The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
Jebakan Shella



 Kanya memasuki sebuah bar dengan tampang anggun dan karisma yang ia keluarkan mampu memikat berbagai tipe pria yang menginginkan tubuh nya, 


Tak menghiraukan semua Tatapan nafsu mereka Kanya memasuki salah kamar di bar itu. Senyuman licik terlihat samar di bibir merah muda nya memikirkan rencana yang sudah ia buat membuat Kanya menyampingkan rasa egois nya.


 Kanya memesan seorang wanita bertubuh bohai dan seksi untuk menemani nya mereka menuju kamar yang telah dihias sedemikian rupa, tak lupa dengan kamera yang sudah ia sambungan ke media sosial dengan bantuan orang itu membuat Kanya tak sabar melancarkan sebuah jebakan.


 Drttt ... Drttt ... Drttt


 Suara henfoun Zidan memecahkan keheningan yang terjadi antara dirinya dengan Leon yang merupakan tangan kanan nya, ia merogoh henfoun nya terlihat sebuah no yang tak ia kenalin dengan cepat ia menggeser tombol hijau siapa tau akan ada hal penting.


" Hallo"


[ Zi. . Zi . . Tolong aku . . Aku ingin di lecehkan . . Hiks ]


" Kanya kau dimana?"


" Aku . . Aku . . Di bar Tolong . . Cepat . . Lah kumohon zi ]


" Tenang aku akan kesana !!"


  Zidan mengambil jaket dan kunci mobil yang terletak di samping Leon, sedangkan pemuda itu menatap nya heran ada apakah dengan boss yang satu ini.


Leon mengambil cemilan di meja yak sudahlah mungkin boss ada acara penting?


 Kanya Menatap orang-orang yang ada di kamar nya itu, ia mengambil segelas minuman menaburkan sebuah bubuk kedalam nya. Kanya merobek pakaian nya yang hanya terbalut kain tipis menampakan belahan dada dan paha yang putih.


 Zidan menerobos kedalam bar hati yah tak tenang ia panik dimana Kanya? Dimana gadis itu apa ia terluka? Jika sampai diri nya terluka walau hanya segores saja Zidan bersumpah akan mengulitiki orang itu sebagai seorang komandan organisasi khusus Zidan tak akan menjilat ludah nya sendiri....


 Suasana hening menghiasi ia melangkah kesebuah ruangan disana ia menobrak pintu menampakan Kanya yang tengah tergeletak tak berdaya di lantai.


" BRAKH "


 Suara pintu di dobrak Kanya perlahan membuka mata nya, ia melihat Zidan dengan tatapan aneh seakan mengoda nya.


" Dimana penjahat nya?" Tanya Zidan sambil mengarahkan pistol kesayangan nya kesegala arah.


" Wanita itu membantuku untung saja aku tak di nodai" ucap Kanya sedu membuat Zidan menatap wanita yang berada di sisi lain dengan pakaian yang membuat ia meneguk ludah nya sendiri.


" Zi apa kau menyukai ku?


Apa kau menyukai Shella?


Atau kau menginginkan kita berdua... Jawablah zi?" Tanya ku dengan pandangan puppy eyes.


" Apa yang kau bic_____" ucapan nya terpotong dengan ciuman lembut yang mengenai bibir nya.


GLEK


 Ia meminum sesuatu dari mulut Kanya gadis itu beranjak berdiri menghitung mundur angka" SATU " ucapan itu membuat Zidan seakan tak bisa mengontrol nafsu nya.


" Aku serahkan sisa nya pada mu.....


 Zidan memandang Kanya yang keluar dengan ledekan di mata nya, seakan mengatakan kena kau ia menatap seorang wanita menghapiri nya.


" Kanya apa yang kau lakukan pada ku" ucap nya sambil menahan nafsu yang ingin meledak-ledak.


" Tuan_____apa aku tak bisa memuaskan mu_______" wanita itu mendekati nya.


" Jangan menyesali nya" Zidan menciumi nya.


