The Journey of Adam

The Journey of Adam
52. Zombie Kekuatan Tipe 2



1 Menit kemudian Adam melihat warna kulit Daus menjadi merah. "Bunuh aku." teriak Adam. "Ceeppp." Adam menusuk kepala Daus dengan pisau. "Apa yang kamu lakukan." Teriak seorang pria dan mencengkram pakaian Adam. "Dia mengatakan ingin di bunuh, jadi aku bunuh." Adam memegang tangan pria dan berkata. "Lebih baik membunuhnya sebelum berubah menjadi zombie."


"Grrr." Adam berbalik dan melihat badan Daus mulai membesar. "Dia masih belum mati." Adam terkejut kemudian berjalan mundur. Semua orang terkejut melihat Daus berubah menjadi zombie merah sebesar 3 meter. "Semuanya tembak." Kata pria pengemudi supir truck. "Duar." "Duar." "Duar." Semua orang mulai menembak zombie berkulit merah.


Setelah menerima puluhan tembakan zombie berkulit merah kemudian jatuh ke tanah. "Lain kali, jika kamu mencengkram pakaianku. Aku akan memotong lenganmu." Kata Adam melihat pria yang mencengkram pakaiannya. "Baiklah, berhenti bertengkar. Ayo naik truck." Kata pria pengemudi truck. "Siap." Semua orang mulai naik ke dalam truck.


"Aku minta maaf karena bersikap kasar padamu." Pria meminta maaf kepada Adam. Pria tahu bahwa Adam bukan warga sipil biasa. Adam dengan mudahnya membunuh 2 zombie dan dia mengancam akan memotong tangannya di depan semua orang, tanpa rasa takut. "Baiklah, aku memaafkanmu." Adam dan pria berjabat tangan. "Benar, aku belum mengenalkan diri padamu. Namaku Sofyan." Kata pria mengenalkan dirinya. "Adam." Balas Adam.


"Crittt." Adam melihat truck berhenti. "Apa ada zombie lagi." kata Angga yang duduk di dekat Adam. "Semuanya turun." Teriak pria pengemudi truck. Adam, Angga dan yang lain kemudian turun dari truck.


Saat turun dari truck Adam melihat ratusan zombie di depan mereka. "Kak, apa kamu tidak ingin mengeluarkan bazoka dari udara kosong." Kata Angga gugup melihat ratusan zombie yang mendekat ke arahnya.


"Semua yang memegang senjata api tembak semua zombie." teriak pria pengemudi truck. "Siap." Teriak semua orang kemudian berbaris dan mulai menembaki zombie. "Duar." "Duar." "Duar."


Adam melihat smarphone special yang muncul di tangannya kemudian membuka aplikasi shop. "Adam kemudian membeli 2 pisau yang sama persis seperti yang dia pakai untuk membunuh zombie." smartphone mengeluarkan cahaya putih kemudian dua pisau muncul di depan Adam. Adam memegang kedua pisau dan melihat ratusan zombie.


"Duar." "Duar." "Duar." Semua orang mulai menembaki zombie. "Sersan. Jumlah zombie terlalu banyak." Kata seorang pria. "Ayo kita menembak dengan berjalan mundur." Kata pria yang di panggil sersan, yang tidak lain pria yang menyetir truck.


"Woaarr." Semua orang melihat 4 zombie tipe kecepatan yang tiba-tiba keluar dari gerombolan zombie dan melesat ke arah mereka. "Fokus tembak 4 zombie biru itu." Teriak Sersan. "Siap." Balas semua orang kemudian mulai menembaki 4 zombie tipe kecepatan.


"Woaarr." 1 zombie tipe kecepatan melompat dan mengigit salah satu pria. "Ahhhh." Pria berteriak saat dirinya tergigit zombie. "Crasshh." Adam berlari ke arah pria dan menebas zombie tipe kecepatan. "Duar." "Duar." Zombie tipe kecepatan yang mengigit pria kemudian mati akibat terkena beberapa tembakan.


"Semuanya masuk ke dalam truck." Teriak sersan. "Baik." Balas semua orang. Adam, Angga dan yang lain kemudian berlari ke arah truck dan naik. "Brooom." Sersan menyetir truck dan berjalan mundur.


Sersan memutar truck kemudian menancap gas. "Brooom." "Woaarr." Melihat zombie yang berlari mengejar truck Adam mengangkat jari tengahnya dan berkata. "Kejar kami jika kalian bisa." Semua orang terdiam saat mendengar kata Adam.


"Crittt." Adam terkejut melihat truck berhenti padahal baru berjalan sejauh 200 meter. "Mengapa kita berhenti sersan." Tanya seorang pria. "Lihat di depan." Balas sersan yang menyetir truck. Adam turun dari truck kemudian terkejut dengan yang dilihatnya. "Apakah zombie masih bisa terus berevolusi." Adam melihat zombie merah raksasa sebesar 6 meter.


