
"Sssss" tiba-tiba Adam dan Angga mendengar suara desisan. "Suara desisan." Kata Adam dengan serius. Adam tahu di dekatnya pasti ada seekor ular. "Ahhh, Kak Adam lihat dibelakangmu." Teriak Anggi dari dalam mobil.
Adam dan Angga kemudian berbalik dan melihat seekor ular bewarna cokelat agak kemerahan, yang panjangnya sekitar 5 meter. "Apakah itu ular piton." Kata Angga berjalan mundur saat melihat ular yang panjangnya sekitar 5 meter. "Sepertinya tidak, jika tebakanku denar. Ular ini adalah ular tanah." Kata Adam juga berjalan mundur melihat ular yang mendesis dan menatap ke arahnya.
"Ssss." Ular tanah mendesis dan bergerak menuju Adam. Adam mengambil pistol dari sakunya kemudian mulai menembak ular. "Duar." "Duar." "Ssss."Ular mendesis saat terkena tembakan Adam. Melihat ular tidak bergerak, Adam berkata. "Ayo masuk ke dalam mobil." Angga mengangguk dan masuk ke dalam mobil.
"Kak, mengapa ada ular yang tiba-tiba muncul." Tanya Angga penasaran. "Aku juga tidak tahu. Intinya ular itu lebih berbahaya dari pada ular piton. Karena perubahan dunia, ukuran ular itu bertambah besar, dan bisanya pasti lebih mematikan. " Balas Adam.
"Aku tidak bisa membayangkan betapa besar ular piton yang bermutasi. Apakah besarnya seperti Anaconda di film." Angga mulai membayangkan Anaconda di film. "Lalu seperti apa besarnya Anaconda yang bermutasi." Tanya Anggi penasaran. "Mungkin sebesar bus." Balas Adam menghidupkan mesin mobil. "Glek." Angga dan Anggi meneguk air liur saat mendengar kata Adam.
"Adam jangan menakut-nakuti kita." Kata Merry. "Aku tidak menakut-nakuti kalian. Mungkin suatu saat kalian akan bertemu Anaconda jika memiliki nasib buruk." Balas Adam. "Aku berharap tidak pernah menemui Anaconda." Balas Angga. Anggi juga mengangguk. Adam hanya tersenyum mendengar kata Angga. Adam tidak pernah menyadari bahwa suatu saat dirinya lah yang akan bertemu Anaconda.
Setelah Adam pergi ular yang tergeletak di tanah tiba-tiba menggeliat dan mulai bergerak. Jika melihat kejadian ini, Adam akan marah karena gagal membunuh ular. Ular kemudian mulai bergerak menuju semak-semak.
Adam yang menyetir mobil tiba-tiba menginjak rem. "Critt." Mobil berhenti. "Adam kenapa berhenti, apa kamu melihat beberapa zombie lagi." Kata Merry. "Bukan, melainkan seekor ular." Kata Anggi yang membalas Merry saat melihat seekor ular yang sedang bergerak di jalan. "Ular itu mirip yang kita temui tadi." Kata Angga.
"Benar, ular itu seperti yang kita temui tadi, dan ular itu telah memakan sesuatu." Adam melihat badan ular yang terlihat lebih besar. "Apa ular itu memakan manusia." tanya Angga penasaran. "Aku tidak tahu." Balas Adam. "Kalau begitu mengapa kita tidak membelah badan ular untuk mencari tahu." Kata Angga.
"Terserah, tapi aku tidak akan membantumu membelah badan ular." Balas Adam. "Uuhh." Angga tersenyum kecut mendengar balasan Adam. Adam turun dari mobil kemudian mulai menembaki ular. "Duar, Duar, Duar." Adam memberikan tiga tembakan ke badan ular. "Ssss." Ular mendesis terkena tembakan Adam dan mulai bergerak menjauh.
