
***Zidan tengah berkutik dengan laptop di hadapan nya, ia membaca seluruh dokumen dan file yang ia tunda selama sebulan kebelakang ini, karna terlalu mengurusi kucing kecil yang tak patuh itu.
Zidan Wijaya pewaris keluarga Wijaya
Nama nya terkenal di luar maupun di dalam negeri, diri nya mempunyai beberapa cabang perusahaan yang berada di luar atau dalam negri " ZW COPT" yang merupakan perusahaan inti dari kelima perusahaan lain nya. " Shella copt", " Entertainment desainer copt" yang berada di Indonesia dimana tempat Sean bekerja dan dua lagi berada di luar negri.
Bukan haya itu Zidan terkenal sebagai seorang pensiunan tentara yang sebenarnya ia adalah pemimpin dari geng.terbesar di negara Eropa " Naga inferior" adalah geng yang ia buat dimana mereka berkontribusi untuk menciptakan peroduk senjata terbaru yang legal, dan menerima misi-misi membunuh yang tak pandang bulu.
Asisten Hu datang membuat kegiatan nya terhenti.
"Ada apa?" Kata Zidan menatap asisten Hu.
" Tuan ada beberapa orang yang membawa tagihan berlanja atas nama nona shella keperusahaan ini," asisten Hu memberikan bon yang tertera angka yang fantastis.
" Suruh mereka tambahkan pada tagihan rekening atas nama ku saja," Zidan mengeleng kan kepala melihat angka yang tertera apa yang di lakukan shella bisa membuat nya darah tinggi di usia muda.
Shella keluar dari Mall ia melihat arloji ditanggan nya menunjukkan pukul enam sore sudah waktu nya untuk pulang, sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti dihadapan nya iya mendongkrak siapa yang menghalanginya.
" Kapten!, Apa yang kau lakukan?" Tanya shella sambil menahan dus yang lumayan besar.
"Naiklah ....!"
"Kenapa ...?" Tanya serius shella.
Zidan mengambil alih dus itu dan meletakan nya di bagasi, ia menyered shella duduk di samping nya.
" Apa yang kau bawa shell?" Tanya Zidan mengambil alih Dus dari lengan shella.
" Tante" triak anak berusia dua tahunan itu memeluk kaki nya.
" Hadiah untuk Reva" iya menunjuk dus yang di bawa Zidan membuat wajah nya berseri ceria.
" Ehh!! Tante boneka nya lucu," Reva membuka dus itu mengeluarkan semua mainan yang ada disana.
" Shell, jangan manjakan Reva terlalu berlebihan," ucap Gallen yang datang dengan muka kusut.
" Kenapa? Reva juga gak protes " Shella menghembuskan nafas nya kasar, sesekali mengusap rambut pirang Reva pemberian dari ibunya.
" Len loh kenapa? Muka loh kusut kaya gitu?" Tanya Zidan dengan tampang dingin melihat penampilan nya.
"Alisa ngidam," ucap nya singkat.
" Emang Alisa ngidam apaan?"
" Makanan negara Indonesia,"
Shella menyipitkan mata nya heran,
kenapa Alisa sampai ngidam makanan indo Dimana ia melihat makanan itu
Banyak hal yang ingin ia tanyakan.
" HUEKKK. . HUEKKK . . HUEEKK”
Alisa memuntahkan semua isi perut nya di wastafel,
Kelopak mata nya hitam, wajah nya pucat membuat Gallen tak tega melihat penderita istri nya itu.
" Kau baik-baik saja?" Tanya shella yang muncul dari balik pintu.
" Shell kapan kamu kemari?"
"Baru saja! Kau ngidam makanan apa?" Shell kembali bicara menghiraukan laki-laki yang menatap nya aneh minta penjelasan.
" Pek-pek Palembang, soto ayam, mie kocok Bandung, Rendang, Baso tahu!" Ucap nya singkat membuat shella menganguk.
Shella melangkah kembali dari sana
ia menuju kearah dapur, membuka kulkas yang lumayan besar terlihat banyak camilan dan juga sayuran. Ia mengambil apa saja yang ia butuh kan mengumpul kan nya di meja.
Shella memasang ampron dan mulai mengiris dan memotong semua bahan itu.
Bau harum tercium dari arah dapur membuat Zidan melangkah ke arah dapur melihat kegiatan apa saja yang dilakukan.
Suara pisau beradu dengan talenan ia mencincang udang dan memasukan nya pada adonan baso tahu, mengisi kulit lumpia dengan adonan itu lalu mengukus nya mengunakan panci kecil.
" Wahhh ... Apa ini makanan_” belum sempat Alisa menyelesaikan ucapan nya sudah di potong shella.
" Pek-pek, soto ayam, mie kocok Bandung dan ini rendang kau bisa mencicipi nya" Ucap shella yang kembali kegiatan semula.
Ia membelender bumbu kacang dan menaruh nya di piring. Meja dipenuhi oleh makanan khas negara Indonesia itu.
" Silakan di nikmati,"
" Tidak ada racun kan?" Tanya Zidan memastikan semua makanan itu.
" Kalau tak percaya tak usah memakan nya" ucap shella final.
" Emmm, enak,"
" Masakan mu gak menurun________ masih tetap enak seperti biasa_______"
" Apa makanan Asia seperti ini?" Tanya Alisa memastikan membuat shella menganguk.
" Disana terkenal dengan penghasilan laut nya kadang aku juga membuat ebi furai atau Ikan semur," Shella membayangkan makanan enak itu.
" Kalo begitu buatkan aku yah,"
" Jika ada waktu,"
" Ayolah shell, inikan keponakan mu?" Alisa Merengut kesal sembali memakan baso tahu itu.
" Kalian lanjut saja makan, Reva seperti nya menangis,"
Shella meningalkan tiga orang yang tengah menikmati makan malam nya.
Di saat semua orang tengah tertidur shella berjalan menyusuri lorong ia menatap sebuah ruangan dan jejak nya hilang disana. Alunan sedu dari piano 🎹 terdegar sedu
Melodi melodi campuran menghiasi malam yang sunyi, setelah kejadian makan malam tadi shella memutuskan untuk mencari peluang untuk kabur. Yah ia akan kabur untuk saat ini, Karna pembalasan dendam nya malah mengunci dirinya dengan hubungan sakral pernikahan.
Shella tak menerima semua itu ia harus berusaha untuk bisa lepas dari diri nya
Kemana pun. Tapi untuk sekarang shella hanya bisa membuat Zidan lengah dulu,
Bagaimana pun ia masih belum bisa menyusun rencana yang sempurna.
Drttt . . Drttt . . Drtt
Suara henfoun terdegar.
Shella mengeset tombol hijau di layar henfoun nya.
" Hallo"
[ MOMMY KAPAN KAMU PULANG? APA MOMMY LUPA DENGAN BELA MOMMY JAHAT].
Suara anak kecil terdegar bertriak
Shella menghembuskan nafas nya kasar
Ia menjauhkan layar itu dari telinga nya.
" Bela MOMMY akan pulang, bela jangan bertriak seperti itu mommy bisa tuli loh!" Seru shella dengan nada suara yang lembut.
[ MOMMY JAHAT. JIKA MOMMY GAK PULANG JENGUK BELA, BELA BAKALAN BENCI MOMMY,"].
Tut,tut,Tut
Sambungan telpon di putuskan sepihak
Shella terdiam ia mengacak rambut nya bagaimana cara nya ia bisa pulang, Jika Zidan selalu saja memperhatikan nya
Apa shella harus memberitahu Zidan tapi dia terlalu gengsi untuk memberitahu nya***.