
Kali ini Adam tidak merasakan panas di seluruh tubuhnya. Adam merasakan seluruh tubuhnya seperti di tusuk ribuan jarum. "Uuhhh." Adam mengerang kesakitan. Namun tidak lama kemudian rasa sakit menghilang dan Adam merasa jauh lebih baik. "Jadi seperti ini rasanya memiliki kekuatan, kecepatan, stamina dan reflek 21 poin." kata Adam merasakan perubahan di tubuhnya.
Adam melihat serum super soldier di tangannya kemudian menyuntikan serum ke tangannya. "Uuhhh." Adam tiba-tiba terjatuh dan pingsan. "Bukkk." "Kak, apa yang kamu lakukan." Santy mengetuk pintu. Melihat tidak ada jawaban Santy membuka pintu yang tidak terkunci.
"Ahh, kakak." Santy melihat Adam yang pingsan di lantai. "Kak, bangun." Santy menepuk pipi Adam. Santy melihat jarum suntik di lantai dan berkata. "Kak, jangan bilang kamu bunuh diri." Santy menangis. "Uuhh." Santy melihat Adam yang bergerak. "Kak, aku pikir kamu bunuh diri." Santy menangis.
Adam membuka matanya dan melihat Santy yang menangis. "Aku bukanlah manusia bodoh yang memilih untuk mati bunuh diri." Kata Adam perlahan bangkit dan berdiri. "Kak, aku merasa kamu jauh lebih tinggi." kata Santy melihat Adam.
Adam membuka bajunya dan melihat perutnya yang sixpack dan otot di seluruh tubuhnya. "Tinggiku saat ini mungkin 180 cm." kata Adam kemudian melihat smartphone di tangannya dan melihat status dirinya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 1 Next Level (0/1000) Exp
Kekuatan : 42
Agility : 42
Vitalitas : 68
Stamina : 42/42
Reflek : 42
Poin : 0
Melihat status dirinya Adam bergumam. "Aku ingin tahu, apakah saat ini aku lebih kuat dari pada manusia evolusi." Adam tersenyum. Adam melihat tulisan 29 Hari 23 Jam 55 Menit di kotak hadiah. "Sepertinya aku akan mendapatkan hadiah lagi 30 hari dari sekarang." Adam tersenyum.
Adam membuka aplikasi shop dan melihat coinnya hanya tersisa 1000. "Sepertinya aku harus menghemat. Aku tidak tau berapa banyak coin yang di butuhkan untuk persyaratan upragade ke versi 4.0." gumam Adam.
Adam kemudian melihat 6 gambar baru. "3 makanan yang menambahkan 1 poin vitalitas. 1 makanan yang menambahkan 1 poin kekuatan, 1 minuman yang menambahkan 1 poin kecepatan dan 1 minuman yang menambahkan 1 poin stamina. Harganya tetap sama seperti sebelumnya yaitu 100 coin." Gumam Adam.
"Aku akan membeli semuanya nanti saat makan malam. Saat ini aku akan membeli barbel seberat 420 kg seharga 10 coin. Untuk mengetes kekuatanku." Smarphone bersinar kemudian barbel dengan berat 420 kg muncul di depan Adam. Adam kemudian mengangkat barbel seberat 420 kg dengan kedua tangan. "Uuhhh." "Ahhh." Santy terkejut Adam mengangkat barbel dengan begitu mudah.
Adam melihat pintu dan berlari. "Wuusshh." "Ahhh." Santy melihat Adam berpindah dengan cepat. "Aku merasa kecepatanku tidak jauh kalah dengan Ratih manusia evolusi tipe kecepatan." Gumam Adam.
"Ayo kita pergi." Kata Adam memakai pakaian. "Kita akan pergi kemana kak." tanya Santy. "Kita akan meninggalkan kota Tulungagung dan pergi menuju kota Kediri." Balas Adam. "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian berjalan keluar kamar.
"Kak, apa kamu menjadi manusia evolusi. Manusia biasa tidak akan bisa menghancurkan dinding dan berlari dengan cepat." tanya Santy. "Tidak, aku tetap manusia biasa. Namun memiliki kekuatan setara manusia evolusi." Kata Adam penuh percaya diri.
30 Menit kemudian Adam menemukan sebuah mobil sedan Honda Civic. "Kak, mobil ini sangat bagus." Kata Santy melihat mobil di showroom. "Ayo naik." Kata Adam setelah membeli kunci mobil di smartphone special. "Baik kak." Santy kemudian naik ke dalam mobil.
