
1 Jam kemudian Adam melihat sebuah gapura "Selamat datang di kota Lumajang." "Akhirnya kita tiba di kota lumajang." Kata Novi. "Kita berhenti setelah menemukan rumah." Balas Adam. "Baik." Novi mengangguk.
Beberapa menit kemudian Adam dan Novi berhenti di sebuah rumah. Adam masuk ke dalam rumah saat melihat pintu tidak tertutup. "Apa ada orang." Kata Adam setelah masuk ke dalam rumah dan melihat sekeliling. "Sepertinya rumah ini juga ditinggal pemiliknya." Kata Novi. "Tutup pintunya." Kata Adam kemudian duduk di kursi. "Baik." Novi kemudian menutup dan mengkunci pintu.
"Adam apa kamu tidak perlu memeriksa rumah ini." Kata Novi melihat Adam duduk dan minum air putih. "Tidak perlu, kita hanya istirahat beberapa jam disini. Jika ada zombie atau hewan mutasi yang tiba-tiba muncul. Aku akan membunuhnya." Balas Adam dengan percaya diri. Novi mengangguk dan duduk di dekat Adam.
"Adam kenapa kamu tidak makan steak, bukannya makan steak dapat mempercepat proses pemulihan tubuh." Kata Novi melihat Adam. "Ini bukan waktunya makan siang, terlebih lagi aku ingin lihat kecepatan pemulihan diriku tanpa bantuan steak." Balas Adam. Novi terkejut dengan kata Adam. Novi juga baru sadar bahwa Adam tidak pucat lagi. Terlebih lagi Adam tidak merasa kesulitan berjalan, seperti saat pertama terkena tebasan celurit.
2 Jam kemudian Adam berdiri dan berkata. "Ayo pergi." "Baik." Balas Novi kemudian mengikuti Adam. "Bensin hampir habis, kita akan berhenti jika menemukan sebuah pom." Kata Adam. "Baik." Novi mengangguk. Adam dan Novi kemudian pergi sekali lagi dengan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Adam dan Novi menemukan pom. Adam kemudian mulai mengisi penuh bensin motor. "Oh, rupanya ada orang yang selamat." Adam dan Novi melihat beberapa orang yang berjalan ke arah mereka.
"Kami bukan orang jahat, jadi jangan takut." Seorang pria paruh baya tersenyum melihat Novi yang tampak ketakutan. "Nak, sepertinya kamu terluka." Kata salah satu pria melihat Adam. "Benar, aku terluka akibat bertarung melawan begal." Balas Adam.
"Tidak buruk, manusia biasa menang melawan seorang begal." Kata seorang pemuda. "Apa kamu manusia evolusi." Tanya Adam melihat pemuda berkaos putih. "Benar, aku manusia evolusi. Apa kamu mau ikut di tempat kami tinggal. Kamu bisa memulihkan diri di tempat kami." Balas pemuda.
"Aku ikut." Kata Adam melihat bahwa beberapa pria tidak memiliki niat buruk. Terlebih lagi, Adam penasaran dimana mereka tinggal. "Baiklah ayo ikut kami." Balas pemuda. Adam kemudian mengikuti beberapa pria, dengan mengendarai motor bersama Novi.
Tidak lama kemudian Adam tiba di sebuah pabrik. "Disini kami tinggal, lebih dari 20 orang yang tinggal disini." Kata pria setengah baya. Adam mengangguk kemudian mengikuti pria memasuki pabrik. Saat memasuki pabrik, Adam dan Novi melihat beberapa pria dan wanita sedang mengobrol. "Oh, rupanya kalian kembali bersama orang baru." Kata seorang pria gemuk paruh baya.
"Benar pak." "Benar kami belum tahu nama kalian berdua." Tanya pemuda. "Aku Adam." Kata Adam. "Aku Novi." Kata Novi. "Aku Edo." Pemuda tersenyum. "Adam dan Novi, semoga kalian nyaman tinggal disini. Aku Samsuri pemilik pabrik ini. Kalian bisa memanggilku pak Sam." Pria gemuk setengah baya tersenyum.
