The Journey of Adam

The Journey of Adam
26. Melawan Anjing Bermutasi



"****, mengapa sudah level maximal." Adam terkejut melihat status dirinya sendiri. "Apa batas tubuh manusia biasa hanya level 9." Adam mulai merenung. "Sudahlah aku tidak perlu memikirkannya, selama aku mempunyai smartphone special hidupku sedikit terjamin." Gumam Adam.


"Karna aku tidak bisa level up lagi, aku akan menambahkan 3 poin di vitalitas dan 1 poin di stamina. Aku ingin lihat apakah memiliki 20 poin vitalitas merubah tubuhku." Kata Adam kemudian menambahkan poin.


"Aahh." Adam berteriak saat merasakan aliran listrik dari smartphone specialnya. "Uuhh, mengapa aku tiba-tiba ngantuk sekali." Kata Adam kemudian berbaring di sofa dan tertidur.


"Adam lihat pakaian yang aku kenakan. Cocok tidak denganku." Kata Novi setelah keluar ruangan. "Eh, apa Adam tertidur." Novi melihat Adam yang tertidur di sofa dan mendengkur. "Dia baru saja sembuh dan langsung melawan zombie. Dia pasti kelalahan, jadi wajar jika tertidur sangat cepat." Novi tersenyum kemudian mencium pipi Adam dan berkata. "Terimakasih Adam."


"Uuhh. Sepertinya aku tertidur." Kata Adam menguap dan bangun dari sofa. "Kamu sudah bangun." Novi yang juga tertidur di sofa sebelah Adam terbangun. "Apa aku membangunkanmu." Kata Adam. "Tidak, kamu tidak membangunkanku." Novi tersenyum.


"Setelah tidur, aku merasa tubuhku berbeda." Kata Adam kemudian berdiri dan merentangkan tangannya. "Emm, mungkin cuma perasaanku saja, kamu semakin bertambah tinggi Adam." Novi berdiri dan membandingkan tingginya dengan Adam.


Adam terkejut dengan kata Novi kemudian bergumam. "Apa efek vitalitas 20 poin menambahkan tinggi badanku. Pantas saja aku tiba-tiba mengantuk sekali setelah menambahkan poin."


"Adam apa kamu mempunyai steak itu lagi, aku lapar." Kata Novi tersipu malu. "Tunggu." Kata Adam kemudian membuka aplikasi smartphone specialnya. Adam kemudian terkejut melihat pemberitahuan di smartphone specialnya. "Upragade smartphone ke versi 2.0 membutuhkan 10,000 coin."


Adam terdiam beberapa detik kemudian menyeringai. "Setelah di upragade mungkin ada item baru yang dijual, atau aku bisa level up sekali lagi." Gumam Adam dipikirannya. "Adam kenapa kamu tersenyum sendiri." Novi menepuk lengan Adam.


"Oh, tunggu sebentar." Kata Adam tersadar kemudian membeli steak dan berbagai makanan yang menghabiskan total 150 coin. Beberapa detik kemudian Smartphone mengeluarkan cahaya putih, kemudian steak dan berbagai makanan muncul di depan Adam.


"Adam kamu sangat luar biasa, bagiku kamu lebih hebat dari pada manusia evolusi." Kata Novi bahagia melihat berbagai makanan yang muncul di depannya. Adam mengabaikan kata Novi dan melihat total coinnya yang tersisa. "Saat ini aku mempunyai 2,000 coin. Berapa banyak zombie yang harus aku bunuh agar coinku menjadi 10,000." Adam menghela nafas.


"Novi apa yang kamu bilang tadi." Tanya Adam. "Bagiku kamu lebih hebat dari pada manusia evolusi." Kata Novi malu. Adam hanya tersenyum dan tidak membalas kata Novi.


10 menit kemudian Adam dan Novi selesai makan. "Kurasa aku sudah 90% sembuh." Kata Novi bersemangat setelah mengkonsumsi setengah steak daging hewan bermutasi. "Baguslah jika kamu sudah pulih." Adam tersenyum.


"Adam apa rencana kita berdua kedepan." Tanya Novi tiba-tiba. "Bukankah sudah jelas, tujuan pertama meninggalkan kota." "Bruak." "Duar." "Duar." Saat hendak menyelesaikan kata-katanya Adam dan Novi mendengar sebuah suara ledakan dan baku tembak. "Sepertinya ada pertempuran." Kata Adam dengan ekspresi serius. 


