
Smartphone bersinar kemudian pakaian yang terbungkus plastik muncul di depan Adam. "Adam membuka plastik kemudian mulai mengenakan pakaian. "Tidurlah, anak kecil tidak boleh tidur malam-malam." Adam tersenyum dan mengelus rambut Santy.
"Santy bukan anak kecil kak. Santy sudah umur 15 tahun." Santy cemberut. "Oh, benarkah. Jika bukan anak kecil mengapa tadi siang kamu minum jus" Adam tertawa. "Huuhh. Itu karena kakak memberiku jus. Jika kakak memberiku bir. Aku pasti akan meminum bir." Balas Santy.
"Oh, benarkah." Adam tersenyum. "Benar, buat apa Santy berbohong." Balas Santy. Adam melihat Smartphone di tangannya kemudian membuka aplikasi shop dan membeli 2 botol bir seharga 10 coin. Smartphone bersinar kemudian 2 botol bir muncul di depan Adam.
Adam membuka botol bir dan memberikan ke Santy. "Minumlah." Santy mengambil bir kemudian mulai minum. "Glekk." "Emmm, rasanya sangat aneh." Santy melihat bir. "Jika kamu tidak bisa menghabiskan bir itu. Kamu adalah anak kecil." Adam tersenyum kemudian meminum bir. Mendengar provokasi Adam Santy kemudian meminum bir. "Glekk." "Uuhhh." "Pelan-pelan jika minum." "Baik kak." Santy mengangguk.
Beberapa menit kemudian Adam dan Santy telah menghabiskan sebotol bir. "Kak, Santy merasa sedikit pusing." Kata Santy berbaring di kasur. "Ini adalah pertama kali kamu minum bir. Wajar jika kamu merasa sedikit pusing." Balas Adam berbaring di samping Santy.
"Kak, Santy menyukaimu." Santy menatap wajah Adam. "Perbedaan umur kita cukup jauh." Balas Adam melihat Santy. "Aku tidak peduli kak." balas Santy. Adam terdiam mendengar kata Santy. "Apa kakak menyukai Santy." Santy melihat Adam. "Aku menyukaimu San." Balas Adam.
"Jika begitu berarti saat ini kita menjadi kekasih kak." Santy tersenyum. "Apa kamu serius ingin menjadi kekasihku." Tanya Adam. "Aku serius kak. Bukankah kita saling menyukai." Balas Santy.
"Kedua orang yang saling menyukai tidak selalu menjadi sepasang kekasih." Adam melihat Santy. Mendengar kata Adam mata Santy berkaca-kaca. Melihat Santy yang hendak menangis Adam mencium bibir mungil Santy. "Emmm." Santy memejamkan matanya saat Adam menciumnya.
"Tidurlah Baby." Adam mengelus pipi Santy. Mendengar Adam memanggilnya Baby Santy tersenyum. "Baik Baby." Balas Santy. Saat hendak berbalik Adam melihat Santy memeluknya. "Bisakah kita tidur berpelukan." Kata Santy dengan wajah merah.
Adam tersenyum kemudian memeluk Santy. "Aku sayang kakak." Santy tersenyum. "Aku juga sayang kamu." Adam mencium kening Santy. Santy tersenyum kemudian memejamkan matanya. Adam mengelus rambut Santy kemudian memejamkan matanya. Adam dan Santy kemudian tertidur dengan berpelukan.
Keesokan harinya Adam terbangun dan melihat Santy disampingnya dengan wajah merah. "Kak. apa kita benar-benar menjadi kekasih." "Bukankah kamu yang ingin kita menjadi sepasang kekasih." Balas Adam.
Mendengar kata Adam Santy berkata. "Jika suatu saat aku mati, apa kakak akan melupakanku." "Aku tidak akan melupakanmu, dan aku akan memastikan kamu hidup sampai tua dan mengandung anakku." balas Adam. "Jangan bercanda kak." Santy tersipu malu dan memukul Adam dengan pelan.
"Haha, ayo bangun dan sarapan baby." Adam mencium kening Santy dan turun dari kasur. "Baik baby." Santy tersenyum dan juga turun dari kasur. "Kamu ingin makan apa." Tanya Adam berjalan ke ruang makan. "Aku ingin makan makanan laut kak." "Apa kamu mau sushi." Tanya Adam. "Mau kak." Santy mengangguk.
Adam melihat Smartphone yang muncul di tangannya dan membuka aplikasi shop. "Adam kemudian membeli 2 porsi sushi dan 2 botol air mineral seharga 25 coin." Smartphone bersinar kemudian 1 porsi sushi yang terbungkus plastik dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.
