
1 Bulan telah berlalu setelah manusia menjadi zombie dan hewan mulai bermutasi. Saat ini Adam sedang duduk di sebuah ruangan dan melihat smartphone specialnya. Adam kemudian melihat status dirinya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 2 Next level (20/200) Exp
Kekuatan : 11
Agility : 11
Vitalitas : 24
Stamina : 6/11
Reflek : 11
Poin : 0
"Setelah mengupragade smartphone ke versi 2.0 aku mendapatkan 5 poin setelah level up." Adam melihat status dirinya. "Adam, apa kamu serius ingin bergabung regu pembunuh zombie." Adam melihat ayah dan ibunya berjalan ke arahnya. "Benar mom, aku ingin bergabung ke regu pembunuh zombie." balas Adam melihat ibunya.
"Adam, apa kamu sudah memikirkan keputusanmu dengan serius. Kamu bukanlah manusia evolusi, saat tergigit zombie, kamu akan tamat." Ayah Adam berkata dengan serius. "Tenang dad, aku tidak akan tergigit zombie biasa. Saat menuju ke sini, aku sudah membunuh banyak zombie." balas Adam tersenyum. Adam tidak memberi tahu orang tuanya, jika dia kebal terhadap gigitan zombie. Dia hanya menceritakan bahwa dirinya bisa membunuh zombie.
"Tok, tok. Kak Adam apa kamu di dalam." Adam mendengar suara ketukan pintu. Adam berjalan ke arah pintu dan membukanya. Saat pintu terbuka Adam melihat Angga. "Apa kamu sudah siap kak." Angga tersenyum. "Sudah, ayo kita pergi."
"Adam kembalilah dengan selamat." Kata ibu Adam khawatir. "Tenang mom, aku pasti akan kembali dengan selamat." Adam tersenyum. "Tante, paman, Kak Adam sangat kuat. Dia pasti akan kembali dengan selamat." Kata Angga tersenyum. "Baiklah Mom, Dad aku akan pergi." Adam tersenyum kemudian berjalan pergi. "Paman, Tante aku juga pergi." Angga kemudian mengikuti Adam. Melihat Adam yang pergi bersama Angga, ibu Adam berkata. "Semoga Adam baik-baik saja." "Semoga." Balas Ayah Adam.
5 menit kemudian Adam dan Angga melihat ratusan pria berseragam yang sedang berkumpul. "Apa kalian berdua Adam dan Angga." Seorang pria paruh baya berseragam menghampiri Adam dan Angga dengan membawa sebuah kertas. "Benar pak, kami adalah Adam dan Angga." Balas Adam dan Angga secara bersamaan.
"Apa kalian pernah membunuh zombie sebelumnya." Tanya pria paruh baya. "Kami sudah pernah membunuh zombie sebelumnya pak." Balas Adam dan Angga. "Apa kalian tahu bergabung ke regu pembunuh zombie. Nyawa kalian berdua akan menjadi taruhannya." Kata pria paruh baya. "Kami tahu pak." Balas Adam dan Angga.
"Bagus, jika kalian berdua tahu. Kami sangat menghargai warga sipil yang bergabung ke regu pembunuh zombie. Sebagai imbalannya jika kalian membunuh 1 zombie, kalian akan mendapatkan 1 bungkus mie instan." Kata pria paruh baya. Angga senang saat mendengar bahwa dia akan mendapatkan 1 bungkus mie instan setelah membunuh 1 zombie.
"Pakaialah." Kata pria paruh baya melihat Adam dan Angga. "Baik pak." Balas Adam dan Angga. Adam dan Angga kemudian mulai berganti pakaian. Melihat Adam dan Anga selesai berganti pakaian pria paruh baya berseragam berkata. "Kalian berdua ikutlah berbaris." "Baik pak." Kata Adam dan Angga kemudian berlari ke ratusan pria berseragam yang berbaris.
"Adam Javier bergabung ke regu 15." Kata pria paruh baya berseragam yang berdiri di depan ratusan pria. "Siap." Teriak Adam kemudian berlari ke arah regu 15. "Angga Setiawan bergabung ke regu 15." Kata pria paruh baya berseragam. "Siap." Adam mendengar teriakan dan melihat Angga berlari ke arahnya.
"Regu 1 maju." Kata pria paruh baya berseragam kemudian beberapa pria maju dan berbaris. "Hitung mulai dua. Hitung mulai." Teriak pria paruh baya berseragam. "2,3,4,5,6." Adam melihat semua pria mulai berteriak. "Sepertinya ini akan memakan waktu cukup lama." Adam bergumam.
30 Menit kemudian, Adam, Angga dan 13 pria berlari ke arah truck. Adam kemudian menaiki truck mengikuti 13 pria. "Akhirnya aku merasakan seperti apa itu apel pagi militer." Angga berbicara secara pelan. "Apa kalian baru saja bergabung." Adam melihat pria yang berbicara kepadanya. "Benar, kami berdua baru saja bergabung." Balas Adam.