"Benar, mungkin polisi dan tentara sudah menyerah untuk melindungi kota ini, dan fokus melindungi kota lain." Kata Adam. Novi terdiam mendengar kata Adam. "Baiklah, besok pagi kita akan meninggalkan kota ini." Kata Adam. "Baik." Novi mengangguk.


1 jam kemudian Adam sedang berdiri dan mengintip dari jendela. "Adam kenapa kamu selalu melihat jendela dari tadi." Tanya Novi heran. "Aku baru saja menemukan makanan anjing, sedangkan dirumah ini, tidak ada mayat anjing." Balas Adam. "Mungkin pemilik rumah ini sudah pergi dengan membawa anjingnya." Balas Novi.


"Sepertinya tebakanku benar." Kata Adam dengan ekspresi buruk melihat beberapa anjing yang mendekat ke arahnya. "Guukk, guukk." Para anjing mulai menggongong dan berlari ke arah pintu. "Novi cepat sembunyi." Teriak Adam kemudian berlari menjauh dari pintu. "Baik." Novi mengangguk dan bersembunyi di balik lemari.


"Bruak." Adam melihat pintu yang roboh karna di dorong oleh anjing. "Guk, guk." Para anjing menggongong melihat Adam. "Mendekatlah, dan kalian akan mati." kata Adam serius dengan memegang pedang katana.


"Grrr." Seakan sadar akan provokasi Adam. Tiba-tiba perubahan terjadi pada para anjing. "Anjing berkepala dua." Kata Adam dengan ekspresi serius melihat semua anjing menumbuhkan kepala lain. Sementara Novi ketakutkan melihat anjing tiba-tiba memiliki dua kepala.


"Ggrrr." Salah satu anjing melesat ke arah Adam. "Cepat." kata Adam melihat kecepatan anjing dan secara reflek menghindari ke samping. "Guukk." Anjing lain melompat ke arah Adam. "Kalian meremehkanku." Adam menebas ke arah anjing. "Slaassh." Adam memotong badan anjing menjadi dua bagian.


"Uuu, uuu." Anjing yang badannya terpotong kejang kemudian mati. "Guukk, guukk." Seakan tahu bahwa salah satu temannya dibunuh. Para anjing yang tersisa melesat ke arah Adam." Oh, tidak." Kata Adam kemudian mulai melompat ke belakang.


"Slasshh." "Ahhh." "Adam!!" Novi berteriak ketika melihat dada Adam terkena cakaran anjing. "Ggrrr." Para anjing melihat ke arah Novi. "Kalian seharusnya fokus denganku." Adam marah dan mulai menembak para anjing. "Duuaarr, duuaarr." "Guukk guukk." Salah satu anjing melompat ke arah Adam. "Mencari kematian." "Slasshh." Adam menebas kepala anjing yang melompat ke arahnya.


"Hehe, kalian akan mati." kata Adam menyeringai kemudian mulai berlari ke arah kawanan anjing seperti orang gila. "Slasshh." "Crasshh." "Ahhh." "Adam." Novi mulai menangis melihat Adam yang terkena banyak cakaran dan gigitan para anjing.


Beberapa menit kemudian Adam terengah-engah dengan badan penuh luka di sekujur tubuhnya. "Adam, Badanmu." Novi menangis melihat badan penuh luka Adam. "Ini bukan masalah besar." Kata Adam tersenyum kemudian pingsan. "Ahh, Adam." Novi panik melihat Adam tiba-tiba kehilangan kesadaran.


Setelah memastikan Adam hanya pingsan, Novi menghela nafas. Novi kemudian mulai membaringkan Adam di sofa dan melepaskan pakaian Adam yang penuh dengan darah. Novi kemudian mulai mengobati luka Adam.


"Uuhh." Adam tiba-tiba tersadar dan melihat badannya penuh perban. "Sudah berapa lama aku pingsan." Tanya Adam kepada Novi disampingnya. "Hanya beberapa menit, setelah aku mengobati lukamu." Balas Novi. "Apakah ketika staminaku habis, aku akan pingsan." Adam mulai menebak.