The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
TARUHAN



*Zidan tengah diam di depan laptop milik nya ia menatap deretan kasus yang harus ia selesai kan. Zidan menyandarkan punggungnya pada kursi kerja milik nya rasa lelah mulai terasa. . .


Tok, tok ,tok


 Suara pintu di ketuk.


" Kapten ada misi baru "


" Misi? Bukan nya hari libur yah?"


" Atasan meminta kita mengikuti balapan liar, kata nya untuk menangkap seorang pria pembunuh ,,,,"


 Zidan berdiri mengambil jaket nya 


Ia berjalan ke arah parkiran sebuah mobil balap terlihat mengkilap.


 Kembali pada Kanya yang baru saja menyelesaikan operasi nya ia mengajak Alisa untuk ikut bersenang-senang tadi nya mereka bakalan ke mall sayang nya Kanya membawa Alisa ke area balapan liar.


 Alisa ketakutan melihat banyak nya orang berwajah garang.


" Kanya kita pulang yuk," ajak nya sambil memegang lengan Kanya.


" Ayolah cuma sekali ini saja," Kanya memelas mengeluarkan jurus puppy eyes nya.


" Loh ngapain di sini"


" Dunia ini sempit yah? Pasti setiap mau cari hiburan ada loh"


 Kanya menatap Zidan yang datang dengan salah satu pemuda tampan.


" Kapten gimana nih" tanya bawahan nya.


" Hei cewek gila mau gak balapan? "


 Mata Kanya berbinar mendapatkan tantangan itu, ia menunjuk mobil balap berwarna merah milik nya.


" Jika gue kalah mobil ini milik loh? Tapi jika loh kalah loh mau taruhan apa?" Tanya Kanya tegas dengan senyuman meremehkan.


" Tank ketentaraan, gimana saya seorang tentara bisa memberi mu satu tank"


" Setuju"


 BRUMM ... BRUMM ... BRUMM...


( Angap suara mobil)


 Saat berdera hitam di lempar mereka menancab gas. Salib menyalib terjadi Kanya memandang remeh kearah Zidan yang fokus dengan finis.


 Satu putaran di lewati, Zidan tersenyum sinis ia menghadang Kanya membuat mobil Kanya kehilangan kendali.


" Kanya"


Alisa bertriak melihat mobil Kanya menabrak salah satu mobil lain nya


Zidan masuk finis.


 Kanya keluar dari mobil nya sedangkan Zidan terdiam apa dia keterlaluan? Bahkan sampai melukai Kanya.


" Kanya lengan mu berdarah?" Alisa panik melihat pendarahan akibat benturan.


" Tap"


 Zidan menangkap kunci mobil yang di lemparkan gadis itu, Kanya pergi dari sana sepergi nya Kanya banyak para polisi di sana.


 Yah Kanya hanya sebagai pengalihan untuk misi dirinya, dan alkasih misi nya berhasil.zidan masuk kemobil merah itu tanpa segaja melihat selembar kertas yang di tempel di kursi mobil.


 Ia membaca nya dengan seksama tulisan jelek itu dengan sedikit senyuman devil yang menghiasi bibir nya.


 *  GUE BAKAL BIKIN HIDUP LOH SENGSARA CAMKAN ITU *


 


Kanya terus menatap keluar, ia kangen orang tua nya sampai air mata nya menetes, tapi apa daya Kanya hanyalah seorang putri yang ditinggal kan tak terasa ia menangis sejadi-jadinya.


 Gallen yang menatap Kanya dari balik kaca mobil nya hanya bisa menatap dari jauh seandainya saja jarak antara Kanya dan Gallen tidak sejauh ini mungkin ia akan menenangkan Kanya membuat Kanya merasakan curahan kasih sayang nya.


 Gallen mengas mobil nya berharap Kanya bisa menenangkan dirinya, ia tak ingin Kanya melihat keberadaan nya yang akan membuat Kanya semakin tersakiti.


" Seperti ada orang tadi dibawah! apa cuma perasaan ku saja yah? huff bagaimana pun rasa nya sayang juga mobil balap itu jadi milik nya "


Kanya menatap kesal kearah langit malam mengigat kejadian taruhan tadi, Senyuman licik terlihat di bibir nya ntah apa yang ia rencanakan*.