The Journey of Adam

The Journey of Adam
40. Kalajengking



Adam yang sedang duduk di kursi melihat Merry dan kedua saudara kembar masuk ke dalam rumah. "Kita akan istirahat disini, besok kita akan melanjutkan perjalanan." Merry dan kedua saudara kembar mengangguk mendengar kata Adam.


Adam kemudian berjalan menuju sebuah ruangan. "Aku sangat lelah." Kata Adam kemudian berbaring di kasur. Adam melihat perban di perut dan kedua kakinya lalu bergumam. "Saatnya makan steak hewan bermutasi agar aku sembuh dengan cepat." Adam kemudian membuka aplikasi shop di smartphone yang tiba-tiba muncul di tangannya.


Beberapa detik kemudian sinar putih keluar dari smartphone dan 1 porsi steak yang terbungkus plastik muncul. "Saatnya makan." Kata Adam membuka bungkus plastik dan memakan steak. Setelah menghabiskan steak Adam merasakan tubuhnya menjadi hangat. Adam juga merasa gatal di bagian perut dan kedua kakinya yang terluka.


Beberapa menit kemudian Adam berdiri dan melompat. "Tidak sia-sia mengkonsumsi steak hewan bermutasi. Mungkin aku sudah pulih 80%." Kata Adam tersenyum. "Sepertinya aku harus mengubah rencana untuk besok." Kata Adam mulai berpikir dan berbaring di kasur.


2 jam telah berlalu saat ini Adam tertidur di kasur. "Duuaarr." Adam yang tertidur tiba-tiba terbangun saat mendengar suara yang begitu keras. "Duuaarr." Adam mendengar suara kemudian berjalan keluar dari ruangan. "Sepertinya akan ada hujan badai." Kata Adam melihat langit yang begitu gelap dan petir yang menyambar-nyambar.


"Benar kak, ini adalah hujan pertama kali saat dunia berubah." balas Angga melihat hujan mulai turun dengan deras disertai angin yang begitu kencang. "Duuaarr." "Ahhh." Adam, Merry dan kedua saudara kembar berteriak secara bersamaan, saat petir tiba-tiba menyambar sebuah pohon yang berjarak 5 meter dari tempat tinggal mereka.


"Apa petir memang sedahsyat ini." kata Adam melihat pohon yang tersambar petir terbelah menjadi dua dan terbakar. "Aku juga tidak tahu kak, tapi jika orang tersambar petir barusan. Orang itu pasti akan mati." Balas Anggi.


"Bruak." Adam melihat sisa pohon yang masih berdiri akibat sambaran petir roboh terkena hembusan angin yang begitu kencang. "Apa kita akan baik-baik saja." kata Merry yang berdiri di samping Anggi. "Tenanglah, kita akan baik-baik saja jika di dalam rumah." Balas Adam kemudian menepuk bahu Merry.


2 jam telah berlalu saat ini Adam sedang berdiri dan melihat hujan badai yang masih belum berhenti. "Jika hujan badai seperti ini terus berlanjut. Mungkin akan terjadi banjir." "Ahh. Semoga hujannya cepat berhenti." Kata Merry yang sedang duduk bersama Angga dan Anggi.


1 jam kemudian Hujan badai berhenti yang membuat Adam, Merry dan kedua saudara kembar menghela nafas lega. "Karena hujan badai sudah berhenti, kalian bisa beristirahat dengan tenang." Kata Adam. Merry dan kedua saudara kembar mengangguk.


Keesokan harinya Adam sedang berdiri di luar rumah dan melihat jalanan yang dipenuhi dedaunan serta sampah. "Kak, apa kita akan menuju Surabaya." Tanya Anggi. "Tidak, kita akan berhenti dan istirahat di kota sidoarjo." Balas Adam. Anggi mengangguk mendengar balasan Adam.


"Baiklah, ayo ke mobil." Kata Adam berjalan di ikuti Angga, serta Anggi yang menggandeng Merry. "Berhenti." Sebelum sampai di mobil Adam berteriak. "Ada apa Adam." tanya Merry heran. "Lihat." Adam menunjuk beberapa kalajengking bewarna hitam yang ukurannya sekitar 30 cm.


