
Seorang pria berambut pendek berpakaian hijau melihat pria berpakaian putih berjalan ke arahnya. "Anggotamu yang terluka bilang bahwa Adam berada di kota Kediri." Kata pria berpakaian putih. "Terimakasih sudah memberitahu saya dok." Balas pria berambut pendek. "Sama-sama." Pria berpakaian putih tersenyum dan berjalan pergi.
Pria berambut pendek mengambil walkie talkie dan berkata. "Keberadaan Adam telah di temukan. Dia berada di kota Kediri." "Bawa beberapa regu untuk menangkapnya." Pria berambut pendek mendengar suara balasan. "Baik pak." Balas pria berambut pendek.
Saat ini di tempat lain beberapa pria sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Kita telah menemukan keberadaan Adam." Kata pria paruh baya. "Dimana keberadaan dia saat ini mayor." Balas pria paruh baya lain. "Saat ini dia berada di kota Kediri dan aku sudah memberi perintah untuk beberapa regu pergi kesana dan menangkapnya." Balas pria paruh baya yang di panggil Mayor.
Sementara itu di kota Kediri Adam dan Santy sedang mengendarai motor bersama. "Kak, di depan ada zombie." teriak Santy. "Broom." Adam menarik gas kemudian menghindari zombie. "Kak, bisakah kamu mengajariku mengendarai motor." Tanya Santy. "Apa kamu tidak bisa mengendarai motor." Tanya Adam.
"Tidak kak. Sebelum berusia 17 tahun, Santy tidak diperbolehkan mengendarai motor." Balas Santy. "Baiklah, aku akan mengajarimu." Balas Adam. "Hehe, aku mencintai kakak." Santy memeluk Adam dengan erat.
2 Jam kemudian Adam tiba di perbatasan kota Nganjuk. "Crriiitt." Adam tiba-tiba menghentikan motor saat melihat kejauhan. "Glek." Santy menelan ludah saat melihat gerombolan zombie. "Kak, apa itu gerombolan zombie yang mengarah kemari." Tanya Santy.
"Benar, gerombolan zombie mengarah kemari. Aku menebak jumlahnya mereka ratusan ribu." Balas Adam. "Glek." Santy meneguk air liur mendengar kata Adam. "Sepertinya kita harus batal untuk melewati kota Nganjuk dan terpaksa harus pergi ke kota Mojokerto." Kata Adam kemudian memutar motor. "Brooom." Adam kemudian menarik gas.
2 Jam sekali lagi berlalu Adam dan Santy telah tiba di kota Mojokerto. "Kita akan beristirahat di rumah itu." Kata Adam melihat sebuah rumah. "Baik kak, aku selalu mengikutimu." Balas Santy. Adam menghentikan motor kemudian berjalan ke arah rumah di ikuti Santy.
Melihat pintu rumah tidak di kunci Adam membuka pintu. "Aku akan memeriksa rumah." kata Adam mengambil pistol dari sakunya. "Baik kak." balas Santy menunggu di ruang tamu. Beberapa menit kemudian Adam kembali dan berkata. "Rumah ini aman." "Kak, kemana tujuan zombie-zombie itu." Tanya Santy. "Jika tebakanku benar zombie-zombie itu akan pergi ke kota Surabaya." Adam mengingat puluhan ribu tentara dan regu pembunuh zombie melawan ratusan ribu zombie yang menyerang kota Surabaya.
"Ahh, jika begitu. Bukankah ratusan ribu zombie itu akan melewati kota ini." Santy terkejut. "Benar, zombie-zombie itu pasti akan melewati kota ini." Adam mengangguk. "Lalu bukankah kita harus cepat pergi dari sini kak." balas Santy.
"Kita harus mengisi perut terlebih dulu. Lalu setelah itu kita akan pergi ke kota Surabaya." Kata Adam melihat smartphone di tangan kananya dan melihat status dirinya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 1 Next Level (100/1000) Exp
Kekuatan : 43
Agility : 43
Vitalitas : 71
Stamina : 30/43
Poin : 0
Melihat statusnya Adam bergumam. "Aku mendapatkan 1 poin kekuatan, 3 poin vitalitas, 1 poin agility dan 1 poin stamina dari memakan dan meminum. Selama di perjalanan aku membunuh puluhan zombie biasa dan mendapatkan 1000 coin. Saat ini aku tidak kekurangan coin lagi." gumam Adam.
Adam membuka aplikasi shop kemudian membeli 2 lobster dan 2 botol air mineral dengan total 35 coin. Smartphone bersinar kemudian 2 lobster yang terbungkus plastik dan 2 botol air mineral muncul di depan Adam.