"Mohon kerjasamanya. Aku Daus pemimpin regu 15." Kata Pria mengulurkan tangannya. "Saya Adam, salam kenal pemimpin regu." Adam menjabat tangan Pria. "Saya Angga pemimpin. Mohon bimbingannya." Angga tersenyum dan menjabat tangan pria.
"Apa semuanya sudah naik." Adam mendengar suara dari depan. "Semuanya sudah naik." Balas Daus. "Broomm." Truck kemudian mulai berjalan. "Pemimpin regu, apa anda manusia evolusi." Tanya Angga. "Benar, aku manusia evolusi." Balas Daus. "Berapa banyak manusia evolusi di regu ini pemimpin." Tanya Angga. "2 Orang aku dan pria yang menyupir truck." Balas Daus.
"Apa syarat menjadi pemimpin regu harus menjadi manusia evolusi." Tanya Adam. "Benar, dan juga harus orang lama dalam militer." Balas Daus melihat Adam. Mendengar balasan Daus Adam mengangguk. "Kita akan pergi ke mana pemimpin." Tanya Adam. "Tentu saja pergi untuk membunuh zombie." balas Daus.
5 Menit kemudian Adam melihat truck berhenti. "Di depan ada puluhan zombie." teriak pria yang menyetir truck. "Semuanya ini saatnya kita untuk membunuh zombie." teriak Daus. "Bunuh zombie." Semua orang berteriak. "Mereka sangat bersemangat kak." Angga berbisik kepada Adam.
Adam dan Angga kemudian turun dari truck mengikuti yang lain. "Semuanya tembak." Semua orang mulai berbaris kemudian menembaki zombie. "Duar." "Duar." "Duar." Adam melihat Daus dan beberapa pria yang mempunyai senjata api mulai menembaki zombie.
"Berhenti." Teriak Daus. Semua pria kemudian menghentikan tembakan. "Hanya tersisa beberapa zombie. Ayo kita bunuh menggunakan senjata tajam." Kata Daus. Adam, Angga dan pria yang lain kemudian berjalan ke arah zombie. "Woaarr." "Slasshh." Adam menebas leher zombie menggunakan pisau yang dia dapatkan setelah bergabung regu pembunuh zombie. "Tidak buruk." Daus melihat Adam membunuh zombie dengan mudah.
Melihat zombie lain hendak mengigitnya. Adam menebas leher zombie. "Crasshh." Adam kemudian menendang zombie. "Bukkk." Zombie terjatuh dan mati. "Kamu sepertinya sudah berpengalam membunuh zombie." Daus melihat Adam. "Saat menuju Surabaya saya membunuh beberapa zombie pemimpin." Balas Adam. "Bukan beberapa tapi ratusan." Gumam Angga di pikiranya saat mendengar Adam berbohong.
Daus mengangguk kemudian berkata. "Semua zombie sudah terbunuh ayo kita naik ke truck dan pergi." "Siap." Teriak semua orang kemudian naik ke dalam truck. Adam melihat mayat zombie kemudian naik ke dalam truck. "Brooom." Truck kemudian mulai berjalan pergi.
"Tolong." "Tolong." Adam mendengar suara teriakan. "Crittt." Truck kemudian berhenti. "Di depan ada seseorang yang minta pertolongan." Kata Pria pengemudi truck melihat wanita yang duduk di tengah jalan. "Aku akan turun dan memeriksanya." Kata Daus kemudian turun dari truck.
Daus kemudian berjalan ke arah wanita yang minta pertolongan. "Apa kamu baik-baik saja." tanya Daus. "Woaarr." Daus melihat zombie tipe kecepatan yang muncul dari balik bangunan. "Zombie tipe kecapatan." Kata Daus dengan serius. "Semuanya turun." Teriak pria pengemudi truck.
"Aahhh." Daus tiba-tiba menjerit melihat lengannya di gigit wanita. "Berengsek." "Duaarr." Daus menembak kepala wanita. "Woaarr." Zombie tipe kecepatan melesat ke arah Daus. "Duar." "Duar." "Duar." Semua orang menembaki zombie tipe kecepatan. "Grrr." Zombie tipe kecepatan kemudian tergelatak di tanah setelah menerima tembakan bertubi-tubi.
"Pemimpin apa kamu baik-baik saja." tanya seorang pria. "Aku telah tergigit." Daus tersenyum. "Apa manusia evolusi juga bisa menjadi zombie, setelah tergigit zombie." tanya Adam. "Aku tidak tahu." Daus menggeleng. "Kita berhenti disini. Jika aku berubah menjadi zombie. Tolong bunuh aku." Daus tersenyum. Semua orang bersedih saat mendengar kata Daus.