The Journey of Adam

The Journey of Adam
43. Invasi Zombie



Merasa tidak yakin bahwa ular telah mati, Adam kemudian melihat tangannya dimana sebuah smartphone yang tiba-tiba muncul. Beberapa detik kemudian smartphone berbunyi dan Adam melihat satu pesan masuk "Kill ular hijau exp +16, coin +160." Adam mengangguk melihat isi pesan dan berjalan masuk ke dalam mobil.


"Kak Adam apa ular itu mati." tanya Anggi melihat ular yang tergeletak di tanah. "Ular itu sudah mati." Balas Adam. "Kak, kenapa banyak sekali ular yang kita temui." Tanya Angga. "Aku tidak tahu, mungkin para ular keluar untuk mencari mangsa." Balas Adam. "Kita akan berhenti di sebuah rumah untuk makan siang." Kata Adam menyalakan mesin mobil dan mulai menyetir. "Baik." Kedua saudara kembar dan Merry mengangguk mendengar kata Adam.


Beberapa menit setelah Adam pergi, dua zombie tiba-tiba muncul di dekat mayat ular yang terbunuh oleh Adam. Zombie berkulit putih melompat dari punggung zombie evolusi tipe kecepatan dan mendekat ke arah mayat zombie.


Zombie berkulit putih menyentuh mayat zombie dan mengendusnya. Kemudian zombie berkulit putih berjalan ke arah mayat ular dan menyentuh darahnya. Zombie berkulit putih kemudian naik ke punggung zombie evolusi tipe kecepatan dan mulai berkata. "Woar, woar." Zombie evolusi tipe kecepatan kemudian berlari dengan sangar cepat ke arah Adam pergi.


Saat ini Adam telah tiba di sebuah rumah kosong dan bersantai di sebuah sofa. "Aku harap di rumah ini tidak ada ularnya." Kata Adam minum sebotol air. "Glek, glek." "Adam jangan menakuti kami." Merry mencubit tangan Adam. "Haha, aku hanya bercanda." Adam tertawa. Angga dan Anggi tersenyum mendengar kata Adam. Lelucon yang dibuat Adam tidak lucu sama sekali.


"Kak Adam dan Kak Merry tunggulah disini, aku bersama Angga akan membuat mie." Kata Anggi menyeret Angga ke dapur untuk menemaninya membuat mie. Adam tersenyum melihat tingkah kedua saudara kembar.


"Adam apa kita masih jauh untuk sampai ke Sidoarjo." Tanya Merry. "Jika kita tidak berhenti selama perjalanan. Mungkin hanya butuh setengah jam untuk sampai ke Sidoarjo." Balas Adam. "Memangnya kenapa." Kata Adam. "Tidak apa-apa aku hanya bertanya." Merry menggeleng.


Adam tersenyum kemudian berkata. "Bagaimana kondisimu sekarang." "Aku sudah pulih total setelah makan steak yang kamu terus beri." Balas Merry. Adam tersenyum mendengar kata Merry. Adam awalnya khawatir Merry mengalami gagar otak setelah terjatuh dari sepeda akibat serangan zombie evolusi tipe kecepatan.


Waktu perlahan berlalu dan Adam selesai makan mie yang dibuat Anggi. "Aku kenyang." Kata Adam menggosok perutnya. "Akan aneh jika kak Adam tidak kenyang setelah menghabiskan 3 bungkus mie instan." Kata Anggi. Dirinya dan Merry menghabiskan 1 bungkus mie instan, Angga menghabiskan 2 mie instan dan Adam menghabiskan 3 mie instan.


"Woarr." Adam dan yang lain mendengar suara yang sangat tidak asing. "Zombie." kata Adam, Merry dan kedua saudara kembar secara bersamaan. Adam kemudian mulai berjalan ke arah jendela dan mulai mengintip.


"Oh, tidak." Kata Adam setelah melihat zombie di jalan. Adam melihat ada 5 zombie evolusi satu zombie berkulit putih, 2 zombie tipe kecepatan dan 2 zombie tipe kekuatan. Adam juga menebak jumlah zombie biasa melebihi seratus.


