The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
SEAN AND KANYA



*Kanya berjalan dengan ceria melewati para tentara lain nya ia sangat bahagia hari ini karna bisa pulang ke rumah nya, ia sekilas menatap Zidan wajah nya kembali mendingin ketika mata mereka bertemu pandang.


 Kanya berjalan mendahului mereka karna melihat Alisa tengah menunggu nya.


Alisa memeluk Kanya dengan perasaan kangen sudah dua Minggu Kanya pergi tugas membuat nya kesepian.


" Lisa ikut aku yuk?" 


" Kemana? Bukan nya kamu baru pulang pasti cape? " Tanya Alisa dengan tampang aneh melihat nya.


" Kita ke Dealer . . Aku ingin membeli mobil baru !!!'


" Kanya di garasi kamu udah punya tiga mobil apa masih kurang?" Tanya Alisa dengan tampang garang melihat kelakuan Kanya.


 Kanya mendilakan mata nya kesal melihat Alisa tak mendukung nya, Kanya ngambek ia berjalan meningalkan Alisa dan pergi ke luar dimana mobil jemputan paman nya sudah terpampang rapih.


" Pasti sulit berteman dengan nya"


" Kanya adalah Kanya, walau Kanya suka menghambur kan uang Kanya tetap tak seperti kacang lupa kulit nya" balas Alisa.


 Zidan terdiam mencerna ucapan dari Alisa yang masuk kepikiran nya.


 Kanya kembali ke rumah nya ia meminta cuti beberapa hari, sejak hari itu Kanya mulai menjauhi Alisa Kanya adalah tipe pendendam jika dirinya di salahkan atau di bantah butuh berminggu-minggu untuk mengembalikan sikap baik nya.


  Dilapangkan terlihat seorang pemuda tengah bermain seketboart dengan lihai membuat para gadis cantik terpana dan bertriak tidak jelas kearah nya.


 


 Seketboart yang ia naiki meluncur naik turun terkadang melompat membuat para gadis yang menonton menjadi melting melihat itu.


" Sean "


 Pangil suara lembut itu kearah nya Sean menghentikan acara permainan nya dan melihat seorang wanita tengah duduk di samping tepat nya di pembatas jalan.


 Sean menghapiri gadis itu dengan senang Menatap iris merah redup kearah nya.


" Tante Shela kapan kamu kembali?" Tanya nya dengan bergelantungan di lengan Sheila membuat Sheila mendengus melihat kelakuan bocah kecil itu.


" Lepaskan, pangil aku Kanya" 


" Apa Tante ada masalah lagi?" Tanya Sean dengan tampang menyelidik membuat Kanya mengeleng ia mengacak-acak helaian rambut hitam milik Sean.


" Baik kok, aku sudah kelas tiga SMA hanya dengan melompat-lompat kelas, "


" Belajar yang rajin ok " Sheila menatap iris biru itu membuat hati nya seakan tergerak ia mencium dahi anak itu dengan sayang membuat Sean sedikit gelagapan dan memerah.


" Tante ikut aku yuk . . . Kita cari kesenangan,,,,, Kanya ditarik dengan kasar oleh Sean.


  Cukup lama mereka berjalan sampai akhir nya sampai di sebuah pelatihan tentara, mereka menyelinap kedalam bukan tanpa alasan mereka melakukan hal melangar itu. Hanya saja Kanya tak tega menolak permintaan bocah itu ketika ingin melihat para tentara apa saja yang mereka lakukan di lapangan terbuka.


 Sean menatap dengan penuh berbinar para tentara yang tengah latihan berbeda dengan Kanya yang menatap mereka dengan tatapan ketakutan.


 Tanpa mereka sadari sosok lain menatap mereka dengan tatapan garang,Kanya hanya diam tersenyum melihat bocah dihadapan nya dengan Tatapan sulit diartikan.


" Angkat tangan, " Mendadak, Kanya terjatuh dari pohon mendegar suara bariton itu bertriak.


" Sedang apa kalian di sini?" Tanya sang komandan kearah mereka berdua yang diam tak bergeming.


" Sedang mengerjakan tugas pak ____" Sang komandan menatap tajam kearah pemuda yang berani menjawab.


 Kanya menarik Sean kebelakang nya ia menatap dua tentara yang dikenali nya.


 Seketika kedua nya menegang, melihat tatapan tajam para tentara itu, Sean mendadak ketakutan ia menyesal mengajak Tante nya ke area terbuka untuk melihat para tentara itu.


" Memang nya kenapa?" Tanya Kanya dengan tatapan tajam lebih tajam dari para tentara itu membuat tangan putih memegang nya.


" Tan, kita pergi saja yuk..."


 Kanya memutar bola mata malas melihat Sean yang ketakutan, mereka membalik badan nya hendak pergi sebelum tangan kekar menarik mereka berdua sampai terjatuh ke tanah.


" Sean kau tak apa-apa kan?" Tanya Kanya dengan cepas.


 Kanya meledak mercaci dua tentara itu karna melukai sean, Zidan mendegus kesal ia membawa mereka keruangan nya dengan sedikit menyered nya.


 Zidan meminta penjelasan pada mereka berdua membuat Kanya menghentikan kegiatan nya mengobati luka Sean


Ia membulat kan mata mendegar jawaban Sean yang ingin menjadi tentara.


" Aku mengajak Tante untuk melihat kalian para tentara, aku ingin menjadi tentara seperti kalian maka nya aku memaksa Tante membawa ku kemari apa itu salah ....


" BRAKH* "