The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
PILIHAN YANG TAK BISA KU PILIH



***Shella mendegar kabar bahwa Sean berada di bandara, dengan perasaan senang ia keluar dari rumah Higashi dengan membawa mobil kakak nya.


 


jalanan yang terlihat ramai dan padat karna Sekarang jam pulang kerja, shella mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.  Berjalan menyusuri bandara tatapan onio nya melihat sosok yang tengah terdiam di kursi penunggu.


" Sean," Shella melambaikan tangan nya berjalan ke arah pemuda yang tengah menunggu penerbangan menuju ke Inggris.


" Kenapa kau kesini Tan!" Balas nya sinis, shella menegang kenapa dengan Sean bukan nya anak itu akan senang jika melihat dirinya berada.


" Sean kamu kenapa?"


" Hah? Kenapa! Tan aku tau alasan kau meningalkan negara Indonesia hanya untuk kembali ke sini dan kau menikah dengan Zidan Wijaya pewaris keluarga Wijaya . . Apa Tante lupa keluarga Wijaya berhubungan dekat dengan Sena ibumu 


 Kyo mati karna keluarga Wijaya Tan!"


" Sean . . Maaf kan aku! Kumohon Jangan tingalkan aku lagi," ucap nya singkat.


" Tan sudah cukup! Apa kau tau panti asuhan atas nama mu di Amerika itu sekarang di tekan karna kau tak mendonasikan uang, lalu rumah sakit yang kakak dirikan sekarang bangkrut aku sendiri sekarang di tekan oleh pihak menajemen iklan karna melangar kontrak yang bahkan tak aku lakukan apa kau tau itu ulah siapa? Zidan Wijaya," Suara lantang itu membuat shella merosot ke lantai.


" Sean aku bisa memperbaiki nya . . Kumohon percaya pada ku...!"


" Aku tau kau pewaris Higashi! Tapi semua penekanan itu dilakukan oleh " Dragon inferior" bagimana kau bisa membereskan kan nya tan? Bahkan kau sendiri masih berada di pihak Wijaya . . ."


" Hiks Sean," ia memegang tangan pemuda itu kuat.


" Oh yah ini desain rumah yang ku janjikan tapi menurut ku kau tak akan menyukai gambar murahan ini" ia menepis kasar uluran tangan nya lalu membuang gambar itu ke sebarang arah.


