
*Kanya memijit pelipisnya dengan pelan
Wajah nya memucat karna sedari tadi ia tak sempat memakan makanan sedikit pun. Kanya hanya fokus untuk menyerang balik beberapa perusahaan yang ingin bersaing dengan perusahaan " ZW copy "
Kanya merutuki nasib nya ia bisa meruntuhkan perusahaan itu tapi kenapa ia juga yang harus memperkokoh perusahaan itu apa ini karma...
Rasa mual mulai menyerang nya Kanya berlari menuju waspapel menumpahkan cairan lambung nya, ia kembali dengan lemas menuju laptop nya Kanya tengah membuat sebuah virus yang akan menembus keaman beberapa perusahaan itu.
Pintu terbuka menampakan sosok dengan baju loreng khas nya, ia menatap rumah yang terkesan sepi itu tanpa ijin dari pemilik nya ia melangkah menuju kedalam tatapan nya menatap seorang yang tengah mengutak-atik laptop nya.
Zidan menghapiri nya ia menyimpan bingkisan yang ia bawa di depan Kanya membuat bola mata merah itu bertatapan sejenak Kanya kembali fokus pada laptop nya.
" Awassss "
Iya berlari menuju waspapel memuntahkan cairan lambung lagi ini ketiga kali nya, Zidan mengeyitkan alis nya melihat Kanya memuntahkan semua isi perut nya.
" Huekkk .... Huekkk ..."
" Minum " ucap nya datar.
Kanya mengambil gelas itu meminum isi nya sampai kandas, ia sedikit oleng membuat tubuh nya menyandar pada dada bidang milik Zidan.
" Sebentar lagi virus nya akan membobol keamanan nya " ucap Kanya memperlihatkan layar laptop itu kehadapan nya.
" Bagus lah . . Makan itu " iya menunjuk makanan yang ia bawa Kanya menatap dus pizza itu dan memakan nya dengan lahap tak bisa di pungkiri ia sangat lah lapar.
" Apa kau tak takut jika aku meracuni mu?"
" Mana mungkin kau masih memerlukan ku untuk menyerang balik" jawab nya acuh.
Zidan mengambil alih laptop Kanya sedakang sang gadis ntah sejak kapan sudah terlelap dalam tidur nya.
Zidan menatap notifikasi berhasil di layar monitor itu, wajah nya tersenyum melihat wajah polos Kanya walaupun ia tak mengerti kenapa gadis itu sangat membencinya.
Drttt ... Drttt...drttt...
Suara henfoun itu membangunkan Zidan ia menatap jam menunjukkan pukul empat pagi ia menggeser tombol hijau di layar nya.
" Ada apa?" Tanya nya sambil setengah mengantuk, ia mengedarkan pandangannya kearah samping dimana Kanya masih terlelap dengan memeluk tubuh nya.
[ Bos perusahaan Nan mengalami kemunduran mereka mengalami penurunan saham lebih cepat dari kita ]
" Hancurkan sisa nya " ucap tegas Zidan.
[ Beres bos ]
Zidan beranjak dari kamar bernuansa biru itu, ia mengambil baju ketentaraan nya dan beranjak pergi dari sana.
Yah Zidan akan membuat Kanya menurut pada nyua karna hari ini bisa membuat gadis itu menurut dengan ancaman nya.
Kanya terbangun dari tidur nya ia menatap pakaian nya untung lah masih lengkap
Pikiran nya bertanya-tanya siapa yang memindahkan dirinya bukan nya kemarin ia tidur di meja yah? Tak ingin memusingkan hal itu Kanya beranjak memasuki kamar mandi.
Tetesan air shower mengenai tubuh nya
Butuh waktu 10 menit bagi nya untuk membersihkan diri nya, ia menuju lemari memilih salah satu gaun pesta Kanya mendudukkan diri nya di meja rias ia merias wajah nya dengan sedikit polesan bedak bersama liplos membuat nya tampil menawan dan elegan.
" Seperti nya aku harus menemui Alisa "
Sesampainya nya di kafe tempat Alisa Bekerja kanya menatap hal yang mengagetkan.
