The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
SALAH PAHAM



***Pagi pun tiba Zidan merasa risih dengan suara telfon yang mengangu nya di pagi buta, ia menatap kesebelah samping teryata shella sudah bangun.


 Ia mendegus kesal dan mengambil henfoun yang berada di naskah dan mengangkat telpon itu.


[ MOMMY INI SUDAH SATU MINGGU 


KAPAN MOMMY AKAN PULANG? BELA BENCI MOMMY HIKS!].


 Zidan terdiam mendengar ucapan anak kecil di sebrang sana, ia menunggu kelanjutan dari ucapan nya tadi.


[ Mommy kok diam sih?']


 Zidan memutuskan sambungan telpon nya Ia menatap shella yang baru keluar dari kamar mandi, Zidan menatap nya dengan pandangan horor melihat kedatangan shella membuat nafsu nya seakan meluap-luap mendegar kata "Mommy" tadi.


 " Zi sakit! Apa yang kau_" shella di banting dengan kasar menuju ranjang.


" Awww" pekik nya.


"Aku salah menilai mu! Ternyata kau membuat perjanjian itu karna kau sendiri sudah punya seorang anak. Aku tak akan sungkan seperti dulu," Tatapan bak harimau melihat kearah shella.


" Zi . . Zi . . Jangan . . Kau jangan merusak ku” ucapan nya bergetar.


 Shella membulat kan mata nya menahan rasa sakit itu, rasa nya sakit ia tak tahan


Apa ini mimpi? Jika memang benar mimpi aku harap bisa cepat bangun.


 Shella merasakan perih dengan uraian air mata ia menampar wajah Zidan dengan keras, ia melempar kan gelas kearah wajah nya tapi Zidan berhasil mengelak.


 " Kau binatang” ucap shella dengan lantang lalu memakai baju nya.


 " Darah! Apa dia masih” zidan terdiam melihat bercak darah yang berada di seprei.


 Shella membuka kamar Gallen dengan kasar membuat Gallen terlonjak kaget


Alisa pun tak kalah kaget melihat kelakuan adik ipar nya.


 Shella menuju ke arah Gallen ia duduk di meja dan menatap kedua orang itu dengan tatapan amarah.


" Shell kau kenapa?" Tanya Gallen sembari mengelus dada nya melihat tatapan adik nya.


" Kembalikan saham blue drop pada ku dan juga kembali semua saham Higashi itu semua milik ku," ucap nya lantang dan tegas dengan ambisi yang menyala di kedua mata nya.


" Shell kau kenapa?" Tanya Gallen memastikan.


" KAU HANYA ANAK HARAM, YANG MEMAKAI NAMA HIGASHI YANG MERUPAKAN MILIK KU! AKU INGIN SEMUA PROPERTI HIGASHI MENJADI MILIK KU,"  shella memandang Gallen dengan tatapan marah dan jijik kearah kakak nya.


PLACK


 Tamparan mengenai wajah nya, rasa perih terasa shella menatap Gallen dengan tatapan marah.


" Hahahaha kenapa kak? Apa kau sadar sekarang? Kalo kau sadar sekarang cepat berikan semua nya pada ku atas nama ku . . Lalu kirim aku ke Amerika dan jangan ada yang mencariku lagi,"


" Shella dinginkan kepala mu, kau masih pemula dalam hal ini, walau blue drop adalah milik mu . Apa kau ingin menghancurkan nya shella! Kemampuan mu masih kurang untuk menjadi pewaris dari Higashi!!' 


" Kurang_-? Aku di juluki sebagai gadis terpintar se universitas, aku bisa melakukan apapun karna aku jenius 


Yang membuat blue drop adalah aku dan Kyo jadi itu memang milik ku kan?" Tanya shella dengan arogan membuat Gallen menghembuskan nafas nya kasar.


 " Aish kau menang" Gallen menghembuskan nafas nya pelan.


 Ia berjalan menuju lemari membawa sertifikat dan pulpen ia mengasong kan nya pada shella yang tersenyum kecut, ia mengambil pulpen itu sebelum sebuah tangan kekar merebut sertifikat itu.


