The Journey of Adam

The Journey of Adam
68. Melepaskan Hawa Nafsu



Setelah memakai rompi anti peluru dan helm Adam berkata. "Apa kamu sudah siap." "Santy siap kak." Santy mengangguk dengan serius. "Criitt." Adam kemudian memutar mobil. "Kita akan membunuh beberapa orang." Kata Adam serius lalu menginjak gas. "Glekk." Santy menelan air liur mendengar kata Adam.


"Lihat, bukankah itu dia. Mengapa dia kembali ke sini." Kata seorang pria berada di balik pohon. "Lihat dia turun dari mobil." Kata pria lain. "Sial, dia mengambil bazooka." Teriak seorang pria. "Matilah bajingan." Adam berteriak kemudian menekan platuk. "Busshhh." Rocket melesat ke arah 6 pria. "Booom!!." "Ahhhh." Ledakan terjadi dan 6 pria terlempar.


Adam mengambil bazooka lain dari dalam mobil kemudian membidik mobil-mobil yang menghalangi jalan. "Busshh." Rocket melesat ke arah mobil. "Booom!!." Ledakan terjadi dan mobil-mobil terlempar.


Adam membuang bazooka kemudian masuk ke dalam mobil dan menginjak gas. "Broom." Adam menyetir mobil dan melewati mobil yang terbakar di tengah jalan. "Ahhh." Santy berteriak. Seorang pria tergeletak di tanah dan melihat Adam pergi menggunakan mobil. "Dia pria gila." Kata Pria kemudian jatuh pingsan.


Setelah cukup dari lokasi ledakan, Adam menghentikan mobil. Adam melihat smartphone yang muncul di tangannya kemudian membeli topeng kulit seharga 10 coin. Smartphone bersinar kemudian topeng kulit yang terbungkus plastic muncul di depan Adam.


Adam melepas helm yang dia pakai dan berkata. "Lepas helmmu." Adam melihat Santy. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian melepas helm yang dia pakai. Adam kemudian memakai topeng kulit. "Ahhh." Santy terkejut melihat wajah Adam yang berubah. "Brooom." Adam menghidupkan mesin kemudian menginjak gas dan pergi ke arah utara.


5 Menit kemudian Adam menghentikan mobil dan berkata. "Ayo keluar." "Baik kak." Adam dan Santy keluar dari mobil. Adam berjalan ke arah motor dan melihat sebuah motor yang kuncinya masih menancap. "Ayo naik." Kata Adam menaiki motor. "Baik kak." "Brooom." Adam kemudian menarik gas.


30 Menit kemudian Adam melihat sebuah rumah mewah dan berhenti. "Ayo kita istirahat di rumah itu." Kata Adam turun dari motor. "Baik kak." Santy kemudian mengikuti Adam. Adam membuka gerbang kemudian berjalan ke arah pintu.


Adam mengambil pistol kemudian membuka pintu. Melihat pintu di kunci, Adam kemudian menendang pintu. "Bruakk." Pintu terbuka. "Kamu tunggu disini, aku akan memeriksa rumah ini." kata Adam melepas topeng kulit yang dia pakai. "Baik kak." Santy mengangguk.


Saat ini yang sedang berdiri di pintu mencium bau harum. "Bau yang harum." Kata Santy. Tidak lama kemudian setelah mencium bau harum Santy merasakan tubuhnya menjadi hangat dan gairahnya meningkat. "Apa yang terjadi padaku." Kata Santy memegangi dada dan celananya.


Beberapa menit kemudian Adam kembali ke ruang depan dan melihat Santy sedang duduk di lantai dengan meremas dadanya. "Apa yang terjadi padamu." Kata Adam melihat Santy. "Kak." Santy tiba-tiba melompat dan memeluk Adam. "Emmm." Adam melihat Santy tiba-tiba mencium bibirnya.


Adam mencium bau harum. "Apa bau ini yang membuat Santy bergairah." Gumam Adam melihat Santy terus mencium bibirnya. "Kak, bisakah kamu memijat dadaku." Santy tersipu. "Apa boleh buat, aku juga sudah menahannya selama ini." kata Adam kemudian menggendong Santy dan berjalan ke arah kamar.


Setelah masuk ke dalam kamar Adam membaringkan Santy ke kasur. "Kak, aku sudah tidak tahan." Kata Santy dengan wajah merah. Adam melepas baju Santy kemudian menjilati dada kecil Santy. "Eeemm." Santy mengerang.


2 Jam kemudian Adam sedang duduk dan melihat Santy yang sedang tidur. "Sial, aku melakukannya 2 jam tanpa henti. Apa Santy baik-baik saja." kata Adam melihat Santy yang tidur dan noda darah di kasur.