 Kini mereka berdua berada di dalam satu kamar yang sama, dengan kamera yang menyiarkan siaran langsung yang tersembunyi di balik gorden, Zidan menatap gadis itu sunguh cantik dan sempurna tapi kenapa hati nya berkata ia tak boleh melakukan itu.


 Dengan penuh amarah Zidan menarik kedua kaki wanita itu dan menindih nya mengurung tubuh wanita itu dengan tangan kokoh yah yang berada di kiri dan kanan wanita itu.


" Tidak ini tidak benar" Zidan berusaha mengendalikan dirinya yang seakan menjadi sosok yang tak ia kenali.


" Tuan jangan menahan nya atau saraf anda akan putus karna obat perangsang itu!!' goda wanita itu membuka perlahan kancing kemeja Zidan.


 Kanya mengambil jas yang diberikan sosok pria itu, mereka keluar dari bar dan melangkah menuju mobil nya.


 Siaran langsung itu membuat keributan di media sosial, topik hangat di Minggu ini dimana seorang pewaris keluar Wijaya melakukan hal tak senonoh di sebuah bar.


 Leon yang saat itu tengah meminum minuman nya seketika menyemburkan nya melihat Vidio itu.


" Hah! Apa yang si bos lakukan dengan wanita ja***g itu?"


" Bos apa kau tak bisa berpikir reputasi mu akan hancur huff "


 Leon meningalkan tempat istimewa nya itu yah kasur tercinta nya ia tak bisa hidup dengan kasur tercinta nya yang mengisi waktu luang pemuda tampan nan rupawan itu.


 Tapi kenapa ia masih jomblo hanya dia dan autor yang tau ^^


 Ia bergegas menuju bar yang merupakan tempat paling kotor di ibu kota.


 Zidan yang terpengaruh dengan obat perangsang mendorong wanita itu dengan kuat membuat nya terjatuh kepala nya mengenai meja membuat nya pingsan.


 Seorang berada di hadapan nya dengan satu ember air es.


* BYURR *


 Air itu mengenai tubuh nya Zidan tersadar dari apa yang ia perbuat langsung saja ia keluar dari bar itu.


 Terlihat Reiko dan beberapa orang ajudan tentara yang tengah menunggu nya.


" Cari wanita bernama Kanya! Lalu beri pelajaran karna telah menjebak ku" Amarah nya meluap mengigat apa yang ia perbuat.


" Leon! Kau tarik semua berita dan Vidio yang tersebar, jangan sampai banyak pihak yang mengetahui habisin orang yang tak bisa berkontribusi dengan kita ...."


 Aura aneh mencuat dari dari tubuh nya Zidan mengengam erat kepalan tangan nya


Kanya kau harus membayar nya.


  Shella terdiam tak merespon ucapan dari gallen kakak nya ia lebih tertarik dengan trending topik bertulisan" PEWARIS WIJAYA MELAKUKAN HAL TAK SENONOH DI SEBUAH BAR " ia mengerakan laptop di hadapan nya.


" HAHAHA baru satu jam berita sudah ditarik! Tapi bagaimana pun itu akan mempengaruhi kewibawaan nya dan juga reputasi diri nya . . .


 


 Gallen mengelus rambut adik nya apa rencana Shella tak akan berdampak pada kehidupan nanti nya, Shella telah merusak reputasi Zidan yang merupakan seorang ketua dari organisasi khusus ia tak akan melepaskan orang yang telah berani bermain-main dengan nya.


" Kakak bisakah kau membelikan ku mobil ini?" Tanya Shella dengan tatapan ala kelinci milik nya.


" Shell apa kamu tak hawatir dengan kompensasi yang harus kau berikan pada zidan?" Tanya Gallen membuat Shella melempar kan brosur itu kelantai.


" DIA PANTAS MENERIMA NYA"


 " Baiklah akan ku belikan mobil itu pada mu...!!"



 Sebuah brosul mobil Lamborghini Aventador yang berharga 18.5 miliar itu yang merupakan mobil keluaran terbaru membuat Shella bisa melupakan semua hal yang ia lakukan kepada Zidan dengan sangat cepat.