Adam mengangguk, kemudian duduk dan minum sebotol air putih yang dia bawa. "Halo, namaku Aurel." Seorang wanita berumur 20 tahunan berdiri di depan Adam. "Adam." Kata Adam tersenyum. "Apa dia pacarmu." Tanya Aurel melihat Novi yang sedang mengobrol dengan yang lainnya.
"Apa kalian tidak kekurangan makanan." Tanya Adam. "Tidak, persediaan kami cukup untuk beberapa bulan kedepan." Aurel tersenyum. Adam sangat terkejut mendengar kata Aurel. "Benar, aku lupa bahwa ini pabrik." Adam tersenyum.
Aurel dan Adam mulai mengobrol. "Perjuanganmu dalam beberapa hari terakhir pasti sangat sulit, dilihat seberapa banyak luka ditubuhmu." Aurel melihat banyak luka dan perban di tubuh Adam. "Benar, jika aku tidak bisa bela diri aku pasti mati." balas Adam. Aurel terdiam mendengar kata Adam.
"Berapa banyak manusia evolusi yang tinggal disini, dan apa kamu juga manusia evolusi." Tanya Adam. "Ada 5 manusia evolusi disini, termasuk diriku." Balas Aurel tersenyum. "Apa zombie tidak pernah menyerang pabrik ini." Kata Adam penasaran. "Hehe, zombie tidak akan berani menyerang pabrik ini. Kita berlima sudah pernah membunuh zombie yang berevolusi dan puluhan zombie biasa." Aurel berkata penuh percaya diri.
Mendengar balasan Aurel Adam bergumam. "Zombie itu pasti pintar, jadi dia berhati-hati dan tidak ingin menyerang. Jika tidak ada kesempatan menang." Adam mengingat zombie berkulit putih yang tersenyum padanya.
Beberapa jam telah berlalu Adam melihat langit sudah mulai gelap. "Adam ini bagianmu." Edo memberi Adam sepiring makanan dan segelas air. "Terimakasih." Kata Adam mengambil makanan dan segelas air yang diberikan Edo. "Makan, agar kamu cepat sembuh." Kata Edo. "Nasi dan Mie, mengingatkanku saat masih kos." Gumam Adam melihat nasi dan mie instan di piring, kemudian mulai makan.
Tidak lama kemudian Adam melihat Novi berjalan ke arahnya bersama Samsuri. "Adam kudengar dari Novi selain memiliki pedang, kamu mempunyai pistol." Kata Samsuri kepada Adam. "Benar, aku mempunyai pistol memangnya kenapa." Adam menatap Samsuri.
"Aku cuma ingin melihat seperti apa pistolmu." Samsuri tersenyum. "Aku ingin buang air kecil." Adam berjalan pergi mengabaikan Novi dan Samsuri yang masih berdiri tertegun. "Maaf, aku tidak tau jika responnya seperti itu." Kata Novi kepada Samsuri. "Tidak masalah." Balas Samsuri melihat Adam pergi dengan mata menyipit.
Adam berjalan ke gerbang, dan menemui dua pria yang berjaga. "Kamu mau pergi kemana." Tanya kedua pria. "Aku ingin pergi mencari sesuatu. Jadi buka gerbangnya." Kata Adam. "Ini sudah malam, kenapa tidak pergi besok saja." Balas salah satu pria. "Cukup buka gerbangnya saja." Balas Adam sekali lagi. "Baiklah, jika itu maumu." Kata salah satu pria kemudian membuka gerbang.
Adam kemudian berjalan keluar gerbang. Setelah cukup jauh dari pabrik Adam menghela nafas. "Aku tidak menyangka Novi memberi tahu Samsuri jika aku mempunyai pistol." Kata Adam. "Novi masih terlalu naïf, dia tidak tahu seberapa dalam hati manusia. Terlebih lagi dunia telah menjadi kacau. Manusia akan mengeluarkan sifat asli mereka." Kata Adam.
"Aku tidak tahu seperti apa sifat samsuri, namun Novi telah mengecewakanku. Jika salah satu dari seseorang di pabrik adalah seorang polisi, dan dia tahu aku mempunyai pistol. Aku akan menemui masalah, apalagi jika dia seorang evolusi." Kata Adam dengan ekspresi serius. Adam melirik ke arah pabrik dan bergumam. "Novi semoga kamu sadar atas apa yang kamu lakukan."