"Jika dia bangun aku akan meminta maaf padanya. Tapi sebelum itu aku akan mencari sumber bau itu. Dan aku yakin itu adalah bau bunga." Kata Adam memakai pakaian kemudian keluar dari kamar.


Adam mengkunci pintu kemudian berjalan ke kamar. Setelah masuk ke dalam kamar, Adam melihat Santy dan bergumam. "Karena barusan mencium bau bunga, aku kembali bergairah." "****, tidak ada salahnya melakukan lagi." Adam melepas pakaiannya kemudian menaiki Santy.


Sementara itu di tempat lain 12 pria berpakaian hijau turun dari truck dan melihat 6 pria yang tergeletak di tanah. 12 pria kemudian memeriksa kondisi 6 pria. "Satu orang masih hidup dan 5 orang telah mati." "Ayo kita bawa dia." kata seorang pria berambut pendek. "Baik." Balas beberapa pria kemudian membawa pria ke dalam truck.


2 Jam kemudian Adam sedang duduk di kasur dan melihat Santy yang terbangun. "Awwww." Santy menjerit. "Jangan terlalu banyak bergerak." Kata Adam memberikan air mineral pada Santy. "Minumlah." "Baik kak." Santy kemudian minum.


Setelah selesai minum Santy melihat Adam. "Kak, apa Santy akan hamil." Mendengar kata Santy Adam tersenyum kecut. Selama berhubungan dengan Santy, Adam tidak memakai pengaman dan keluar di dalam Santy berkali-kali. "Jika kamu hamil, aku akan bertanggung jawab." Adam mengelus rambut Santy.


Mendengar kata Adam, Santy tersenyum dan bergumam di pikirannya. "Jika Santy hamil kakak tidak akan meninggalkanku." "Kak, Santy lapar." Kata Santy melihat Adam. Adam melihat smartphone special kemudian membuka aplikasi shop.


Adam kemudian membeli 3 makanan yang menambahkan 1 poin vitalitas. 1 makanan yang menambahkan 1 poin kekuatan, 1 minuman yang menambahkan 1 poin kecepatan dan 1 minuman yang menambahkan 1 poin stamina.


Smartphone bersinar kemudian 4 makanan dan 2 minuman muncul di depan Adam. "Aku menghabiskan 600 coin untuk membeli ini semua. Saat ini aku hanya memiliki 300 poin lebih." Gumam Adam.


"Ayo kita makan." kata Adam kemudian mengambil pisau dan memotong ayam bakar. Adam memakan ayam bakar dan merasakan tubuhnya hangat. Santy mengambil ayam bakar kemudian memakannya. "Ahh, tubuhku merasa hangat dan nyaman." Kata Santy memejamkan matanya.


"Coba semua makanan dan minuman ini. makanan dan minuman ini sangat bermanfaat buatmu." Kata Adam kemudian memakan ikan tuna. Adam kemudian merasakan tubuhnya hangat.


30 Menit kemudian Adam dan Santy telah selesai makan. "Kak, aku merasa tubuhku di penuhi energi dan tidak sakit lagi saat berjalan." Kata Santy berjalan. "Efek makanan yang menambahkan 3 poin vitalitas sungguh luar biasa." gumam Adam. Santy tiba-tiba duduk di pangkuan Adam dan berkata. "Jika Santy hamil kakak ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan." Santy tersenyum. "Terserah." Kata Adam mencium bibir Santy. "Emmm." Santy memeluk Adam dan membaringkan ke kasur.


Keesokan harinya Adam dan Santy sedang makan. "Aku tidak menyangka, kamu begitu ganas di ranjang. Aku hampir lupa bahwa kamu masih berusia 15 tahun." kata Adam melihat Santy yang makan. "Hehe, aku tidak menyangka bahwa hubungan badan begitu enak kak. Dan tubuhku di penuhi tenaga setelah memakan makanan yang kamu berikan kemarin." Santy tersenyum.


20 Menit kemudian Adam dan Santy telah selesai makan. "Kak apa kita akan tetap disini atau pergi." tanya Santy. Mengingat kemarin bahwa dirinya hampir membuat Santy terluka Adam berkata. "Kita akan pergi ke kota Nganjuk." Adam membatalkan niatnya untuk kembali ke kota Surabaya dan membalas dendam. "Baik kak." Santy mengangguk.


Sementara itu di Surabaya seorang pria membuka matanya. "Uuhh." "Jangan banyak bergerak, kamu masih terluka." Kata pria berpakaian putih memegang tangan pria. "Dokter katakan bahwa Adam berada di kota Kediri." Kata pria yang sedang berbaring. "Baik. Aku akan menyampaikan pesanmu." Balas dokter kemudian keluar dari ruangan.