The Journey of Adam

The Journey of Adam
29. Merry Agustina



Setelah beberapa menit berjalan ke barat, Adam mendengar sebuah sauara "Uuukk, Uukkk." "Suara burung hantu." Gumam Adam kemudian melihat ke atas rumah. "Itu." Adam melihat burung hantu sebesar 1 meter menatap ke arahnya.


"Jika dia menyerangku. Aku tidak akan ragu untuk membunuhnya." Adam mencengkram pistol di saku celananya. "Uuukk, Uuukk." Melihat burung Hantu tetap diam, Adam kemudian berjalan menjauh.


Setelah berjalan cukup jauh, Adam berhenti di depan sebuah rumah. Adam menyalakan senter dan membuka pintu. "Kreekk." Melihat pintu tidak terkunci Adam kemudian masuk. "Uuhhh." Saat masuk di dalam rumah. Adam melihat mayat yang sudah membusuk. "Sepertinya aku harus mencari rumah lain untuk tempat istirahat." Gumam Adam.


"Uuukk, Uuukk." Saat hendak pergi dari rumah, Adam sekali lagi mendengar suara burung hantu. "Jangan bilang burung hantu itu mengikutiku, atau ada lebih burung hantu di daerah ini." Kata Adam dengan ekspresi serius.


Adam berjalan ke luar rumah, dan melihat bahwa burung hantu ada di atas rumah. "Sepertinya ini burung hantu yang tadi." Gumam Adam. "Uuuuk, Uuukk." Burung Hantu melihat ke arah Adam kemudian terbang menjauh. "Eh, dia pergi kemana." Adam heran dengan burung hantu yang tiba-tiba pergi.


Adam yang penasaran, tiba-tiba berlari ke arah burung hantu pergi. "Uuukk, Uuukk." Tidak lama kemudian Adam melihat burung hantu hinggap di atas rumah. "Uuukk, Uuukk." Burung hantu sekali lagi terbang. "Hmm." Adam sekali lagi mengejar burung Hantu.


"Uuukk, Uuukk." Burung hantu hinggap di sebuah atap rumah dan memutar kepalanya. Adam yang penasaran kenapa burung hantu tidak lagi terbang, berjalan memasuki rumah. RAdam menyalakan senter kemudian melihat rumah masih tertata rapi. "Rumah ini masih rapi." Kata Adam kemudian mengecek setiap ruangan.


Saat memasuki ruangan, Adam melihat tubuh yang tergeletak di lantai. "Apa dia mayat." Kata Adam berjalan ke arah tubuh yang tergeletak. "Dia manusia dan masih hidup." Kata Adam melihat sosok perempuan yang tidak sadarkan diri.


"Krukk." Adam mendengar sebuah suara. "Dia pasti sangat kelaparan, jadinya dia pingsan." Kata Adam kemudian membuka aplikasi shop di smartphone specialnya, dan membeli sebotol air putih serta satu mangkok bubur. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih, dan sebotol air putih serta satu mangkok bubur, yang terbungkus plastik muncul di depan Adam.


Adam membuka plastik yang membungkus mangkok bubur. Setelah plastik yang membungkus bubur di buka, Adam secara paksa menyuapi perempuan yang sedang pingsan. "Emmm." Perempuan merasakan bubur yang masuk di mulutnya.


"Apa kamu sudah bangun." Kata Adam melihat tangannya tiba-tiba di pegang perempuan. "Siapa kamu." Kata Perempuan dengan suara lemah. "Aku manusia, tapi tenanglah. Aku bukan orang jahat." Balas Adam. "Apa kamu memberiku makan." Tanya perempuan sekali lagi.


Adam yang melihat perempuan tidak membuka matanya dan melihat ke arah lain bergumam. "Apa perempuan ini tidak bisa melihat." "Benar, aku memberimu bubur. Kamu pasti pingsan karena kelaparan. Jadi makanlah dulu." Kata Adam. "Terimakasih." Sebelum perempuan menyelesaikan perkatannya, Adam mulai menyuapi sekali lagi.


"Nama kakak menarik, apa kak Adam orang luar." Tanya Merry. "Aku orang Indonesia, ibuku orang inggris, ayahku orang indonesia. Jangan pangil aku kakak. Panggil saja aku Adam." Balas Adam. "Emm, baik Adam." Merry mengangguk.


"Apa kamu hidup sendirian Merry." Tanya Adam. Adam melihat Merry tidak menjawab pertanyaannya. "Baiklah jika kamu tidak ingin bercerita." Kata Adam. "Aku hidup bersama paman dan bibiku. Namun mereka tiba-tiba menghilang setelah mendengar cerita manusia tiba-tiba berubah menjadi zombie." Balas Merry.


Mendengar kata Merry, Adam terdiam. "Kemudian dimana orang tuamu." Kata Adam beberapa detik setelah terdiam. "Orang tuaku telah meninggal saat aku kecil." Balas Merry. "Maaf." Balas Adam. "Tidak apa-apa." Merry tersenyum.


Adam melihat perempuan kemudian berdiri. "Tidurlah, aku akan ada di luar." "Terimakasih Adam, kamu orang baik." Merry tersenyum. Adam tersenyum kecut kemudian keluar dari ruangan.


Saat berdiri di dekat jendela, Adam melihat burung hantu yang hinggap di sebuah pohon. Burung hantu pun melihat ke arah Adam. "Apa dia pemilikmu." Kata Adam melihat burung. "Uuuk." Burung hantu memutar kepalanya kebelakang. "Aku begitu bodoh mencoba berbicara kepada hewan." Adam tersenyum kecut kemudian duduk di sofa.


Keesokan harinya. "Adam, apa kamu masih ada disini." Adam membuka matanya dan melihat Merry berjalan ke ruang tamu. Saat melihat Merry Adam bergumam. "Di malam hari aku tidak terlalu jelas melihat wajahnya, aku tidak menyangka dia begitu cantik." "Aku disini." Balas Adam.


"Aku pikir kamu sudah pergi, dan meninggalkanku sendiri." Kata Merry. Adam berdiri kemudian mulai menuntun Merry duduk di sofa. "Sebenarnya aku bisa duduk sendiri." Balas Merry. "Apa kamu lapar, jika kamu lapar aku punya beberapa makanan." Kata Adam kemudian membuka aplikasi shop di smartphone special dan membeli beberapa makanan serta dua botol air putih.


Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan makanan serta minuman muncul di depan Adam. "Eh, aku tiba-tiba mencium bau makanan." Kata Merry. "Aku sudah masak sejak tadi pagi, dan mempersiapkan makanan untukmu." Balas Adam berbohong.


"Kamu seharusnya tidak terlalu baik padaku. Kita tidak saling mengenal, terlebih lagi." "Buka mulutmu dan bilang ahhh." Kata Adam memotong perkataan Merry. "Anehnya Merry mengikuti perkataan Adam dan membuka mulutnya. Adam kemudian mulai menyuapi Merry.


Adam melihat Merry meneteskan air mata. "Jangan menangis, air matamu asin. Nanti makanannya jadi tambah asin." Balas Adam kemudian menghapus air mata Merry. "Bolehkah aku memegang wajahmu." Kata Merry tiba-tiba. "Boleh." Balas Adam. Merry kemudian mulai meraba-raba wajah Adam.


"Kamu pasti seumuran denganku." Kata Merry. "Aku 23 tahun." Balas Adam. "Tebakanku hampir betul, aku 21 tahun." Merry tersenyum. "Benar, apa kamu tidak bisa melihat sejak lahir." Tanya Adam sambil makan.