"Kak Adam kenapa kamu terkejut, apa kali ini kita menemui beberapa zombie evolusi." Angga bercanda kemudian mulai melihat ke jendela. "Ahhh, ini tidak mungkin kan." Angga terkejut melihat 4 zombie evolusi dan banyak zombie biasa yang sedang berkumpul di depan rumah yang mereka tempati.


Zombie berkulit putih melihat ke arah Adam, Angga dan Anggi kemudian tersenyum, menunjukan giginya yang penuh darah. "Hiksss." Angga dan Anggi merinding melihat zombie berkulit putih tersenyum ke arah mereka.


Adam yang melihat zombie tersenyum ke arahnya mempunyai firasat buruk. Adam masih mengingat serangan zombie berkulit saat masih di kota Jember, dan untungnya target zombie bukanlah dirinya. Namun kali ini Adam merasa target zombie adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.


"Angga, Anggi cepat bawa Merry dan kabur dari pintu belakang." Adam berteriak. Angga dan Anggi tersadar akibat teriakan Adam dan berkata. "Lalu bagaimana dengan kak Adam. " kata Anggi dengan gugup. "Aku akan menghadapi mereka." kata Adam dengan ekspresi serius melihat zombie berkulit putih.


"Adam, tolong kembali dengan selamat." Kata Merry yang sudah berdiri bersama Anggi. "Kak jangan sampai mati." kata Angga menggertakan gigi kemudian pergi bersama Anggi dan Merry lewat pintu belakang.


Adam yang melihat zombie masih belum menyerang mulai membuka aplikasi shop di smartphone yang tiba-tiba muncul di tangannya. Adam kemudian membeli sebuah bazooka RPG-7 seharga 20 coin, sebuah senapan mesin M-60 GPMG seharga 10 coin dan 100 amunisi senapan mesin seharga 10 coin. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan sebuah bazooka, senapan mesin serta amunisi peluru muncul di depan Adam.


Setelah memasang amunisi peluru di senapan mesin, Adam membawa senapan mesin di tangan kanan dan Bazooka di tangan kirinya. Adam kemudian berjalan ke arah pintu dan menendangnya. "Bruak." Pintu terbuka. Saat keluar rumah, Adam melihat semua zombie menatap ke arahnya.


"Ini hadiah karena sudah menungguku." Kata Adam menjatuhkan senapan mesin dan mulai membidik zombie berkulit putih dengan Bazooka. "Buzzz." Adam menarik pelatuk Bazooka. Melihat Bazooka yang mengarah ke arahnya zombie berkulit putih lari dengan panik. "Booom." Namun terlambat zombie berkulit putih terkena dampak ledakan dan terlempar jauh bersama zombie lainnya.


"Woar." Para zombie berteriak dan mulai berlari ke arah Adam. Melihat zombie yang berdatangan ke arahnya. Adam mengambil senapan mesin dan mulai menembaki zombie. "Dur,dur, dur, dur." Adam mulai menembaki zombie secara bertubi-tubi. "Woar." Banyak zombie yang menjerit terkena tembakan Adam dan berjatuhan ke tanah.


"Dur, dur, dur." Adam juga menembaki dua zombie evolusi tipe kekuatan yang berlari ke arahnya. "Dur, dur, dur." "Woar." Salah satu zombie evolusi tipe kekuatan mati setelah terkena total 15 tembakan dibadan dan kepalanya.


"Dur, dur, dur." Adam mulai menembaki zombie evolusi tipe kekuatan yang masih berdiri dan berlari ke arahnya. "Woar." Zombie evolusi tipe kekuatan mati setelah terkena 20 tembakan bertubi-tubi dibadannya.


Adam kemudian mulai menembaki zombie yang berlari ke arahnya. "Dur, dur, dur." "Woar." Adam melihat salah satu zombie evolusi tipe kecepatan melompat ke arahnya. "Dur, dur, dur." Adam mulai menembaki zombie tipe kecepatan. "Woar." Zombie tipe kecepatan terjatuh ke tanah setelah terkena tembakan bertubi-tubi Adam. "Hampir saja." kata Adam melihat mayat zombie tipe kecepatan yang berjarak 1 meter darinya.