Adam mengeluarkan pistol dari sakunya kemudian mulai menembak kalajengking yang berjalan menuju arahnya. "Duar." "Duar." Adam berhenti menembak saat melihat puluhan kalajengking yang tiba-tiba muncul dari berbagai arah dan bergerak menuju arahnya.


"Cepat lari, jumlahnya sangat banyak." Kata Adam berlari ke arah rumah dan tidak lupa menembak kalajengking. "Duar" "Duar." Merry dan kedua saudara kembar juga berlari menuju rumah.


Adam, Merry dan kedua saudara kembar masuk ke dalam rumah. Adam kemudian mulai mengkunci pintu. "Taakk, Taakk." Adam melihat puluhan kalajengking menabrak pintu. "Kesempatan." Gumam Adam kemudian mulai membuka aplikasi shop di smartphonenya dan membeli 3 granat.


Smartphone mengeluarkan cahaya putih kemudian 3 granat muncul di depan Adam. "Ehh." Angga dan Anggi terkejut melihat 3 granat yang tiba-tiba muncul di depan Adam. "Kalian menjauhlah dari sini, aku akan melemparkan granat." Kata Adam. "Baik." Angga, Anggi dan Merry mulai menjauh dari ruang depan.


Melihat Merry dan kedua saudara kembar telah menjauh, Adam tiba-tiba melempar granat ke arah pintu. "Boom." "Centar." Pintu dan kaca hancur akibat ledakan bom. Melihat pintu hancur Adam sekali lagi melempar granat ke arah kerumunan kalajengking yang dilihatnya. "Booom." Granat meledak dan kalajengking berserakan. Seakan belum puas Adam sekali lagi melempar granat. "Boom."


Setelah debu mulai menghilang Adam melihat banyak kalajengking yang mati. "Apakah semua kalajengking mati." Gumam Adam. "Kalian kemarilah." Teriak Adam setelah melihat semua kalajengking benar-benar mati dan tidak bergerak. Merry dan kedua saudara kembar berjalan ke arah Adam.


"Ayo pergi." Kata Adam mulai berjalan melewati puluhan kalajengking yang mati. Merry dan kedua saudara kembar mengikuti Adam. "Mengapa tiba-tiba muncul puluhan kalajengking." Kata Angga yang berjalan dibelakang Adam. "Karena setelah hujan, kalajengking keluar dari tempat tinggalnya untuk mencari rumah baru." Balas Adam. Ini adalah pengetahuan umum yang hampir setiap orang tahu.


Adam, Merry dan kedua saudara kembar kemudian masuk di dalam mobil. "Baiklah, perjalanan ke sidoarjo pasti akan memakan waktu sangat lama." Kata Adam. "Ah, apakah kita akan menemui berbagai macam hewan mutasi di perjalanan." Kata Anggi. "Mungkin saja, tapi aku akan menghentikan mobil saat bertemu beberapa zombie. Aku akan turun dan membunuh zombie secara pribadi." Balas Adam.


"Eh, bukankah itu buang-buang waktu kak." Tanya Angga heran. "Benar, itu memang buang-buang waktu, tapi aku sangat ingin membunuh zombie." Balas Adam kemudian mulai menghidupkan mesin mobil. Angga dan Anggi hanya tersenyum kecut mendengar kata Adam.


30 menit kemudian Adam menghentikan mobil saat melihat beberapa zombie yang berdiri ditengah jalan. Adam turun dari mobil kemudian mulai membidik para zombie yang berlari ke arahnya. "Duar." "Duar." "Duar."


Tidak lama kemudian Adam telah membunuh beberapa zombie, lalu masuk kedalam mobil kembali. "Kak Adam, kamu mungkin sudah membunuh lebih dari seratus zombie." kata Angga tersenyum. "Mungkin. Tapi aku masih belum puas." Balas Adam. Adam bertujuan untuk mendapatkan coin sebanyaknya untuk mengupragade smartphone.