
Beberapa menit kemudian Adam keluar dari kamar dan mulai mencari dimana sumber bau harum berasal. Tidak lama kemudian Adam tiba di dapur dan melihat dua pot yang berisi bunga. "Ini." Adam terkejut melihat dua bunga.
"Bunga Melati dan Lavender. Anehnya kedua bunga ini sangat harum. Tidak seperti biasanya." Kata Adam mencium bau bunga yang perlahan meningkatkan gairahnya. "Bahkan tumbuhan juga berevolusi" Gumam Adam kemudian mulai mengambil kedua pot bunga.
"Ngengg." Saat hendak berjalan meninggalkan dapur dengan membawa kedua pot bunga. Seekor lebah tiba-tiba menyengat leher Adam. "Aww." Secara Reflek Adam terkejut dan menjatuhkan kedua pot di tangannya.
"Uuhh." Adam menepuk lehernya dan melihat lebah berukuran 3 cm yang mati akibat terkena tepukannya. "Aku sangat tidak beruntung hari ini." Kata Adam memikirkan aktivitas yang dia lakukan dengan Merry, dan beberapa menit kemudian dia di sengat lebah. Jika ada seseorang pria yang tahu Adam pikirkan. Pria itu pasti akan mengutuk Adam dan menghajarnya habis-habissan. Adam sangat tidak tahu malu setelah bercinta dengan seorang perempuan, dia bilang tidak beruntung.
"****, bunga pembawa sial." Kata Adam melihat dua pot bunga yang jatuh di lantai. Adam mengambil kedua pot bunga, kemudian melemparkan kedua pot bunga ke luar jendela. "Hehe, maaf pemilik rumah, aku membuang bunga milikmu." Adam tertawa.
Saat berjalan menuju ruang tamu Adam tiba-tiba merasa pusing. "Ughh, kenapa aku tiba-tiba pusing." Kata Adam memegangi kepalanya. "Jangan bilang aku pusing karna di sengat lebah barusan." Adam mulai menebak.
Adam berjalan ke kamar dan melihat Merry sedang duduk. "Adam." Kata Merry memanggil. Adam mengabaikan Merry kemudian membuka aplikasi shop dan membeli beberapa makanan serta beberapa botol air minum. Beberapa detik kemudian makanan serta minuman muncul di depan Adam.
Adam menaruh semua makanan dan minuman di meja kemudian naik di atas kasur. "Merry, aku ingin tidur. Jika kamu lapar makanlah, aku sudah siapkan makanan dan minuman di meja." Kata Adam. "Emm, Baik." Merry mengangguk.
Setelah selesai berbicara Adam kemudian tertidur. "Adam, apa kamu sudah tidur." Tanya Merry. Melihat Adam tidak membalas Merry tersenyum. "Dia cepat sekali tertidur." Adam tersenyum kemudian berbaring di samping Adam dan mulai memejamkan mata.
Beberapa jam kemudian Merry terbangun dan merasakan Adam masih tertidur di sampingnya. "Adam apakah kamu masih tidur." Kata Merry kemudian mulai menyentuh wajah Adam. Saat menyentuh dahi Adam, Merry terkejut. "Badannya sangat panas, apakah Adam sakit." Kata Merry gugup.
Merry kemudian turun dari kasur dan berjalan ke arah meja. "Ini pasti makanan dan minuman yang disiapkan oleh Adam." Kata Merry menyentuh makanan yang masih terbungkus plastik. "Adam ayo bangun, makan terlebih dulu agar kamu tidak semakin sakit." Kata Merry menepuk badan Adam.
Adam perlahan membuka matanya dan melihat Merry sedang berdiri di dekat meja. "Baiklah, ayo makan." Adam tersenyum dengan lemah kemudian mulai duduk di kasur. Adam dan Merry kemudian mulai makan.
Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih dan sebuah pil putih muncul di depan Adam. "Seperti pil biasa." Adam melihat pil di tangannya yang mirip seperti pil-pil lainnya. Adam kemudian mulai menelan pil, saat hendak minum air putih. Adam terkejut dengan rasa pil.
"Pil tidak pahit, justru rasanya manis seperti leci." Gumam Adam merasakan sensasi manis di mulutnya. "Adam apa kamu berbicara sesuatu." Kata Merry di samping Adam. "Aku baru saja minum obat penurun panas, aku lupa jika memiliki obat." Kata Adam. "Baguslah kalau kamu sudah mengkonsumsi obat." Merry tersenyum.
Adam menyentuh dahinya dan merasakan panasnya mulai berkurang, serta rasa pusing yang dia derita semakin berkurang. "Sungguh ajaib, barang-barang yang di jual di smartphone begitu luar biasa. Aku semakin penasaran dengan asal mula smartphone ini." Gumam Adam melihat smartphone di tangannya.
1 jam telah berlalu saat ini Adam sedang berdiri di dekat jendela dan melihat langit mulai gelap. "Malam hari akan sunyi seperti biasanya, tapi dalam kesunyian malam terdapat banyak bahaya yang mengintai." Adam menghela nafas.
"Adam apa kamu memikirkan sesuatu." Kata Merry yang duduk di ruang tamu. "Aku berpikir, apakah kita perlu bercinta lagi malam ini." Adam tersenyum. "Kamu mesum." Balas Merry dengan malu. "Aku hanya bercanda, hidup di dunia yang kacau seperti ini tidak boleh terlalu mengikuti hawa nafsu. Atau kamu bisa mati saat lengah." Balas Adam. Mendengar kata Adam Merry terdiam.
"Ggrrr." Adam mendengar sebuah geraman dan melihat puluhan zombie berjalan melewati rumah tempat dia beristirahat. "Zombie." Gumam Adam secara pelan. "Adam apakah ada zombie." Merry juga mendengar suara geraman yang aneh. "Benar, ada puluhan zombie yang muncul." Kata Adam berjalan ke arah Merry.
"Adam apa kita akan baik-baik saja." Merry khawatir dan menyentuh pakaian Adam. "Tenang, kita akan baik-baik saja." Adam menghibur Merry dan menepuk punggungnya. "Apakah aku perlu bertarung dengan para zombie. Aku membutuhkan coin untuk mengupragade smartphone ke versi 2.0." gumam Adam. Namun saat melihat Merry yang ketakutan, Adam membatalkan niatnya untuk bertarung dengan zombie.
Beberapa jam kemudian Adam melihat Merry sudah tertidur. Adam berjalan ke arah jendela dan menatap langit "Aku harus cepat meninggalkan kota ini, dan memastikan apakah orang tuaku masih hidup." Adam menghela nafas kemudian berbaring di sofa.
Keesokan harinya Adam pergi dengan Merry, menggunakan sepeda motor yang dia curi. Namun saat dalam perjalanan Adam melihat 5 mobil dan 2 truck yang berhenti didepannya. "Oh, kita bertemu lagi." Kata sebuah suara. "Samsuri." Adam melihat pria gemuk turun dari mobil.
Kemudian Adam melihat wajah-wajah yang dikenalnya saat beristirahat di pabrik. Adam juga melihat Novi yang seakan bingung ingin berkata. "Pak Sam kenapa kita berhenti, kita membuang-buang waktu hanya untuk berbicara dengannya." Kata suara pria.
Adam melihat ke asal suara dan tersenyum kecut melihat siapa yang bicara. Yang bicara tidak lain adalah Edo pemuda ramah yang menyambutnya di pabrik, justru mencaci makinya saat ini. "Pria tidak tahu malu, meninggalkan wanitanya dan saat ini bersama wanita lain." Kata Edo menghina saat melihat Merry yang memeluk Adam.