
4 Tahun ***berlalu. . .
Seorang wanita cantik tengah menatap hamparan bintang di taman, lengan nya mengusap lembut helaian hitam anak kecil di pangkuan paha nya dengan penuh kasih sayang.
Anak itu sangat tampan berambut hitam bermata ungu membuat shella sedikit bersyukur setidak nya ada sosok yang bisa menemani nya dalam dunia yang begitu kejam ini.
" Shu Bagaimana jika kita kedalam," ucap shella lembut kearah putra nya.
" Sebentar lagi mah,"
Yah dia adalah Shu Higashi atau Shu Wijaya anak dari shella dan Zidan setelah meningalkan negara nya. Shella baru tahu bahwa ia hamil setelah meningalkan negara selama tiga bulan, awal nya ia ingin mengugurkan nya tapi ia tak mungkin sejahat itu lagi untuk membuat sebuah kesalahan yang kedua kali nya.
Buah hati yang tercipta setelah 3 tahun pernikahan nya bersama Zidan. Sayang nya setelah melahirkan Shu membuat tubuh shella lemah dan rahim nya di angkat ia sudah tak bisa memiliki anak lagi tapi setidak nya ia tak membuat kesalahan yang fatal lagi.
“ Shu jika ayah mu muncul mama tak akan menghalangi kamu jika ingin bersama ayah mu!" Ujar shella lembut kepada putra nya.
“ Cukup hanya mama dan aku sudah cukup bagiku biarkan pria itu sendiri," Jawab Shu ancuh dengan nada khas seperti Zidan membuat shella terkekeh.
Pria yang kini tengah terbaring lemah itu akhirnya membuka matanya, dan orang pertama yang ia lihat adalah seorang wanita yang merupakan anggota perempuan satu\-satunya nya dari naga inferior.
Pria itu ingin rasa nya mencaci maki karna kondisi nya yang lemah karna tak segaja kewalahan oleh sebuah geng kecil membuat nya berakhir diatas ranjang rumah sakit.
Wanita itu mengambil henfoun dari balik tas berwarna hitam nya.
" Zi kau tau bisa terus lemah seperti ini karna wanita itu yang bahkan sudah hidup bahagia," ucap roses mengusap bahu zidan.
“ Kenapa kau menyembut nama wanita itu lagi," Nada nya sedikit geram dan penuh akan kebencian.
“ Suami istri yang terpaut cinta belat\-belit karna mas lalu wanita itu," Cibir rose membuat Zidan dengan seketika mencekik leher wanita itu.
" Aku tau kau pasti bersikap seperti ini tapi hatimu masih belum bisa melupakan nya uhukkk,"
Rose terbatuk\-batuk merasakan tangan kekar Zidan Sean ingin mematahkan leher nya.
" Dia adalah Shu Higashi," Ia memberikan sebuah Vidio terlihat tiga orang disana
Zidan menatap dua orang yang ia kenali tapi tidak dengan anak kecil di tengah mereka.
Zidan mengertakan rahang nya apa mungkin shella mempunyai anak dengan Sean yang merupakan adik kandung dari Kyo laki\-laki yang membuat nya tergila\-gila.
“ Kehidupan yang bahagia," Ucap nya dingin.
“ Dia putra mu,"
JDERRR
Bagaikan sebuah pwtii yang menyambar nya Zidan tercengar mendegar kata Dia putra mu. Ia memperhatikan wajah anak itu yang memang mirif dengan nya aplagi mata ungu seperti nya.
" Jangan bercanda," Ancam Zidan.
“ Mereka berada di Istanbul setelah banyak meetas koneksi antar dunia aku berhasil menemukan sedikit titik terang dan terus menelusuri nya hingga sampai pada sebuah nama anak dengan nama Shu Higashi. Wanita itu setidak nya masig memiliki hati karna mencantumkan nama mu sebagai ayah sah dari nya,"Jelas roses dan pergi dari sana.
Satu bulan kemudian.
Shella dan Sean berada di pesawat mereka akan kembali ke negara nya perseteruan antara Sean dan shella sudah berakhir membuat wanita itu sadar sekarang ia akan mempertemukan antara ayah dan anak.