"Adam melihat zombie merah mengambil sebuah mobil dan melemparkan ke arahnya. "Semuanya keluar dari truck." Adam menjerit dan melompat. "Bruaakkk!!." Truck terpental setelah terkena hantaman mobil.


Smartphone mengeluarkan cahaya putih kemudian senapan muncul di depan Clue. "Duar, duar, duar." Adam mulai menembaki zombie merah raksasa. "Grrr." Melihat dirinya di tembaki oleh Adam. Zombie raksasa berkulit merah marah dan mengambil sebuah mobil.


Zombie raksasa berkulit merah kemudian melemparkan mobil ke arah Adam. "Melihat mobil yang melesat ke arahnya Adam melompat." "Bruaakkk." "Berengsek." "Duar, duar, duar." Adam menembaki zombie.


"Click, click." Adam melihat dia kehabisan peluru. "Dia seperti tidak terluka setelah terkena 30 tembakan." Adam terkejut melihat zombie yang berjalan ke arahnya. "Zombie sialan, makan ini." Adam melihat sersan tiba-tiba datang dan menembaki zombie raksasa. "Duar, duar, duar." Adam berlari ke arah truck dan melihat semua orang selamat meski semuanya terluka.


"Cepat bantu sersan membunuh zombie." teriak Adam. Semua orang melihat zombie raksasa dan mengambil senjata api. "Duar, duar, duar." Semua orang kemudian menembaki zombie raksasa. "Grrr." Adam melihat zombie raksasa berlari ke arahnya.


"Semuanya terus menembak." Kata sersan mengisi amunisi dan terus menembak. "Woaar." Adam melihat zombie raksasa menyerang sersan. Namun Sersan melompat mundur dan berlari menjauh. "Tipe kecepatan." Gumam Adam melihat kecepatan sersan.


Melihat serangannya tidak mengenai pria, zombie raksasa mengambil mobil dan melemparkan ke arah kawanan prajurit yang menembak. "Wusss." "Bruaakk." "Ahhh." Adam melihat mobil menghantam 5 pria.


Adam mengambil senjata yang tergeletak di tanah dan mulai menembaki zombie raksasa. "Duar, duar, duar." Melihat Adam yang menembaki zombie raksasa. Angga mengambil senjata yang tergeletak di tanah dan mulai menembaki zombie raksasa.


"Woaarr." Zombie raksasa meraung dan berlari ke arah Adam. "Jangan abaikan aku zombie jelek." Adam melihat sersan berjalan kea rah zombie raksasa dan terus menembakinya. "Woaar." Zombie raksasa meraung dan melemparkan mobil. "Bruaakk." Adam melihat sersan berlari dan menghindari mobil yang melesat ke arahnya.


"Dia sangat kuat, tidak mati meski terkena ratusan tembakan." Kata Adam melihat zombie raksasa yang terus melemparkan mobil. "Tapi aku yakin, kamu tidak abadi dan pasti akan mati jika terkena tembakan terus menerus." Kata Adam terus menembak zombie raksasa bewarna merah.


1 menit kemudian Adam melihat zombie berkulit merah terjatuh dan tergeletak di tanah setelah menerima ratusan tembakan. "Butuh 500 tembakan lebih untuk membunuh zombie. " Gumam Adam.


"Grrr." "Woaar." Adam melihat ratusan zombie yang berjalan menuju arahnya. "Sial, truck tidak bisa di kendarai." Adam melihat truck yang terbalik. "Sersan bagaimana ini. Kita telah kehabisan peluru sementara truck terbalik." Sofyan panik. Pria yang di panggil sersan melihat 5 mayat pria yang terkena hantaman mobil kemudian menghela nafas. "Ayo kita pergi dari sini." "Siap." Balas 6 pria yang masih tersisa.


Adam, Angga dan 7 pria lain kemudian mulai pergi. "Semua zombie terus mengikuti kita." kata seorang pria melihat ratusan zombie yang terus mengejar. "Kalian pergilah, aku akan mengalihkan perhatian semua zombie." kata sersan. "Sersan jangan lakukan itu." Kata 6 pria bersamaan. "Ini perintah." Teriak sersan. 6 pria terdiam kemudian mengangguk. "Baik, kami akan pergi." Adam melihat sersan kemudian pergi bersama Angga dan 6 pria.


"Kak, apa tidak masalah kita meninggalkannya." Tanya Angga. "Dia manusia evolusi tipe kecepatan. Bukan masalah jika melarikan diri dari kejaran zombie. Tapi beda cerita jika dia bertemu zombie tipe kecepatan tipe 1." Balas Adam. "Tipe 1." Angga bingung dengan kata Adam.