" Apa yang sedang dia lakukan?' Kanya mengutip kedua orang itu.
Alisa tengah menatap wajah Gallen ia menyadarkan tubuh nya pada dada bidang milik Gallen.
" Apa kamu yakin akan terus berhubungan dengan ku?" Tanya Alisa pada Gallen.
" Aku menyukai mu sejak kita bertemu di bandara! Saat aku merubah identitas Shella aku sudah menyukai mu,"
" Tapi bagaimana dengan Kanya?" Tanya Alisa dengan tatapan sedu kearah Gallen yang mencium puncak kepala nya dengan lembut.
" Shella tak akan mengkhianati kakak nya ... Alisa kamu sudah menemani Kanya selama tiga tahun ini ... Seharus nya Kanya bersyukur memilik mu," Gallen menatap mata coklat milik wanita dihadapan nya.
" Kamu salah! Aku selalu membuat Kanya terlibat masalah, Kanya selalu memperlakukan ku dengan baik tapi aku tak bisa memberikan apa-apa?"
Kanya melebarkan pandangan nya melihat Alisa dan Gallen menjalin hubungan di belakang nya, Kanya berjalan pergi dari sana ia tak menyangka orang yang selama ini ia percaya membohongi nya! Apakah tak ada kejujuran dalam hidup nya
Kanya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ia mengerakan setir mobil seperti kerasukan beberapa kali mobil sport itu menabrak trotoar tapi Kanya tak menghiraukan nya yang ia inginkan hanyalah sebuah ketenangan.
" Cih, apa gadis itu kerasukan?' guman Zidan sambil mengendari motor ninja nya dengan kecepatan tinggi.
Mobil Kanya menerebos pembatas jalan mobil itu terjatuh ke arah jurang membuat suara ledakan dan api melentab nya.
" BOOOM "
Kanya melompat dari mobil itu tatapan nya sedu iya menatap hamparan lautan yang indah.
" KYO KENAPA KAMU MENINGALKAN KAN KU? KENAPA ALISA JUGA MENGHIANATIKU KENAPA SEMUA ORANG TAK MENGINGINKAN KU AKU BENCI . . . KYO KUMOHON KEMBALI PADAKU !"
Triakan itu mengema di sekitar tebing itu tanpa ia sadari sosok pemuda menatap nya dengan pandangan kesal mungkin kah ia cemburu hanya diri nya yang tahu.
Sosok Kyo seakan tersenyum pada nya Kanya berjalan menuju arah tebing ia melompat dari sana, komandan tentara itu menatap nya kaget apa gadis itu menjadi gila hanya karna cinta.
" Apa kau gila hah," ia memegang pinggang Kanya dengan kuat menahan agar gadis itu tak melompat ke laut.
" Hiks-hiks Huwaaaa kenapa Alisa menghianati ku! Kenapa Zidan membunuh Kyo . . . Kenapa ibu tak menginginkan ku . . Apa aku hanya pembawa sial hiks" iya menangis sekencang-kencang nya.
Zidan mengusap lembut pungung gadis itu menenangkan nya, pikiran Zidan mencerna kata-kata" kenapa Zidan membunuh Kyo " apa maksud nya orang yang Kanya cintai mati di tangan nya tapi kapan.
Kanya bersandar di dada bidang nya Zidan membiarkan gadis itu tenang ia beberapa kali mengigau " aku ingin balas dendam pada zi- dan" mata nya tertutup.
" Kau ingin balas dendam pada ku? Aku tak akan menunggu mu! Tapi aku juga akan melawan mu" Zidan menatap langit sore yang dihiasi cahaya senja.
Burung-burung berkicau membuat suara damai disana hamparan laut biru mencuci mata, asap mobil masih saja mengepul Zidan memutuskan untuk menghubungi Henda untuk membawa mobil kesana.
Tak berselang lama Hendra muncul.
" Bos nona Kanya kenapa?"
" Cerita nya panjang! Buka pintu mobil nya"
Zidan mengendong Kanya membiarkan gadis itu tertidur di paha nya sedakan Hendra mengemudi mobil meninggal kan tempat itu*.