" Kau tak bisa seenaknya seperti itu! Bukan nya kau sendiri yang memberikan Higashi untuk di urus oleh nya!”


" Orang luar seperti mu mana berhak ikut campur” shella mengibas-ngibaskan lengan nya.


" Setidak nya! Kau masih belum cukup bertanggung jawab untuk memimpin perusahaan itu," Zidan memberikan sertifikat itu pada Gallen.


 Ia menyered lengan shella mengjauh dari tempat itu, shella berusaha memberontak tapi tenaga nya kalah kuat dengan Zidan.


 Drttt ... Drtt ... Drtt..


 Shella menatap nama bela di sana ia melepaskan tangan nya, mengusap jejak air mata tadi dan merapikan rambut nya.


" Hallo bela" sapa nya ceria kearah anak berusia 7 tahunan itu.


" Mommy! Kapan kamu pulang bela kangen mommy!' ucap nya dengan pandangan sedu, shella Tersenyum menampakan gigi nya yang putih.


" Sayang, besok mommy pulang ok! Kamu jaga bibi dulu yah! Nanti mommy bakal bawa boneka dan camilan kesukaan bela,"


" Mommy gak bohong kan? Bela kangen mommy. Oh yah, mom tau gak? Tadi bela menang juara melukis loh”


" Mom tau kok! Karna bela anak yang jenius"


 Pangilan Vidio cool terhenti


Zidan menatap anak yang berada di layar itu sama sekali tak mirif dengan shella


Dan lagi shella masih seorang perawan


Bagaimana sudah melahirkan seorang anak.




  Shella menarik koper nya kesalah satu rumah yang berada di perkampungan



Walau tak besar rumah itu juga tak bisa di bilang kecil, Pelukan hangat menyambut nya seorang anak kecil berambut pirang memeluk nya dengan erat.



" Mommy akhirnya mommy pulang” Bela menegandah melihat tumbuh tinggi shella.



" Bel! Shella masih cape bawa dia ke kamar nya!" Ucap wanita berumur menatap shella dengan ramah.



"Yah, ibu kok gitu sih. Bela masih ingin main sama mommy” Rajuk nya dengan tampang imut membuat shella menarik pipi nya.



" Yak sudahlah . .  Mari kita ke kamar"



 Bela berjingkrak senang mereka berdua masuk kesalah satu kamar.



" Kamu? Siapa kamu?"



" Nama ku zidan. Suami shella,"



" Aish, anak itu bahkan menikah pun tak mengundang ku," ucap nya lemah menyuruh Zidan masuk ke dalam.



" Maaf jika saya lancangr, memang nya apa hubunga bela dengan shella?" Tanya Zidan startis menatap wanita anggun itu.



" Waktu aku mengandung bela tanpa sengaja terjatuh di jalanan, waktu itu sangat gelap tak ada orang yang berlalu\-lalang atau pun yang menolong ku, Waktu itu ada seorang gadis berumur 14 tahunan dia menolong ku, sejak saat itu hubungan kami sangat dekat saat shella masuk universitas kedokteran bela menjadi sangat kesepian, karna shella selalu menyempatkan dirinya berkunjung untuk melihat Bella. Bela sendiri sejak dirinya masih kecil sudah memanggil shella dengan sebutan mommy walaupun umur shella masih belasan," Jelas wanita paruh baya itu detail.



" Tadi anda bilang menyempatkan diri



Memang nya tempat tinggal shella dimana?" Zidan mengorek informasi dari wanita itu.



" Shella tumbuh di desa terpencil! Karna nenek kakek nya yang menginginkan shella hidup dalam kesederhanaan walaupun sebenarnya ia pewaris dari keluarga Higashi, shella sendiri pernah menjadi seorang gelandangan...."



" Bibi, bisakah kamu buatkan aku makanan kesukaan ku sudah lama tak mencicipi masakan bibi," ucap shella dengan pandangan puppy eye nya.



" Baiklah!"



 Shella kembali ke kamar nya setelah menghentikan obrolan yang menurut nya tak penting, yah bela menyuruhku untuk mengambil air minum tanpa segaja aku mendegar bibi menceritakan masa lalu ku aku tak ingin jika Zidan mengetahui semua kelemahan ku itu***.