"Ehh, tidak mati setelah terkena tiga tembakan. Berarti ular pertama yang aku temui pasti tidak mati." Adam melihat ular yang bergerak menjauh darinya. Adam mengisi peluru pistol kemudian mulai menembaki ular sekali lagi. "Duar, Duar, Duar." Adam melihat ular menggeliat saat terkena tembakan.
"Masih belum mati, daya bertahan hidupnya sangat tinggi." Kata Adam kemudian membuka aplikasi shop di smartphone dan membeli satu granat tangan. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan satu granat muncul di depan Adam. Adam mengambil granat kemudian melemparkan ke arah ular. "Booom." Granat meledak.
"Angga, bukankah kamu ingin membelah perut ular. Ular itu sudah mati." kata Adam melihat Angga yang sudah berdiri di belakangnya. "Tidak jadi, tiba-tiba aku kehilangan semangat untuk membelah perut ular." Kata Angga berbohong. Adam hanya tersenyum mendengar kata Angga. Renji tahu Angga tidak berani membelah perut ular sendirian.
"Ayo masuk ke dalam mobil." Kata Adam kemudian masuk ke dalam mobil. Angga mengangguk dan juga masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian Adam menyalakan mesin mobil dan melanjutkan perjalanan.
Beberapa menit kemudia Adam menghentikan mobil setelah melihat kejadian di depannya. "Aku tidak percaya melihat pertarungan ular dengan zombie evolusi." kata Angga melihat seekor ular hijau dengan ekor merah yang panjangnya 4 meter lebih, sedang mengigit badan zombie evolusi tipe kecepatan.
Zombie evolusi tipe kecepatan berteriak saat digigit ular dan mencoba melepaskan dirinya dari gigitan ular. Tidak lama kemudian zombie evolusi mengalami kejang dan terjatuh ke tanah. "Apa zombie evolusi itu mati." Tanya Anggi penasaran melihat zombie evolusi yang terjatuh ke tanah. "Mungkin." Balas Adam dengan ekspresi serius.
"Ssss." Melihat lawannya telah mati ular mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang Adam kendarai. "Jangan bilang ular itu ingin menyerang kita." Kata Adam serius saat ular menatap ke arahnya. Adam tahu bahwa ular hijau bermutasi di depannya lebih berbahaya dengan dua ular tanah yang dia temui beberapa saat lalu.
"Ssss." Ular mendesis kemudian bergerak dengan cepat ke arah mobil yang Adam kendarai. "Kak Adam ular itu menuju kita." Kata Anggi dengan panik melihat ular hijau sepanjang 4 meter yang bergerak cepat ke arah mobil. "Aku tahu." Kata Adam dengan ekspresi serius kemudian mulai menginjak pedal gas dan mengarahkan mobil ke arah ular hijau. "Brum." "Bruakk." Ular hijau melompat dan menabrak kaca depan mobil.
"Ssss." Ular hijau mendesis dan menunjukan taringnya. "Hiks." Angga dan Anggi merinding melihat taring ular hijau yang meneteskan bisa. "Krak." Ular hijau mengigit kaca depan mobil, yang membuat kaca mulai retak.
Melihat ular hijau yang mencoba memecahkan kaca mobil Adam mengeluarkan pistol dari sakunya. "Tutup telinga kalian." Kata Adam mengarahkan pistolnya ke arah ular hijau. Kedua saudara kembar dan Merry menutup telinga mereka setelah mendengar kata Adam. Adam kemudian mulai menembak ular.
"Duar, Duar, Duar." Adam menembak 7x ke arah ular hijau dari dalam mobil. "Ssss." Ular hijau melompat mundur setelah terkena 7 tembakan dimulutnya. "Ssss." Ular hijau mulai menggeliat kesakitan di tanah.
Adam yang melihat ular hijau masih belum mati mulai mengisi peluru pistol. Setelah selesai mengisi peluru pistol, Adam keluar dari mobil dan menembaki ular hijau. "Duar, duar, duar." Adam memberikan tiga tembakan ke arah perut ular. "Ssss." Ular hijau mendesis dan berhenti menggeliat.