The Journey of Adam

The Journey of Adam
65. Melawan Ribuan Tikus



Saat keluar dari mobil Adam melihat 2 pria mengenakan masker hitam keluar dari balik pohon. "Sepertinya kita menemukan mangsa." "Benar, mereka berdua hanya manusia biasa." kata pria lain. "Apa yang kalian mau." Tanya Adam. "Haha, kami ingin kamu mati." pria tertawa.


"Santy tutup matamu." Kata Adam mengambil dua pistol dari sakunya. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian menutup matanya. Adam kemudian menembaki dua pria. "Duar." "Duar." "Duar." "Duar." Adam terus menembaki ke dua pria dengan berjalan. "Bukkk." "Bukk." Ke dua pria terjatuh di tanah. "Duar." "Duar." "Duar." Adam terus menembaki ke dua pria.


"Jangan main-main denganku." Kata Adam menaruh kembali dua pistol ke saku bajunya. Adam berjalan ke arah Santy dan berkata. "Buka matamu." Santy kemudian membuka matanya. "Apa kakak membunuh mereka berdua." Tanya Santy. "Aku membunuh mereka berdua. Apa kamu marah karena aku membunuh mereka berdua." Balas Adam.


"Tidak kak, buat apa aku marah. Mereka berdua juga ingin membunuh kakak. Jadi mereka pantas mati." balas Santy. Adam tersenyum kemudian mengelus rambut Santy. "Ayo lompati pohon ini." kata Adam melompati pohon. "Baik kak." Santy mengikuti Adam melompati pohon besar yang tumbang di tengah jalan.


Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membuka aplikasi shop dan membeli motor cross seharga 150 coin. Smartphone bersinar kemudian motor cross muncul di depan Adam. "Wahhh." Santy terkejut melihat motor cross muncul di depan Adam.


"Aku tidak menyangka kakak juga bisa memunculkan motor cross. Sebelum dunia berubah kakak pasti orang yang sangat kaya. Karena setiap hari pasti berganti-ganti kendaraan" Santy terkejut. "Baiklah, ayo naik." Kata Adam menaiki motor. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian naik dan memeluk Adam. "Wroom." Adam menarik gas dan pergi.


Tidak lama setelah Adam pergi. Sebuah mobil tiba di tempat pohon tumbang. 5 pria kemudian turun dari mobil dan berjalan ke arah pohon. "Sepertinya dia baru saja membunuh 2 orang." Kata seorang pria melihat mayat dua pria yang tergeletak di tanah.


Salah satu pria mendekat ke mayat dua pria dan berkata. 2 pria ini masing-masing terkena 5 tembakan di kepala dan 2 tembakan di jantung dan 2 tembakan dada. "Manusia evolusi tipe vitalitas pasti akan mati jika terkena 5 tembakan di kepala."


"Dari jarak 10 meter dia bisa menembak mengenai kepala. Akurasinya cukup bagus." Kata pria lain mengambil peluru di dekat pohon. "Bruuaakkk." Seorang pria mengangkat pohon dan melemparkannya ke tepi jalan. "Ayo kita susul dia. Sebelum kita kehilangan dirinya. Karena dia manusia biasa, kita tidak bisa mencium keberadaanya." Kata seorang pria. "Baik." Balas 4 pria.


3 Jam kemudian Adam telah tiba di Kota Blitar. "Kita akan mencari rumah untuk di jadikan tempat istirahat." Kata Adam melihat rumah-rumah di tepi jalan. "Baik kak." balas Santy. "Broom." Adam menghentikan motor saat melihat ribuan tikus sebesar 45 cm, setara kucing dewasa. "Kak, tikus itu berlari ke arah kita." Santy panic melihat ribuan tikus berlari menuju ke arahnya. "Aku tahu." Broom." Adam memutar motor dan melesat pergi.


"Eh, bukankah dia Adam pria yang kita cari. Mengapa dia kembali, apa dia mengetahui kami mengikutinya." Kata pria heran. "Hei, lihat dibelakangnya." Kata pria lian. "Ribuan tikus." Teriak seorang pria. "Cepat putar balik." "Baik."


"Wrooom." Adam yang mengendarai motor cross melihat sebuah mobil yang berlawan arah dengannya. "Ciitt, ciiitt." Adam melihat ribuan tikus mengerumuni mobil. "Duaar." "Duaar." "Duuarr." Adam mendegar suara tembakan.


"Sepertinya mereka punya senjata." kata Adam menghentikan motor dan melihat dari kejauhan. "Ciitt." "Cittt." Adam melihat tikus terus berdatangan dan jumlahnya semakin banyak. "Keberuntungan mereka sangat buruk." Gumam Adam. "Kak, apa kamu tidak ingin membantu mereka." tanya Santy. "Aku bukan seorang pahlawan Santy. Jika di dalam film aku adalah manusia biasa atau karakter sampingan." Balas Adam melihat mobil yang di kerumuni tikus.


