
"Aku seperti tawanan." Kata Adam melihat pintu di kunci. "Jika mereka berani macam-macam denganku. Aku akan membunuh mereka semua. Aku tidak peduli jika harus menjadi musuh pemerintah." Kata Adam dengan serius kemudian berbaring di kasur.
1 Jam kemudian Adam yang sedang berbaring di kasur, melihat pintu terbuka dan beberapa pria masuk ke dalam. "Siapa namamu." Tanya seorang pria paruh baya berseragam hijau. "Sebelum bertanya namaku. Sebaiknya kamu memperkenalkan diri terlebih dulu." balas Adam.
Setelah berada di ruangan selama 1 jam dan tidak di beri apa-apa. Adam mulai melihat tentara dengan buruk. "Aku Mayor Erik." Balas pria paruh baya melihat Adam. "Aku Adam." Balas Adam berdiri dan melihat pria.
"Apa kamu kebal terhadap viruz zombie." Erik melihat Adam. "Benar, aku kebal terhadap virus zombie." balas Adam. "Jika begitu, bisakah kamu membuktikannya." Kata Erik. Saat hendak membalas perkataan Erik, Adam melihat dua pria masuk ke dalam ruangan dengan membawa zombie tanpa tangan yang mulutnya di tutup kain.
"Bisakah kamu membuktikan pada kami, bahwa kamu kebal terhadap virus zombie." Erik melihat Adam. Adam mencibir kemudian berkata. "Baiklah." "Buka mulut zombie." kata Erik melihat Adam setuju. Dua pria kemudian membuka kain yang menutup mulut zombie. "Grrr."
Adam berjalan ke arah zombie kemudian membiarkan lengannya digigit. "Crasshh." Zombie mengigit lengan Adam. Semua orang terkejut melihat Lengan Adam yang berdarah karena digigit zombie.
1 menit berlalu, 2 menit berlalu, 5 menit berlalu. Semua orang di dalam ruangan melihat Adam yang baik-baik saja. "Aku tidak berubah menjadi zombie. Apa aku boleh pergi sekarang." Tanya Adam.
Erik melihat Adam dan berkata. "Bisakah kami meminta sedikit darahmu." "Jika Cuma darah itu tidak masalah." balas Adam. Sebelum zombie menyerang, Adam sering mendonorkan darahnya. Jadi tidak masalah jika Adam memberikan sedikit darahnya. "Bagus." Erik mengangguk.
Tidak lama kemudian Adam melihat seorang pria datang dengan membawa peralatan transfusi darah. "Aku akan mengecek tekanan darahmu terlebih dulu." kata pria. "Baiklah." Balas Adam.
10 menit kemudian Adam telah selesai melakukan donor darah. "Istirahatlah terlebih dulu." kata pria melihat Adam. Pria membawa kantong darah dan peralatannya kemudian keluar dari ruangan. setelah pria keluar dari ruangan, Adam melihat pintu di tutup kemudian di kunci.
Adam berjalan ke arah pintu dan berkata. "Bisakah kamu membuka pintu." Melihat tidak ada jawaban Adam berkata. "Aku ingin buang air kecil." "Krek." Adam melihat pintu di buka. Adam melihat pria di depannya kemudian memukul lehernya. "Uughhh." Pria memegangi lehernya kemudian jatuh ke lantai. Adam melihat pria dan berkata. "Seharusnya kalian tidak memperlakukanku seperti tawanan." Kata Adam kemudian menendang wajah pria. "Bukkk." Pria terkena tendangan di wajahnya kemudian jatuh pingsan.
Saat ini di tempat lain beberapa pria melihat sebuah layar yang menunjukan Adam keluar dari ruangan dan memukul pria. "Buat dia pingsan." "Baik." Balas beberapa pria kemudian berjalan keluar dari ruangan.
"Sepertinya tidak mudah untuk keluar dari sini." Kata Adam melihat sebuah cctv. Adam mendengar suara langkah kaki dan melihat beberapa pria berjalan ke arahnya dari dua arah. "Kembalilah ke kamar." Kata pria melihat Adam.
"Jika aku tidak mau apa yang akan kalian lakukan." Balas Adam melihat beberapa pria di depannya. "Kami akan menggunakan kekerasan. Untuk memaksamu memasuki ruangan." Balas pria di belakang Adam.
"Aku kecewa dengan tentara." Adam mencibir kemudian memasang kuda-kuda bertarung. "Cezzz." "Uughhh." Adam kemudian merasakan sengatan listrik dari punggungnya. "Bajingan. Kalian menggunakan taser gun." Adam mengutuk.
Adam mendengar langkah kaki dan melihat beberapa pria yang datang. "Aku tidak menyangka dia masih bisa bergerak setelah terkena dua tembakan taser gun." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Mayor Erik.
