
"Baiklah, aku tidak peduli meski badanku penuh dengan luka." Adam kemudian mulai memegang pedang dengan dua tangan, dan berlari ke arah kerumunan zombie. "Crash." "Cepp." Adam menebas dan menusuk zombie tidak peduli meski salah satu zombie mengigit badannya.
"Dia bertarung terlalu bar-bar." Kata pemuda menelan seteguk air liur melihat cara bertarung Adam yang sembrono. "Kak, mengapa kita tidak membantunya." Kata perempuan. "Kita berdua hanya manusia biasa. Jika hanya menghadapi beberapa zombie aku akan membantunya. Tapi ini puluhan zombie." balas pemuda dengan ekspresi buruk.
Beberapa menit kemudian Adam berdiri dengan nafas terengah-engah, melihat mayat puluhan zombie disekitarnya. "Ughh." Adam tiba-tiba memegang perutnya. "Aku terlalu memaksakan diri." Kata Adam kemudian berjalan menuju di mana Merry berada.
"Permisi." Adam mendengar sebuah suara kemudian berbalik dan melihat sepadang pemuda dan perempuan berjalan ke arahnya. "Apakah kami bisa ikut denganmu." Tanya seorang perempuan. Adam menatap perempuan dan pemuda kemudian membalas. "Apakah kalian kembar." Adam tidak menjawab pertanyaan perempuan, melainkan bertanya apakah perempuan dan pemuda kembar.
"Benar, kami berdua kembar. Aku Angga dan ini adikku Anggi." Kata pemuda. "Apakah kalian manusia evolusi atau biasa." Tanya Adam. "Tidak, kami berdua hanya manusia biasa." Jawab Anggi. Tidak tahu apakah mereka berdua berkata jujur atau tidak Adam membalas. "Baiklah, kalian berdua bisa ikut denganku. Tapi aku tidak punya banyak makanan."
"Tidak masalah, kami memiliki beberapa makanan. Tunggu sebentar, aku akan mengambil persediaan kami." Kata Angga berlari ke arah sebuah rumah. Melihat perempuan muda di depanya Adam bergumam. "Dia cantik, lebih cantik dari Merry. Jika aku harus memberi penilian, dia akan aku beri 7,5 poin.
Tidak lama kemudian Angga kembali dengan membawa dua tas. "Ikuti aku." Kata Adam kemudian diikuti oleh Angga dan Anggi. "Kak, apakah perempuan yang bersamamu kemarin baik-baik saja." Kata Anggi.
"Dia terluka, bagaimana kamu tahu aku bersama seorang perempuan." balas Adam melihat Anggi. "Kemarin kami berdua melihat kamu bertarung melawan zombie." Balas Angga. "Jadi begitu." Balas Adam.
Adam, Angga dan Anggi kemudian tiba di sebuah rumah kosong, dimana Merry berada. "Merry, aku kembali." Kata Adam saat memasuki rumah. "Adam." Adam yang mendengar suara balasan pelan, berjalan menuju sebuah ruangan.
"Kalian tidak perlu mengikutiku." Kata Adam masuk ke dalam ruangan. Melihat Adam masuk ke dalam ruangan, kedua saudara kembar duduk di kursi.
"Adam apa kamu baik-baik saja." Kata Merry merasakan seseorang masuk ke dalam kamar. "Aku baik-baik saja." Balas Adam. "Apakah kamu terluka lagi, aku mencium bau darah." Balas Adam. "Oh, pakaian dan badannku penuh darah zombie." balas Adam. Adam tidak mengatakan bahwa dirinya terluka. Karena takut Merry khawatir.
"Baguslah kamu baik-baik saja." Merry tersenyum. "Benar, ada sepasang suadara kembar yang ingin pergi bersama kita." Kata Adam. "Lalu apa kamu menolak mereka." tanya Merry. "Aku menerima mereka, mereka berdua ada di depan." Balas Adam. "Aku tahu kamu orang baik Adam." Merry tersenyum mendengar balasan Adam.
Saat keluar dari kamar, Adam melihat sepasang saudara kembar yang mengobrol. "Apa perempuan di dalam adalah pacarmu kak." Tanya Anggi yang melihat Adam keluar dalam kamar." "Tidak, dia hanya seorang teman." Balas Adam kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Melihat Adam yang berjalan ke arah kamar mandi Anggi berkata. "Apa kamu akan bertarung melawan puluhan zombie untuk seorang teman perempuan kak." "Tentu saja tidak, tapi beda lagi ceritanya jika perempuan itu adalah kamu, dan seseorang yang kakak suka." Balas Angga tersenyum.
Setelah masuk ke dalam kamar mandi Adam melepas semua pakaiannya. Adam melihat dirinya di cermin dan berkata. "Badanku penuh dengan luka." Adam menghela nafas kemudian membuka aplikasi shop di smartphonenya. Adam membeli peralatan mandi dan 1 galon air yang menghabiskan total 10 coin. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan sinar putih lalu peratalan mandi dan galon yang terisi air muncul di depan Adam.
Adam kemudian menuangkan air galon ke bak mandi plastik yang kosong. "Saatnya mandi." Kata Adam mulai membilas tubuhnya. "Ughh." Adam mengerang saat merasakan perih ketika lukanya terkena air. Adam menahan rasa perih dan terus membilas tubuhnya.
Beberapa menit kemudian Adam keluar kamar mandi, dengan pakaian baru yang dia beli di aplikasi shop. "Eh, apa kamu baru saja mandi." Angga terkejut melihat penampilan Adam yang bersih. "Benar, memangnya kenapa." Tanya Adam. "Ahh, apa kamu tidak takut air sudah tercemar dan mengandung virus." Balas Angga. "Ohh, aku mandi dengan air galon." Kata Adam kemudian masuk ke dalam ruangan dimana Merry berada.
Sementara Angga dan Anggi terkejut mendengar kata Adam. "Dia begitu boros, bisa-bisanya mandi dengan air galon." Angga menggeleng. "Mungkin kak Adam sangat ingin mandi." Anggi tersenyum.
Adam saat ini masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Merry. "Adam." Kata Merry. "Iya, ada apa." Balas Adam mengenggam tangan Merry. "Tidak ada." Merry tersenyum saat Adam mengenggam tangannya.
"Merry aku ingin membersihkan tubuhmu." Kata Adam mengeluarkan tisu basah yang dia beli beberapa saat lalu di aplikasi shop. "Baiklah." Merry mengangguk dengan malu. Adam kemudian mulai melepas pakaian Merry.
Adam melihat wajah Merry memerah saat pakaiannya di lepas olehnya. "Dia pasti malu." Gumam Adam setelah selesai melepas pakaian Merry. Jika ada seseorang yang melihat ekspresi Adam saat ini pasti mereka akan terkejut.
Karena Adam tidak bernafsu melihat Merry yang hanya mengenakan pakaian dalam. Melainkan Adam menampilkan ekspresi sedih saat melihat luka-luka di badan Merry. Adam kemudian mulai membersihkan wajah Merry dengan tisu basah.