
Adam mengabaikan Jessica kemudian mengeluarkan peluru di kaki kanannya. "Ahhhh." Melihat Adam yang kesakitan dan berkeringat, Jessica kemudian mengusap keringat di wajah Adam menggunakan tisu. "Ahhh." Adam sekali lagi berteriak saat mengeluarkan peluru di kaki kirinya.
Adam membasuh kedua kakinya dengan air hangat kemudian mengambil perban dan membalut kedua kakinya yang terluka. "Adam apa yang terjadi padamu." Tanya Jessica melihat Adam. "Aku di tembak oleh tentara." Balas Adam. "Ahhh, mengapa kamu di tembak tentara." Jessica terkejut.
"Panjang ceritanya." Kata Adam berdiri. "Kamu ingin pergi kemana. Bukankah kamu terluka." Kata Jessica melihat Adam. "Aku sudah biasa terluka." Adam tersenyum kemudian keluar dari rumah.
Jessica yang melihat Adam berjalan ke arah motor berkata. "Apa kamu lebih memilih Merry dari pada aku." Adam berbalik kemudian melihat Jessica. "Sebenarnya aku ingin memiliki kamu dan Merry. Tapi kamu tidak akan suka jika aku bersama Merry."
Jessica mengigit bibirnya dan berkata. "Pergilah, dan jaga Merry dengan baik." Jessica kemudian berbalik. "Maaf Jessica." Kata Adam mengendarai motor kemudian pergi. Setelah Adam pergi Jessica kemudian menangis. "Huaaa, Kamu jahat Adam."
Tidak lama setelah pergi dari rumah Jessica, Adam berhenti di tengah jalan kemudian mulai berjalan ke arah gang. Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya kemudian membeli sebuah topeng kulit dan sebotol bir. Smartphone bersinar kemudian topeng kulit yang terbungkus plastik dan sebotol bir muncul di depan Adam.
Adam kemudian membuka plastik yang membungkus topeng kulit. Adam melihat topeng kulit yang di pegangnya kemudian memakainya. Setelah memakai topeng kulit Adam melihat dirinya di cermin. "Aku seperti pria berusia 30an." Kata Adam melihat wajahnya yang berbeda.
Adam kemudian duduk dan membuka botol bir. "Ceezzz." "Glek, glek." Adam meminum bir. "Hei God apa kamu saat ini sedang melihatku. Jika kamu melihatku, mengapa kamu membuat dunia seperti ini." Adam menghela nafas kemudian berteriak. "Jawab pertanyaanku. Mengapa kamu membuat dunia kacau seperti ini."
"Jika kamu tidak menjawab pertanyaanku. Maka jangan salahkan aku untuk tidak mempercayaimu lagi." Adam melihat langit kemudian membuang botol bir. "Centarr." Adam kemudian berjalan pergi.
Tidak lama setelah berjalan dari gang, Adam melihat seorang pria yang sedang duduk di sebuah motor. Adam mendorong pria kemudian mengendarai motor dan melesat pergi. "Berengsek, kembalikan motorku pencuri" teriak pria.
1 Jam kemudian Adam melihat perbatasan kota di jaga oleh puluhan polisi dan tentara. "Sepertinya, aku tidak bisa meninggalkan kota hari ini." kata Adam memutar balik motor dan melesat pergi.
Sementara itu di tempat lain beberapa pria berkumpul. "Apa pria bernama Adam itu sudah di temukan." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik. "Belum, semua polisi dan tentara masih mencarinya." Balas seorang pria. "Dia memiliki luka tembak di kedua kakinya. Saat ini dirinya pasti sedang bersembunyi di suatu tempat." Kata Erik.
"Benar, apa para peneliti sudah selesai memeriksa darah Adam." Tanya Erik. "Sudah komandan." Balas pria. "Bagaimana hasil penelitiannya." Balas Erik. "Menurut penelitian Adam memiliki golongan darah A. Dan darahnya tidak memiliki perbedaan seperti golongan darah lainnya." Kata seorang pria. Mendengar kata pria, semua orang di dalam ruangan terkejut.
"Apa kamu sudah menemukan seseorang yang bersedia menjadi uji coba." Tanya Erik. "Saya sudah menemukan satu pria komandan." Balas pria. "Donorkan darah Adam padanya, lalu setelah 24 jam biarkan dia tergigit oleh zombie." kata Erik. "Baik komandan." Balas pria.
12 Jam telah berlalu, saat ini di sebuah ruangan berkumpul beberapa orang. "Apa pria bernama Adam itu sudah ditemukan." Tanya Erik. "Tidak komandan. Kami sudah mencari ke setiap rumah." balas pria. "Dia seperti tikus yang sedang bersembunyi. Sulit untuk ditemukan." Balas Erik.