"Tembak dia lagi. Aku ingin melihat berapa banyak dia bisa menahan tembakan taser gun." "Cezzz." "Ahhh." Adam melihat punggung, bahu dan kakinya terkena tembakan taser gun." "Berengsek." Kata Adam kemudian jatuh dan berbaring di lantai. "Bawa dia masuk ke ruangan." kata Erik. "Baik." Balas beberapa pria kemudian menggotong Adam ke ruangan.
Beberapa pria meletakkan Adam ke ranjang kemudian keluar dari ruangan dan mengkunci pintu. Saat ini Adam yang berbaring di ranjang berkata. "Tentara berengsek, kalian yang membuatku melakukan ini." Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya kemudian membuka aplikasi shop. "Adam membeli dua pistol semi otomatis Glock 45 GAP dan 5 granat tangan M67 seharga 25 coin.
Smartphone mengeluarkan cahaya kemudian dua buah pistol dan 5 granat tangan muncul di depan Adam. Adam menaruh 4 granat di saku celananya kemudian menarik 1 tuas granat. Adam kemudian melemparkan granat ke arah pintu. "Booomm." "Ahhhh." Tidak lama kemudian pintu hancur akibat ledakan granat.
Adam memegang dua pistol kemudian berjalan keluar. Adam melihat pria yang tergelatak di lantai dan berkata. "Ini akibatnya jika kalian macam-macam denganku." Adam kemudian berlari. Tidak lama setelah berlari Adam melihat beberapa pria yang berlari menuju arahnya. "Duar." "Duar." Adam menembak dua pria tepat di kepala mereka.
"Sial, bunuh dia." teriak pria marah melihat Adam membunuh dua temannya. "Kalian yang memaksaku melakukan ini." "Duar." 'Duar." "Duar." Adam menembaki pria. "Ahhh." "Ahhh." Adam berlari keluar ruangan dan melihat beberapa pria yang berlari ke arahnya.
"Makan ini berengsek." Adam mengambil 1 granat kemudian menarik tuas dan melemparkan ke arah beberapa pria. "Booom." "Ahhh." Beberapa pria terlempar akibat ledakan granat. Setelah melemparkan granat Adam kemudian berlari ke arah gerbang.
"Duar." "Ahhhh." Adam melihat kaki kanannya tertembak. "Ada sniper." Kata Adam terus berlari ke arah gerbang. "Duuar." "Ahhh." Adam melihat kaki kirinya terkena tembakan. "Berengsek, aku akan membunuh sniper ini." Adam kemudian berbaring di rumput dan membuka aplikasi shop.
Tidak lama setelah Adam berbaring di rumput, beberapa pria berlari ke arah Adam. "Surprise." Kata Adam memegang sebuah bazoka yang tiba-tiba muncul di tangannya. "Buzzz." Adam menarik platuk bazoka. "Booom!!." "Ahhh." Ledakan terjadi. Adam membuang bazoka kemudian berlari ke arah gerbang.
Adam membuka gerbang kemudian membuka aplikasi shop dan membeli sebuah motor seharga 100 coin. Smartphone mengeluarkan cahaya kemudian sebuah motor muncul didepan Adam. "Brumm." Adam menaiki motor kemudian menghidupkan mesin dan pergi menjauh.
Tidak lama setelah Adam pergi beberapa pria tiba di tempat Adam menggunakan bazoka. Seorang Pria memegang bazoka dan berkata. "Bagaimana bisa dia memunculkan sebuah bazoka." "Pria itu memiliki banyak rahasia. Hubungi semua pasukan untuk menangkapnya hidup-hidup." Kata Erik. "Baik Mayor." Balas beberapa pria.
Saat ini Adam sedang mengendarai motor kemudian berhenti di depan sebuah rumah. Adam turun dari motor kemudian masuk ke dalam rumah. "Ahh. Adam mengapa kamu terluka." Kata wanita yang tidak lain adalah Jessica.
"Dimana Saudaramu Steven Jessica." Tanya Adam melihat Jessica. "Steven saat ini bekerja di rumah sakit." Balas Jessica. "Ambilkan aku air hangat." Kata Adam melihat Jessica. "Baik." Jessica mengangguk kemudian berlari ke dapur. Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya kemudian membeli kotak p3k dan 1 botol alkohol. Smartphone bersinar kemudian kotak p3k dan 1 botol alkohol muncul di depan Adam
Adam membuka botol alkohol kemudian menuangkan alkohol ke arah kedua kakinya yang tertembak. "Ahhhh." Adam berteriak kesakitan. "Adam, apa yang sebenarnya terjadi padamu." Jessica kembali dengan membawa air hangat.