" Tan kau yakin?" Tanya Sean sambil menatap Shu di pangkuan nya yang tengah terlelap tidur.
“ Aku mengerti,"
Shella memejamkan mata nya Setengah hari berlalu kini mereka tengah berada di bandara, shella mengendong Shu kecil dalam oagkuan nya sedangkan Sean membawa satu koper besar.
Suasana bandara begitu sepi tak ada orang lain selain mereka membuat shella waspada dan mengambil pistol yang berada di balik gaun indah nya.
Prok, prok, prok
Suara tepuk tangan mengema shella
Tersenyum menanggapi orang yang kini berada di depan mata nya. Walaupun tampilan nya sedikit berbeda karna mungkin efek dari bertambah nya umur.
" Shu," pangil shella lembut dan membangunkan putra kecil nya.
" Mama," ucap shu setengah sadar wajah ibunya.
" Shu dia adalah ayah mu," Ujar shella lembut mendekat kearah pria yang sudah berumur.
" Ayah,"
Zidan menatap tak percaya saat pertama kali nya mulut kecil itu memangil ya ayah
Shella Tersenyum ramah dan mencium pipi anak itu dengan gemas.
" Shu mulai sekarang kamu akan tinggal dengan ayah mu! Jika dia memarahi mu kamu visa pergi ketempat paman Sean," Tawar shella mengelus pipi anak nya dengan tatapan sedu.
" Tapi mama . . . Aku tak mu. . ."
"Mama apa salah Shu? Apa Shu nakal jadi meningalkan Shu dengan nya?" Tunjuk Shu ke arah Zidan yang diam tanpa epresi yang jelas.
" Hmm Shu nakal mamah jengkel menghadapi sikap mu! Jadi tinggalah bersama ayah mu," Shella melepaskan pelukan pada kaki nya dengan kasar.
Ia berjalan dengan berlinang air mata yang keluar dari mata nya dan menatap Sean yang terdiam" Tolong jaga dia " Ucap shella saat melewati tubuh Sean begitu saja.
" Mama tunggu,"
" Mama jangan tingalkan Shu,"
Tangis Shu pecah saat wanita itu kembali menaiki pesawat yang terbang meningalkan mereka semua disana.
" Shu ayo pulang," ucap Zidan lembut kearah anak kecil itu yang menangis di dada bidang nya.
" Kenapa mama meningalkan ku kenapa?" Tanya Shu sambil memukul\-mukul dada ayah nya dengan pelan.
“ Kalian tangkap wanita itu," Printah Zidan.
" Jangan" ucap Sean.
" Apa alasan nya?"
" Tante telah mengambil sumpah beracun jika dia tak bisa membunuh orang yang membunuh kakak maka racun dalam tubuh nya akan bekerja saat ini racun itu sudah mengerogoti tubuhnya.harus nya kau tau kenapa ia mengantar Shu pada mu padahal selama ini ia yang mengurus Shu dalam ancaman racun mematikan itu karna ia tau untuk membuat mu bisa mendapatkan pewaris yang sah bahkan Tante menulis nama mu dalam identitas Shu karna ia tau untuk menebus semua kesalahan nya ," Jelas Sean panjang lebar.
“ Jadi dia tak membenci ku dan anak nya?"
" Apa kau bodoh hah! Sejak kapan Tante membenci anak nya kalo masalah keguguran itu harus nya kau tau saat itu ia tergelincir dari tangga membuat nya keguguran kalo memakan obat dia memang melakukan nya tapi hanya beberapa saat karna dia juga tau anak itu tak berdosa untuk di bunuh,"Jelas Sean dengan sinis kearah Zidan yang terdiam.
Sepergi nya ibunya kini Shu menjadi sosok yang dingin seperti sosok ayah nya Ia akan sangat sensitif jika membahas tentang ibunya satu hal yang ia sesali yak itu mengatakan ingin bertemu ayah nya dulu padahal dengan kata itu Sekarang sosok yang akan tersenyum ceria, sosok yang akan mengelus rambut nya dan sosok yang memarahinya telah tiada dia pergi meningalkan nya sendiri***.