Saat ini di dalam mobil 5 pria digigit oleh puluhan tikus. "Ahhh." "Ahhh." "Kapten tolong." Teriak seorang pria. "Ayo kita keluar dari mobil." Teriak seorang pria. 5 pria keluar dari mobil. Namun saat keluar dari mobil ribuan tikus menyerang 5 pria. "Ahhhh." "Tikus sialan menjauh dariku." teriak seorang pria.


"Kak, apa kamu ingin membunuh 5 pria itu." Tanya Santy. "Jika tikus-tikus itu menuju kemari, maka 5 pria itu pasti sudah mati." balas Adam. Santy terdiam mendengar kata Adam.


Tidak lama kemudian Adam melihat ribuan tikus menuju arahnya. "Mati." kata Adam membidik ribuan tikus dan menarik platuk. "Busshh." Rocket melesat ke arah ribuan tikus. "Booomm!!." Ledakan terjadi.


Adam membuang bazooka kemudian menaiki motor cross. "Ayo pergi." "Wroom." Adam menarik gass dan pergi. "Ciitt." "Ciitt." Kak tikus-tikus itu masih mengikuti kita." kata Santy panik. "Aku tahu." Balas Adam menarik gas. "Apa tikus-tikus masih mengikuti kita." tanya Adam. "Masih kak." balas Santy. Mendengar kata Santy Adam menarik gas.


Tidak lama kemudian Adam berhenti dan melihat jarak tikus dengannya sudah jauh. "Kak, mengapa kamu berhenti. Tikus itu pasti akan menyusul kita." kata Santy dengan panik. Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membeli bazooka RPG-28 seharga 20 coin. Smartphone bersinar kemudian bazooka muncul di depan Adam.


"Ciitt." "Ciiitt." Adam melihat ribuan tikus menuju ke arahnya. Adam membidik ribuan tikus dan menarik platuk. "Busshh." Rocket melesat ke arah ribuan tikus. "Booomm!!." Ledakan terjadi. "Ciitt." "Ciitt." Adam melihat masih banyak tikus yang tersisa. "Jumlah tikus setidaknya berkurang 70% lebih." Kata Adam menebak jumlah tikus berjumlah ratusan. Adam menaiki motor kemudian menarik gas.


5 Menit kemudian Adam berhenti dan melihat puluhan tikus yang masih mengejarnya. Adam membuka aplikasi shop kemudian membeli senapan mesin M134 dan 200 amunisi peluru seharga 40 coin. Smartphone bersinar kemudian senapan mesin dan 200 amunisi peluru muncul di depan Adam.


Adam memasang peluru ke senapan mesin kemudian mulai membidik puluhan tikus yang menuju arahnya. "Duurr." "Duurr." "Duurrr." Adam menembaki puluhan tikus. "Ciitt." "Ciitt." Puluhan tikus menjerit saat terkena tembakan.


Beberapa menit kemudian Adam melihat puluhan tikus tergeletak di tanah. "Adam membuang senapan mesin ke tepi jalan kemudian berjalan ke arah motor. "Kita akan kemana kak." tanya Santy. "Tentu saja kembali ke tempat pertama kita bertemu ribuan tikus." Kata Adam menaiki motor. "Broom." Adam menarik gas dan Santy memeluknya.


5 menit kemudian Adam melihat mobil yang hancur, serta mayat 5 pria yang hangus dan badannya hancur akibat di serang ribuan tikus, dan terkena ledakan bazooka miliknya. "Nasib 5 pria itu tidak beruntung." Kata Adam melewati mobil dan mayat kelima pria. Santy menutup matanya saat melewati mobil dan 5 mayat pria.


Tidak lama kemudian Adam kembali ke tempat dia bertemu ribuan tikus dan di kejar. "Kak, mengapa tikus-tikus tadi mengejar kita." tanya Santy. "Mungkin tikus-tikus itu menganggap manusia makanannya." Balas Adam. Santy terdiam saat mendengar kata Adam.


5 Menit kemudian Adam berhenti di depan sebuah rumah mewah. "Ayo masuk ke dalam." "Baik kak." Santy mengangguk. Adam kemudian membuka pintu gerbang. Adam berjalan ke aah pintu dan berkata. "Pintu tidak di kunci." Adam mengambil dua pistol di sakunya kemudian masuk ke dalam.


Saat masuk ke dalam rumah Adam berkata. "Apa ada orang." "Sepertinya rumah ini tidak berpenghuni kak." kata Santy melihat makanan yang sudah basi di ruang tamu. "Citt" "Ciit." Adam melihat seekor tikus berlari ke arahnya. "Duuaarr." "Duuarr.""Ciiitt." Adam menembak tikus.


"Ciitt." Adam melihat tikus tergeletak di lantai. "Duuarr." Adam menembak kepala tikus. Tikus berhenti berhenti bergerak. "Kamu tunggu disini. Aku akan memeriksa rumah ini." kata Adam kepada Santy. "Baik kak." Santy mengangguk.