The Journey of Adam

The Journey of Adam
62. Serangan Burung Gagak



"Kita akan berdiam di sini selama 2 hari." kata Adam meminum bir. "Baik kak." Santy mengangguk. "Aku akan memeriksa rumah ini terlebih dulu." Adam mengambil pistol di sakunya kemudian mulai memeriksa rumah.


10 Menit kemudian Adam kembali ke ruang tamu dan berkata. "Rumah ini aman. Mungkin kucing-kucing itu membunuh semua hewan di rumah ini." "Mungkin saja kak." Santy mengangguk.


1 jam kemudian Adam dan Santy sedang makan pizza. "Emmm, Enak." Santy memakan pizza. "Jika kamu masih kurang, aku akan memunculkan pizza lagi." Adam tersenyum. "Tidak kak, Santy takut gemuk." Balas Santy. "Bukankah kamu saat ini hanya tersisa kulit dan tulang." Adam heran. "Eh, benar juga. Setelah virus zombie muncul. Santy selalu makan sedikit dan menjadi semakin kurus." Balas Santy.


6 Jam telah berlalu, saat ini Adam yang duduk di sebuah kursi mendengar suara. "Quak." "Quak." "Kak, suara apa itu." Tanya Santy mendekat ke arah Adam dan memegang tangannya. "Jika tebakanku benar, itu suara burung gagak." Kata Adam berdiri kemudian melihat ke luar jendela.


"Benar tebakanku, itu suara burung gagak." Kata Adam melihat 6 burung gagak sebesar 1 meter sedang memakan mayat kucing yang dia bunuh. "Quak." Adam melihat burung gagak melihat ke arahnya. "Oh, dia melihat diriku." Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membuka aplikasi shop dan membeli 100 amunisi senapan mesin seharga 10 coin. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan peluru senapan mesin muncul di depan Adam.


Adam mengambil amunisi dan berjalan ke arah senapan mesin. Adam memasang amunisi peluru ke senapan senapan mesin. "Saatnya membunuh burung gagak." Kata Adam membawa senapan mesin kemudian berjalan ke arah pintu.


Adam membuka pintu kemudian melihat 6 burung gagak. "Selamat tinggal." "Duur." "Duur." "Duur." "Quak." "Quak." Burung gagak mulai terbang di langit. "Jangan pergi." Adam menembaki burung gagak yang terbang di langit.


"Quak." "Buuk." Burung gagak jatuh di tanah. "Quak." "Quak." Adam melihat 2 burung gagak yang telah pergi jauh. "Membunuh gagak mengingatku tentang Resident evil." Kata Adam kemudian menembaki 4 burung gagak yang tergeletak di tanah. "Duur." "Duur." "Duur."


Setelah memastikan 4 burung gagak mati Adam masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. "Kak, apa kamu berhasil membunuh burung gagak." Tanya Santy. "Aku berhasil membunuh 4 burung gagak. Sementara 2 burung gagak berhasil melarikan diri." Balas Adam. "Ahh, apa burung gagak yang melarikan diri akan memanggil bala bantuan seperti kucing tadi." balas Santy. "Aku tidak tahu." Adam menggeleng. "Tapi jika burung gagak itu kembali bersama teman-temannya. Aku akan membunuh mereka semua." Adam menyeringai.


30 Menit telah berlalu saat ini Adam sedang memasang amunisi di senapan mesin. "Quak." "Quak." "Benar seperti dugaanmu Santy. Burung gagak itu kembali." "Bruakk." "Quuakk." "Quaak." Adam melihat burung gagak menghancurkan pintu.


"Berani-beraninya burung gagak jelek sepertimu menghancurkan pintu." "Duur." "Duurr." "Duurr." "Quuaakk." Adam menembaki burung gagak. "Quaakk." "Quuakk." Adam melihat 1 burung gagak terbang ke arahnya. "Kakk. Burung gagak itu kemari." Santy ketakutan. "Aku tahu." "Duurr." 'Duurr." Adam menembaki burung gagak yang terbang ke arahnya. "Quuakk." Burung gagak terjatuh di lantai. "Duurr." "Duuurr." Adam menembaki burung gagak yang tergeletak di lantai.


"Apa tidak ada lagi burung gagak yang datang." kata Adam melihat 4 mayat burung gagak. "Quakk." "Quuakk." Adam terkejut melihat burung gagak yang tiba-tiba terbang dan melesat ke arahnya dari luar. "Duurr." "Duuurr." Adam menembaki burung gagak. "Quakk." Burung gagak terjatuh di lantai. "Duurr." "Duurr." Adam menembaki burung gagak.


