "Baik." 11 pria kemudian mulai pergi.


Melihat 11 pria pergi Adam melihat ratusan zombie yang berjalan ke arahnya. "Sial, jumlah mereka terlalu banyak." Adam kemudian berlari ke arah yang berbeda dengan 11 pria. "Grrr." Melihat ratusan zombie mengejarnya, Adam melihat smartphone special yang muncul di tangannya dan membuka aplikasi shop.


Adam kemudian membeli 5 granat tangan. Smartphone bersinar kemudian 5 granat muncul di depan Adam. Adam mengambil 5 granat tangan kemudian menarik tuas dan melemparkan 5 granat secara beruntun ke arah ratusan zombie. "Booom." "Booom." Granat meledak.


"Makan itu zombie berengsek." Adam menyeringai. "Woaar." Adam melihat dua zombie merah mencabut sebuah pohon kemudian melempar pohon ke arahnya. "Bajingan." Adam melompat ke samping. "Bruaakk."


"Berengsek, kamu yang memintaku untuk melakukan ini." Adam melihat smartphone special yang muncul di tangannya kemudian membuka aplikasi shop. Adam kemudian membeli 2 Bazooka RPG-27 seharga 100 coin. Smartphone bersinar kemudian 2 bazooka muncul di depan Adam.