"Ahh, lobster. Sudah lama aku tidak memakan lobster." Kata Santy. "Ayo makan." kata Adam membuka plastik yang membungkus lobster. "Selamat makan." Santy kemudian membuka plastik yang membungkus lobster.
30 menit kemudian setelah selesai makan, Adam memakai topeng kulit kembali. "Ayo pergi." "Baik kak." Adam dan Santy keluar dari rumah. Adam melihat smartphonenya kemudian membuka aplikasi shop. Adam kemudian membeli motor seharga 100 coin.
Smartphone bersinar kemudian sebuah motor muncul di depan Adam. "Ayo naik." Kata Adam menaiki motor dan menghidupkan mesin. "Baik kak." Santy naik ke atas motor dan memeluk Adam. "Broom." Adam menarik gas dan pergi.
3 Jam kemudian Adam dan Santy tiba di perbatasan kota Surabaya yang di jaga ketat. "Adam dan Santy turun dari motor lalu di periksa oleh tentara. Tentara melihat sebuah foto kemudian melihat wajah Adam. "Dari mana asal kalian." Tanya seorang tentara. "Mojokerto." Balas Adam dengan suara serak. Tentara melihat Adam kemudian berkata. "Ini tiket kalian, kalian dikategorikan pengungsi biasa."
Adam dan Santy menerima tiket dari salah satu polisi. "Kalian bisa masuk." "Terimakasih." Balas Adam dengan suara serak kemudian menaiki motor. Melihat Santy telah naik, Adam kemudian menghidupkan mesin dan pergi. "Kak, bahkan mereka mempunyai foto dirimu." Kata Santy. "Benar, aku tidak menyangka mereka memiliki fotoku." Balas Adam.
"20 Menit kemudian Adam berhenti di rumah kosong. Ini rumah kosong yang diberikan pemerintah untuk kita tempati." Kata Adam melihat rumah memiliki nomor 1450 dan tiket miliknya memiliki nomor 1450.
"Kak, menurutmu pukul berapa zombie-zombie itu tiba di kota ini." tanya Santy. "Mungkin nanti malam atau besok. Tapi tenanglah, di kota ini terdapat puluhan ribu manusia evolusi. Jadi kota ini pasti akan aman." balas Adam mengelus rambut Santy.
"Benar, karena kita sudah berada di kota ini dan keamanan kita terjaga. Mengapa kita tidak bersenang-senang." Adam menggendong Santy. "Ahhhh. Kakak." Santy tersipu malu saat Adam menggendongnya. Adam dan Santy saling melihat kemudian berciuman.
3 Jam kemudian Adam yang sedang berada di kamar melihat langit mulai gelap. "Kak ayo kita mandi." Santy yang sedang berbaring dengan telanjang melihat Adam. "Ayo, kita juga belum pernah mandi bersama." Adam tersenyum kemudian menggendong Santy.
5 menit kemudian Adam dan Santy berada di kamar mandi dan saling membasuh badan. Dadamu sungguh mungil." Adam mengelus dada Santy kemudian menjilatinya. "Emmm. Bukankah kita ingin mandi kak." Santy mengerang. "Benar, aku lupa kalau kita mau mandi." Balas Adam. Namun Adam tetap mengelus dada Santy.
4 Jam kemudian Adam sedang duduk di kursi dan melihat Santy sedang tidur. "Sittt. Aku sungguh pria berengsek yang menodai perempuan berumur 15 tahun." Adam menghela nafas. "Kak, kenapa kamu masih belum tidur." Santy melihat Adam yang sedang duduk di kursi. Adam naik ke kasur kemudian memeluk Santy. "Ayo kita tidur." "Baik kak." Santy kemudian memejamkan matanya.
Sementara itu di tempat lain beberapa orang sedang berkumpul di ruangan. "Di perkirakan jumlah zombie yang berasal dari kota Mojokerto dan Sidoarjo berjumlah 1 juta lebih. Jika melihat dari kecepatan mereka berjalan di perkirakan 1 juta zombie akan tiba di kota ini besok pagi jam 7." Kata seorang pria.
"Beritahu semua tentara, polisi dan regu pembunuh zombie untuk bersiap-siap." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Erik. "Baik komandan." Balas beberapa orang. "Jika kota Surabaya berhasil di tembus. Maka mau tidak mau. Semua warga harus pergi ke kota Semarang."
Keesokan harinya Adam dan Santy yang sedang makan melihat puluhan truck yang lewat tanpa henti. "Sepertinya zombie-zombie itu hampir datang kemari." Kata Adam meminum air mineral. "Aku sudah kenyang kak." Kata Santy membungkus sisa makanan. "Buang sisa makanan di tempat sampah. Setelah itu kita akan pergi meninggalkan kota ini." kata Adam kemudian memakai topeng kulit. "Baik kak." Santy mengangguk.