1 menit berlalu, 2 menit berlalu. melihat tidak ada burung gagak yang masuk ke dalam rumah Adam berkata. "Ayo kita naik ke lantai atas." "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian menaiki tangga.


Adam melihat sebuah ruangan kemudian masuk ke dalam. "Kunci pintu." kata Adam melihat Santy. "Baik kak." Santy kemudian mengkunci pintu. "Kak, apa kamu tahu penyebab dunia berubah." tanya Santy. "Aku tidak tahu." Balas Adam berbohong.


"Cari mati." "Duurr." "Duurr." "Quaakk." Adam menembaki burung gagak. Setelah memastikan burung gagak mati Adam keluar dari kamar. "Hei burung gagak sialan. Keluarlah jika kau berani." Teriak Adam.


Mendengar tidak ada balasan Adam melihat Santy dan berkata. "Ayo kita istirahat di kamar lain." "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian berjalan menuju ruangan lain. "Kak, mengapa gagak itu tahu keberadaan kita." tanya Santy.


"Mungkin burung gagak yang telah bermutasi memiliki kemampuan untuk mengetahui mangsanya berada. Dan kita di anggap sebagai mangsa." Balas Adam. "Ahh, apa itu benar kak." Santy terkejut. "Itu hanya tebakanku." Balas Adam kemudian masuk ke dalam ruangan.


"Santy mengkunci pintu kemudian berjalan ke arah kasur. "Kak, apa kita bisa tidur dengan tenang malam ini." tanya Santy. Santy takut bahwa burung gagak akan kembali lagi dan menyerang dia serta Adam. "Aku tidak tahu, jika kamu mengantuk. Kamu bisa tidur. Aku akan menjagamu." Adam mengelus rambut Santy. "Baik kak." Santy mengangguk.


30 Menit kemudian Adam mendengar sebuah suara. "Quak." "Sial, gagak itu kembali." Kata Adam kemudian menembaki pintu. "Duurr." "Duuurr." "Quaakk." Pintu hancur akibat terkena tembakan senapan mesin.


Adam melihat burung gagak tergeletak tidak bernyawa dan berkata. "Sepertinya kita tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini." "Mengapa kita tidak mencari rumah lain saja kak." tanya Santy. "Terlalu berbahaya untuk keluar di malam hari. Musuh kita bukan hanya gagak melainkan zombie dan hewan mutasi lainnya." Balas Adam.


"Jika mengantuk. Kamu tidurlah, aku akan menjagamu." Adam mengelus rambut Santy. "Kak, mengapa kamu sangat baik kepadaku. Padahal kamu baru saja mengenalku tidak lama ini." Tanya Santy. "Karena berbuat baik padamu. Aku tidak akan kehilangan sifat kemanusiaanku." Balas Adam.


7 Jam telah berlalu. saat ini Adam sedang berdiri di atas mayat burung gagak dengan memegang senapan mesin. "Berengsek, aku tidak bisa tidur sama sekali karena terror burung gagak sialan ini." Adam mengutuk. Saat malam hari lebih 10 kali burung gagak menyerang Adam. Yang membuat Adam tidak bisa tidur sama sekali.


"Ayo kita mencari rumah lain." kata Adam melihat Santy yang mengantuk. "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian menuruni tangga. Adam keluar rumah dan melihat puluhan mayat kucing dan burung gagak. "Sepertinya kita akan berjalan." Kata Adam melihat motornya hancur akibat terkena ledakan rocket. Adam dan Santy kemudian berjalan.


Tidak lama setelah berjalan Adam melihat sebuah rumah. "Ayo kita istirahat di rumah itu." Kata Adam berjalan menuju rumah di ikuti Santy. Melihat pintu tidak kunci, Adam masuk ke dalam rumah. "Aku akan memeriksa rumah ini." kata Adam menaruh senapan mesin dan mengambil pistol di saku celananya. "Baik kak." Santy mengkunci pintu kemudian duduk di sofa.


10 menit kemudian Adam kembali ke ruang tamu dan berkata. "Rumah ini aman." Adam melihat smartphone di tangannya kemudian membuka aplikasi shop dan membeli 2 porsi bakso, 20 sate ayam dan 2 botol air mineral seharga 45 coin. Smartphone bersinar kemudian 1 mangkok bakso yang terbungkus plastik serta 20 sate ayam yang terbungkus kertas dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.


"Ayo kita makan dulu sebelum tidur." kata Adam melihat Santy. "Baik kak." Santy mengangguk. Adam dan Santy kemudian mulai makan. "Pelan-pelan jika makan." kata Adam mengusap bumbu saté di dekat bibir Santy. "Baik kak." Santy tersipu saat Adam mengusap bibirnya.