Saat ini Adam sedang berada di dalam gereja. "Mengapa kamu masih belum tidur." Kata seorang pria paruh baya melihat Adam. "Aku masih belum mengantuk." Balas Adam. "Terimakasih sudah memperbolehkanku tidur disini." Adam melihat pria. "Bukan masalah besar." pria tersenyum.
"Pendeta, apa kamu percaya tuhan itu ada." Tanya Adam. "Saya percaya." Balas pria. "Jika tuhan itu ada, mengapa dia membiarkan kekacauan berada di dunia ini." tanya Adam. "Saya juga tidak mengerti. Tapi menurut alasanku pribadi tuhan ingin menguji semua manusia di bumi ini. Apakah saat ada kekacauan seperti, masih banyak manusia yang mengingatnya atau melupakannya. Buktinya tuhan tidak melupakan kita. Saat ada zombie, tuhan juga membiarkan manusia memiliki kekuatan super." balas pendeta.
"Pendapatmu sungguh menarik pendeta." Balas Adam tersenyum. "Baiklah, aku akan tidur. Kamu jangan tidur terlalu malam." Pendeta tersenyum kemudian pergi. Melihat pendeta yang pergi Adam berkata. "Di dunia ini ada banyak agama dan aku ingin tahu tuhan mana yang benar-benar ada."
Keesokan harinya di sebuah ruangan seorang pria membiarkan tangannya tergigit zombie. dan tidak lama kemudian pria kemudian berubah menjadi zombie. "Grrrr." "Duaar." Seorang pria menembak kepala pria yang baru saja berubah menjadi zombie. "Sepertinya darah Adam tidak memberikan efek kebal terhadap virus zombie." kata pria paruh baya yang berdiri di luar ruangan.
"Apa ada kabar mengenai Adam." Tanya pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik. "Tidak ada kabar mengenai Adam komandan." Balas pria. "Komandan gawat." Seorang pria berlari. "Ada apa." Balas Erik melihat pria yang terengah-engah. "Kami melihat ratusan ribu zombie bergerak dari kota Gresik ke arah kota Surabaya." Kata pria.
Mendengar kata pria. Ekspresi Erik berubah menjadi buruk. "Berapa lama perkiraan ratusan ribu zombie itu datang ke kota ini." tanya Erik. "Kurang dari 1 jam komandan." Balas pria. "Beri tahu semuanya untuk berkumpul di perbatasan kota." balas Erik dengan serius. "Baik Komandan."
Saat ini Adam sedang berada di sebuah gereja dan melihat pendeta berjalan ke arahnya. "Apa kamu sudah mau pergi." tanya pendeta. "Benar, terimakasih karena sudah membiarkanku istirahat di sini pendeta." Adam tersenyum.
"Panggil aku Jusuf Adam." kata Pendeta. "Terimakasih Jusuf." Adam tersenyum kemudian menaiki motornya dan pergi. melihat Adam pergi Jusuf berkata. "Aku kasihan padanya karena tidak menjadi manusia evolusi." Jusuf menghela nafas.
10 menit kemudian Adam berhenti di tepi jalan dan melihat puluhan truck yang berisi pria berseragam hijau melewatinya. "Regu pembunuh zombie." kata Adam melihat truck. "Aku penasaran mereka ingin pergi kemana." Kata Adam kemudian mengikuti truck.
40 Menit kemudian Adam melihat puluhan ribu pria berbaris di perbatasan. "Disini berbahaya, cepat pergi dari sini." Seorang pria menghampiri Adam. Saat hendak membalas perkataan pria. Adam melihat kerumunan zombie yang bergerak menuju perbatasan. "Serangan zombie." kata Adam terkejut. "Sial, mereka sudah sampai. Cepat pergi dari sini. Karena kamu hanya manusia biasa." kata pria kemudian melesat dengan cepat.
"Heh, sepertinya manusia biasa sudah mulai di remehkan." Adam tersenyum. "Aku akan sedikit menjauh dari sini. Aku ingin melihat apakah mereka bisa mengalahkan serangan zombie atau tidak." kata Adam kemudian mulai pergi menjauh.
5 menit kemudian Adam melihat sebuah pesawat menjatuhkan bom dari langit. "Booom!!." Ledakan terjadi. "Aku ingin tahu berapa jumlah zombie yang menyerang kota ini." Adam penasaran.
25 Menit kemudian Adam mendengar teriakan. "Hahaha, kita menang. Zombie telah mundur." "Sepertinya kota ini berhasil bertahan." Adam tersenyum kemudian menarik gas dan pergi.