30 menit kemudian Adam dan Santy telah selesai makan. "Kak, bagaimana dengan luka-lukamu." Tanya Santy melihat Adam. Adam membuka perban di kakinya dan melihat luka di kakinya mulai mengering. "Aku sudah sembuh 80%. Besok mungkin aku sudah sembuh 95%." Balas Adam.
"Jika begitu mengapa kita tidak diam disini saja kak sampai besok." Kata Santy melihat Adam. "Tidak, ayo kita cari tempat lain. Aku juga sudah gatal ingin membunuh zombie." kata Adam memegang dua pistol. "Baik kak, aku akan mengikutimu." Santy mengangguk.
Adam dan Santy kemudian keluar dari rumah. "Woaarr." Saat keluar dari rumah Adam melihat beberapa zombie yang berlari ke arahnya. "Cari mati." "Duar." "Duar." "Duar." Adam menembaki zombie. "Ayo pergi." kata Adam setelah membunuh zombie yang berlari ke arahnya. "Baik kak." Santy mengangguk kemudian mulai mengikuti Adam.
10 Menit kemudian Adam melihat mobil pick up yang kuncinya masih tertancap. "Adam masuk ke dalam mobil kemudian menyalakan mobil. "Broom." Mobil menyala. "Masuklah." Kata Adam melihat Santy. "Baik kak." Santy mengangguk dan masuk ke dalam mobil. Setelah Santy masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman Adam menginjak gas.
"Kita mau pergi kemana kak." tanya Santy. "Kota Blitar." Balas Adam. "Kak di depan ada beberapa zombie." kata Santy. "Aku tahu." Adam kemudian menghindari zombie. "Kak, kamu jago menyetir." Santy kagum.
10 Menit kemudian Adam yang sedang menyetir menginjak rem. "Criittt." Badan Santy gemetar saat melihat sosok zombie sebesar 6 meter. "Zombie kekuatan tipe 2." Kata Adam melihat zombie berkulit merah sebesar 6 meter. "Broom." Adam memundurkan mobil.
Setelah mundur cukup jauh Adam turun dari mobil dan melihat smartphone yang muncul di tangannya. Adam membuka aplikasi shop kemudian membeli 2 bazooka RPG-28 seharga 40 coin. Adam mengambil bazooka kemudian membidik zombie kekuatan tipe 2. "Busshh." Adam menarik platuk.
"Booom!!." "Woaarr." Rocket meledak setelah mengenai badan zombie kekuatan tipe 2. Tidak lama setelah asap ledakan menghilang Adam melihat zombie kekuatan tipe 2 berlari ke arahnya. "Terima ini." kata Adam mengambil bazooka lainnya kemudian membidik zombie kekuatan tipe 2. "Buushh." "Booom!!." Ledakan terjadi.
Tidak lama setelah asap ledakan menghilang, Adam melihat zombie kekuatan tipe 2 tergeletak di tanah. Adam melihat smartphone di tangannya dan melihat pesan pemberitahuan. "Kill zombie kekuatan tipe 2 Exp +50 coin +500." "Ternyata dia sudah mati." Kata Adam masuk ke dalam mobil.
"Kak kamu sungguh luar biasa. Menurutku kakak lebih hebat dari pada manusia evolusi." Santy melihat Adam dengan mata berbinar. Adam mengelus rambut Santy dan berkata. "Manusia evolusi punya kekuatan, kecepatan dan vitalitas yang hanya dimiliki super hero. Sedangkan aku hanya memiliki kekuatan manusia biasa."
"Tapi kakak tetap luar biasa. Manusia evolusi pasti akan mati jika terkena 2 dua tembakan bazooka sama seperti zombie raksasa itu." Kata Santy melihat zombie yang tergeletak di tanah dengan badan hangus dan hancur. "Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Adam memasang sabuk pengaman dan menutup pintu. "Brooom." Adam menginjak pedal gas dan pergi.
Saat Adam dan Santy pergi, 5 pria berpakaian hijau keluar dari balik pohon. "Apa dia Adam yang sedang kita cari." Kata seorang pria botak. "Benar, dia pria yang kita cari." Balas pria lain melihat foto Adam. "Kita harus waspada saat menghadapinya. Dia memiliki kemampuan untuk memunculkan senjata dari udara kosong seperti yang di rumorkan. Bahkan zombie kekuatan tipe 2 dapat dia bunuh dengan mudah." Kata pria lain. "Kami tahu." Balas 4 pria kemudian mengendarai mobil yang tertutup tanaman.
20 Menit kemudian Adam yang sedang menyetir menginjak rem. Adam melihat pohon tumbang di tengah jalan. "Ayo keluar." Kata Adam keluar dari mobil. "Baik kak." Santy juga keluar dari mobil.