The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
KANYA



***Kanya langsung keluar dari mobil nya


Kacamata hitam berteger di hidung nya


Ia buru-buru berjalan menuju ke dalam rumah sakit di sana banyak orang yang menyapa nya.


" Pagi Al"


" Pagi"


 Sepanjang perjalanan ia membalas semua sapaan dari semua suster dan perawat. Setelah lama berjalan ia memasuki sebuah ruangan yang menjadi tempat diri nya setelah tiga tahun terakhir.


" Yosh, waktu nya kerja,,, Kanya melepaskan kacamata hitam nya berbalik menuju ruangan operasi yang telah menunggu nya.


  Ruang operasi adalah tempat dimana ia menghabiskan waktu sehari-hari nya.


 Lampu ruangan berwarna hijau menandakan kesuksesan operasi Pintu terbuka menampakan sosok dengan stelan putih  di balik pintu.


" Cape nya" ia mengerakan kedua lengan nya ke kanan kiri.


" Al bisakah kamu ikut dengan ku ... Seorang dokter tampan mengajak nya  


Mereka sampai di sebuah ruangan yang terletak di pojokan.


" Alex ada apa? Aku cuma punya waktu sepuluh menit karna harus menyelesaikan operasi lagi "


 Alex terlihat gugup ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafas nya kasar, Alex berjongkok di hadapan Kanya membuat kening terlihat mengerut di wajah Kanya.


" Al aku telah menyukai sejak kita di kampus bisakah kamu menerima  rasa cinta ku? "


Kanya tertawa mendegar ucapann Alex dengan lembut menarik nya berdiri.


" Maaf aku masih belum berfikir untuk menjalin hubungan asmara," ucap Kanya lembut namun sarat akan arti.


" Tapi Al kita telah kenal selama lebih lima tahun "


" Perasaan sulit untuk di dilupakan... Kanya meningalkan pemuda itu, Alex Menatap kepergian Kanya yang menolak secara mentah-mentah.


 


MALL 12.00


 


 Kanya berjalan beriringan bersama Alisa mereka memasuki kawasan mall yang ada di depan nya. Kanya segaja mengajak Alisa untuk menemani nya berbelanja.


" Kanya apa tak berlebihan menghamburkan uang sebanyak ini... Alisa menatap Kanya tak percaya dengan membeli sebuah henfoun baru dengan harga yang cukup mahal.


" Pilih lah aku akan mentraktir mu," Ucap Kanya singkat.


 Yah Kanya suka menghabiskan uang dengan percuma karna Menurut nya uang tak sebanding dengan apa yang ia rasakan. Dalam kehidupan Kanya banyak misteri karna gaji sebagai seorang dokter tak sebanding dengan pengeluaran Kanya.


" Lihat lah pakaian ini bagus"


" Kanya ini sudah berlebihan "


" Ayolah! Cepat ganti aku yang bayar "


" Tapi kan_- "


" Aku yang bayar. Cepat pakaian saja"


 Kanya sedikit tegas pada Alisa, Alisa adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai pegawai kafe berteman dengan Kanya menurut nya sangat tak pantas.


 Tapi Kanya selalu tak mempedulikan enjekan yang selalu ia dapatkan karna dirinya.


 Mereka telah menghabiskan waktu selama enam jam disana, Kanya dan Alisa berjalan menuruni anak tangga karna ia tak bisa menunggu eskalator mencapai bawah.


 Alisa terlihat kewalahan membawa kantong belanjaan Kanya, tanpa segaja Kanya menabrak seorang membuat nya terjengkang kebelakang.


" Awww, hei kalo jalan pakai mata dong!" Protes Kanya dengan nada tinggi.


" Nona, anda yang menabraknya saya duluan " laki-laki bertubuh tegap itu Menatap Kanya dengan pandangan dingin.


" Hei tuan, anda yang salah berhenti di tengah jalan ... Kanya menunjuk-nunjuk pemuda itu dengan kasar.


 Alisa yang baru sampai tak mengerti harus melakukan apa, ia pun menyingkir membiarkan Kanya berdebat dengan pemuda berbaju loreng itu yang ia yakini seorang tentara mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung membuat Alisa menjadi begitu gugup***.