 Sean pergi masuk kedalam pesawat, meninggal shella yang menangis di sana ia mengedarkan seluruh pandangan nya tak ada map yang diberikan Sean pada nya. Ia mencari ke arah lemparan itu tapi tak menemukan sama sekali.


 ~~~~~~~


 Shella menuju ke salah satu perusahaan penerbangan yang di kelola oleh yoyo teman nya. Ia membuka pintu dengan kasar terlihat yoyo yang sedang sibuk dengan berbagai macam dokumen.


" Yoyo," pangil nya lembut.


" Akhirnya kau datang shell! Perusahaan yang ku kelola di tekan oleh " Naga inferior" bahkan saham kita berdua merosot dengan cepat . . . Ku dengan bahwa bar milik mu juga sekarang bangkrut" Yoyo menegelamkan wajah nya pada tumpukan dokumen yang berada di depan nya.


" Kemungkinan besar target utama mereka adalah Sean aku harus bagaimana? Naga inferior terlalu ikut campur," 


 Shella keluar dari kantor nya. Sekali lagi semua yang ia miliki kandas hanya cafe yang berada di Amerika yang segaja ia rahasia yang menjadi penopang dan harapan untuk Sean satu-satunya.


 Zidan Tersenyum kecut melihat gambaran dari layar monitor menampakan gadis yang tengah depresi dengan berbagai tekanan yang ia berikan.


 Seorang pria bertato menghadang jalan shella wajah nya yang tertutup topi membuat shella khawatir dan waspada.


" Aku ingin bicara dengan mu," ucap nya singkat. Pemuda itu memberikan satu lembar Poto ke arah nya yang ia terima dengan perasaan cangung.


" Tuan! Lambang ini bukan nya lambang naga inferior?" Tanya shella ke arah sosok misterius itu.


" Aku adalah bawahan Kyo Honma! Orang yang memiliki lambang itu adalah orang yang bahaya kuharap nona berhati-hati lah


 Ku dengar kamu mengetahui sosok pewaris paling tua bernama Gallen Higashi menurut info yang ku tahu bahwa anak itu memiliki teman dekat yang merupakan pemimpin dari" Naga inferior" jadi aku ingin bertanya pada mu,"


" Anuu apa anda tau alamat dari keberadaan ketua nya?" Tanya shella gugup dengan sedikit menegandah ke atas.


  Secarik kertas yang ia terima membuat dunia nya hancur bahkan sampai akar nya, bahkan saat sosok bertato itu meninggal kan nya ia tak menghiraukan nya.


 ROSE MANOR. . .


 Sebuah perumahan keluarga kaya raya di sana ada banyak rumah dari keluarga pengusaha, menurut informasi yang ia dapatkan rose major adalah pemungkiman dari para pembisnis manca negara.


 Shella berjalan ke dalam rose manor melihat alamat yang tertulis di dalam secarik kertas itu, seketika pandangan nya berlarih pada sebuah rumah dua tingkat dengan desai yang besar dan indah bahkan lebih indah dari Mashion Higashi.


 Ia menekan bell. Setelah di perbolehkan masuk shella diartakan kesalah satu ruangan yang berada di lantai atas. Sosok tinggi dan bongsor tengah membelakangi nya terlihat lambang petir ( ⚡ ) di pungung nya. Bentuk yang sama dengan yang ada di Poto nya.


" Permisi,"


DEG


 Sosok itu tersenyum sedari tadi ia sudah menunggu dirinya datang, tubuh yang hanya di tutupi oleh sehelai handuk di area privasi nya berjalan ke arah nya.


" Bagaimana jawaban mu?" Tanya nya dengan mengulurkan lengan nya terlihat bunga yang sudah layu. Shella yakin bahwa perumpamaan itu di tunjukkan untuk dirinya.


" Lambang ini?" Shella memegang lambang di pungung nya, sejak kapan dia memiliki lambang seperti itu bahkan ia tak tahu.


" Jawaban mu?" Tanya nya tegas penuh akan penekanan.


" Aku akan hidup dengan mu,?" Ucap nya pelan.


" Tolong angin nya kencang ulangi lagi..!"


" Sudah cukup zi! Aku akan hidup dengan mu. Beritahu aku sejak kapan kau memiliki lambang ini?" Tanya shella dengan tampang garang.


 Zidan membuka perlahan handuk nya, shella menutup kedua mata nya 


Sedangkan Zidan tertawa melihat reaksi nya," kita akan melakukan bisnis sayang! Aku hanya punya permintaan jangan tutupi mata mu ini bukan pertama kali nya! Sejak aku menyentuh mu kau selalu menutup mata mu tak peduli berapa lama, sekarang aku ingin kau lihat tubuh ku tubuh yang hanya di persembahkan untuk mu saja..."


 Shella Perlahan membuka mata nya melihat atas bawah dari tubuh sixpack milik Zidan, yah, sudahlah nasi sudah jadi bubur ia tak bisa menolak dan berbuat apa-apa.


" Bisakah kau lebih lembut,"


" Bersikap lembut? Dulu saja kau selalu mengabaikan nya bagaimana jika kasat maka kau akan mengigat setiap detik dan inci nya...."


" Zi! Aku ingin memakai KB bolehkan?' Tanya shella ragu di tengah-tengah keheningan itu. 


" Ok" jawaban yang hanya singkat itu.


 Shella menatap langit-langit kamar itu semua nya sudah terlambat. Ia tak bisa menghancurkan sosok itu Bagaimana bisa Naga inferior adalah sosok yang paling di takuti di benua Eropa dan Australia shella harus memikirkan cara untuk kabur lagi.


 Shella kini tengah berendam di bak up tubuh nya telah di serahkan pada Zidan mengigat kejadian itu membuat diri nya seakan menjadi rendah serendah sampah di pembuangan. Shella membuka lemari zidan untuk meminjam baju nya seketika mata nya kaget melihat banyak baju perempuan yang bahkan lebih banyak dari baju Zidan sendiri sebagi tuan rumah.


" Kenapa banyak pakaian di sini," Shella memakai pakaian nya tak menghiraukan jika sosok yang tengah terbaring melihat kegiatan nya dari awal sampai akhir.


  Sosok itu beranjak dari tempat tidur nya dengan wajah yang masih setengah linglung mendekat ke arah shella" Karna dulu kau selalu ingin berpisah kamar dengan ku! Mulai saat ini kau akan sekamar dengan ku," jawab nya mencium leher jenjang itu tercium aroma leci yang lembut.


" Tapi_-"


" Tidak ada bantahan," ulang nya tegas ia membaca shella ke sebuah ruangan yang berada di pintu lain. Teryata kamar nya begitu besar bahkan ada ruangan rahasia di dalam nya.


 Shella menatap jajaran tas selempang yang terpajang di dalam lemari. Ada begitu banyak tas dengan warna dan model yang berbeda," Tas brand ini?" Tunjuk nya ke arah lemari itu.


" Semua nya milik mu," jawab Zidan.


Kedua bola mata nya melihat lemari yang di penuhi oleh sepatu dan sandal yang beragam dengan kisaran harga pantastis.


Dari ujung bawah sampai ujung atas semua nya tak luput dari pandangan nya.


" Kenapa kebanyakan barang di sini hanya perlengkapan perempuan barang mu sendiri dimana?" Tanya shella merasa aneh melihat sekeliling tempat itu hanya di isi barang perempuan.


" Yang paling penting adalah kau! Semua ini milik mu aku tak memerlukan banyak barang karna urusan ku kebanyakan dengan darah," ucapan yang sarat akan penekanan membuat shella sedikit meneguk Saliva nya.


 Shella melihat koleksi jam tangan milik Zidan yang lumayan banyak dengan berbagai model, tanpa sengaja shella berjongkok ia memegang perut nya sakit.


" Awww sakit! Ini semua gara-gara kau," ucap shella dengan pandangan macan galak.


" Maaf," balas nya singkat.


 Zidan keluar dari ruangan rahasia itu meninggal kan shella yang masih melihat koleksi jas, sepatu, dasi dan jam tangan milik Zidan walaupun tak sebanyak milik nya pakaian milik Zidan membuat nya lebih tertarik untuk menelusuri setiap inci dari pada pakaian yang Zidan siapkan untuk nya.


 " Ish, sakit banget," shella berjalan agak terpincang-pincang ia kembali ke ranjang.


 Ia membuka kotak berwarna hitam terlihat sebuah henfoun keluaran terbaru, shella membolak-balik benda pipih itu pertama yang ia lihat adalah satu kontrak dengan nama" Suamiku" membuat shella mendegus dan Menganti nya dengan julukan" Kutub es" nama yang tertera di kontak itu mebuat shella tertawa bahagia.


Tanpa ia sadari sosok yang tengah berendam ikut tersenyum mendegar suara cempreng itu***.