Setelah memasang sabuk pengaman, Adam memakai kacamata hitam yang dia beli di smartphone special. "Brooom." Adam menghidupkan mesin kemudian menginjak gas. "Broom." "Broom." Adam mengendarai mobil dan pergi ke arah barat.
3 Jam kemudian Adam telah berada di kota Kediri. Adam melihat sebuah rumah mewah kemudian menghentikan mobilnya. Adam turun dari mobil dan menutup pintu. Santy turun dari mobil dan berkata. "Mobil yang awalnya bagus, sekarang penuh dengan penyok." "Saat ini mobil sudah tidak ada harganya. Jadi buat apa berhati-hati saat menyetir." Balas Adam. Mendengar kata Adam, Santy tersenyum kecut.
"Duaarrr." "Duaarr." "Bukkk." Adam terkena dua tembakan di dada. "Kakak." Santy berteriak melihat Adam yang tertembak dan terjatuh di tanah. "Apa kita membunuhnya." 2 pria berpakaian hijau berjalan ke arah Adam.
"Mengapa kalian menembak kak Adam." Santy menangis melihat kedua pria. Saat hendak membalas perkataan Santy. Kedua pria melihat Adam tiba-tiba berdiri dan menembak mereka. "Duarr." "Duaarr." Adam menembak kepala dua pria dari jarak 3 meter. "Ayo pergi dari sini." Kata Adam berjalan dan masuk ke dalam mobil. "Baik kak." Santy mengusap air matanya dan masuk ke dalam mobil.
"Brooom." Adam menghidupkan mesin kemudian menginjak gas. Adam mengendarai mobil pergi ke arah barat. "Uuhh." Saat menyetir mobil, Adam merasa sakit di bagian dadanya. "Kak, apa kamu baik-baik saja." Santy menangis. "Aku baik-baik saja. jadi jangan menangis." Adam tersenyum.
Sementara itu di lokasi mayat kedua pria. 4 pria berpakaian hijau datang dan memeriksa mayat kedua pria. "Mereka berdua di bunuh oleh seseorang." Kata seorang pria. "Siapa yang berani membunuh regu pembunuh zombie." kata pria lain heran. "Bukankah sudah jelas. Siapa lagi kalau bukan Adam. Kita pergi ke kota ini untuk mencari amunisi peluru dan mencarinya." Kata pria lain. "Jika yang kamu katakan benar. Maka Adam berada di kota ini. Hubungi anggota regu yang lain." kata pria berambut pendek. "Baik." Balas 3 pria.
5 menit kemudian Adam menghentikan mobil kemudian membuka pakaiannya. Adam melihat dua peluru yang hampir menembus dagingnya. "Uuhh." Adam kemudian mengambil dua peluru dan membuangnya. "Kak, bagaimana bisa kulitmu begitu tebal. Bahkan peluru tidak menembus dagingmu." Santy Heran. "Ini manfaat memiliki vitalitas 68 poin." kata Adam memakai baju. "Broom." Adam kemudian menginjak gas.
5 Menit kemudian Adam yang menyetir mobil melihat jalan terblokir oleh mobil-mobil. "Kamu tunggu disini, aku akan memeriksa terlebih dulu." Kata Adam turun dari mobil. "Baik kak." Santy mengangguk dan melihat Adam yang turun dari mobil.
Saat turun dari mobil Adam melihat 6 pria berbaju hijau keluar dari balik pohon dan mengarahkan senjata kepadanya. "Berengsek" Adam mengutuk kemudian masuk ke dalam mobil. Adam memutar mobil kemudian menginjak gas.
"Tembak." 'Duar." "Duar." "Duar." 6 pria menembaki mobil yang di kendarai Adam. "Ahhhh." Santy berteriak. "Kak, kenapa kamu di serang oleh pria berseragam hijau yang sama seperti tentara." Tanya Santy. "Aku adalah buronan pemerintah. Karena aku kebal terhadap virus zombie. Pemerintah ingin menjadikanku kelinci percobaan." balas Adam. Santy terkejut saat mendengar kata Adam.
"Criitt." "Kak, kenapa kamu berhenti." Tanya Santy. "Karena mereka menargetkanku. Maka mereka harus siap mati." kata Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya dan membeli 2 rompi anti peluru, 2 helm tempur dan 2 bazooka RPG-28 dengan total 60 coin.
Smartphone bersinar kemudian 2 rompi anti peluru, 2 helm tempur dan 2 bazooka RPG-28 muncul di depan Adam. "Adam kemudian menaruh 2 bazooka di kursi belakang. "Pakai ini." Adam memberikan rompi anti peluru dan helm. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian menggunakan rompi anti peluru serta helm.