
*Kanya berjalan ke arah staf administrasi ia menatap nama seseorang yang ada disana
Mulut nya menghembuskan nafas kasar,
Ia berlari menuju salah satu ruangan disana ia mendorong pintu dengan kasar.
Kanya mendapatkan sebuah surat undangan untuk ikut berpartisipasi dalam melihat pelatihan tentara sebagai utusan dari perusahaan " white drop " yang merupakan perusahaan paman nya.
Mereka menjalin kerja sama bersama
Para tentara untuk memudahkan berbagai hal yang tak dijelaskan secara rinci oleh paman nya.
Subuah pesan masuk ke henfoun gengam Alisa yang tengah melayani para pelanggan ia merogoh saku rok nya melihat tulisan dari nama yang ia tunggu, Alisa membaca nya seksama
**SHELLA FROM
Aku akan memaafkan mu jika kau datang ke pelatihan tentara sekalian bawa kamera ku**.
Alisa langsung bergegas menuju rumah kanya, sebuah balasan muncul di layar pipih milik Kanya.
" Aku akan kesana ” pesan suara itu membuat Kanya lega ia memasuki kawasan para tentara itu.
Kanya menjadi pusat perhatian karna cara pakainya nya yang menurut para orang-orang terlalu aneh, Kanya memakai sebuah jaket dengan menutupi kepala nya hanya beberapa helai rambut yang terlihat, dengan legging berwarna hitam membuat kesan tomboy.
Kanya langsung naik kesalah satu mobil jipt yang telah di siapkan. Disana telah menunggu seorang tentara yang telah berumur yang ia yakini komandan dari acara ini.
" Ini kamera mu! Aku akan berangkat bersam Gallen” Alisa muncul bersama seorang pemuda.
" Lakukan sesuka mu" Kanya naik ke jipt itu lalu mulai memotre apa yang terjadi di sana.
Parade tentara dimana para tentara akan membersihkan jalanan yang luas dengan, berbagai alat kebersihan mereka menari-nari dijalanan dengan iringan musik dari ember dan galon yang di pukul.
" Apa mereka akan melakukan nya? Bukan nya terlalu berlebihan?" Tanya Kanya melihat komandan yang menyetir mobil
Ia menatap ku lalu menganguk.
" Menjadi seorang tentara bukan harus kuat fisik tapi juga mental, nona Kanya sendiri menjadi seorang dokter harus kuat mental dalam melihat darah kan?" Tanya komandan membuat Kanya menganguk.
" Lapor kapten semua tela kami selesaikan ...!!!"
"BAIK KEMBALI KE TEMPAT ”
" Siap laksanakan kapten "
" MISI PERTAHANAN DALAM AIR AKAN DI LAKUKAN SEKITAR 10 MENIT LAGI BERSIAP LAH LALU PERGI BERBARIS DI PELABUHAN" Ucap tegas kapten yang memimpin dengan bunyi pistol yang di tembakan membuat para tentara lain nya bubar.
Kapten itu menuju kearah kami, sang komandan memberikan sebotol minuman pada nya aku mengamati kedua orang itu
Dan memotret mereka.
Aku melangkah menuju sebuah kapal laut melihat para tentara yang tengah bergegas mempersiapkan diri nya, untuk berenang di lautan.
" Hei kau! " Aku menoleh siapa yang memanggil ku.
" Ada apa? Bukan nya aku dah mentransfer uang nya kapan kau akan memberikan kalung itu pada ku !!"
" Apa sepenting itu kah kalung jelek itu, saya bisa membelikan mu yang lebih bagus dari nya " ucap sosok itu dengan nada format membuat ku ingin segera menjauh dari monster es ini.
" Terserah"
Dia tersenyum melihat ku naik kedalam kapal, mereka mulai menyelam ke lautan itu aku duduk diatas kapal melihat semua orang begitu berusaha melawan arah air hanya untuk bisa membuktikan diri nya seorang abdi negara yang kuat.
CKLEK! CKLEK!
CKLEK! CKLEK!
Aku memotret mereka.
Tatapan mata ku melihat kearah Zidan yang berenang di lautan itu, aku melihat otot yang kuat, tubuh yang putih, rahang yang kuat, gerakan yang lentur aku mengalihkan perhatian ku pada langit di biru.
" Apa Kyo juga dulu seperti ini?"
" Apa kau masih memikirkan dia?' tanya seorang pemuda yang ku kenali.
" Yoyo sejak kapan disini? Bagaimana kondisi mu?" Tanya ku hawatir.
" Begitu kah, menjadi seorang prajurit itu harus siap untuk menerima kematian kapan pun, dan kebencian pada musuh nya seperti Kyo kan?" Tanya ku sambil menatap pemuda pirang dihadapan ku.
" Tenang saja! Masih ada aku kalo kau mau aku bisa menjadi orang yang melindungi mu" yoyo merangkul ku dengan romantis membuat perapatan segitiga di kening ku.
Dari kejauhan zidan kehilangan fokus ia beberapa kali bertabrakan dengan prajurit kain nya.
" Kapten kau kenapa? Tak biasa nya seperti ini?" Tanya prajurit yang tertabrak.
" Jangan hiraukan aku, kembali fokus"
" Baik kapten"
Zidan mengerahkan semua kemampuan nya dua jam berlalu mereka bernafas dalam air, sudah tiga jam lama nya mereka berenang di lautan aku berpikir apa kulit mereka tak kedinginan atau megelepuh.
Komandan yang menemani ku seharian ini sangat membanggakan Zidan membuat ku tak nyaman, aku menatap para prajurit lain nya yang menaiki kapal satu persatu aku mendongkrak menatap siapa di depan ku.
" Tak"
" Itu penting bagimu kan? Saya tak tertarik dengan barang jelek itu?" Ucap nya dingin aku mengambil kalung itu dan memakai nya.
Sosok itu bagaikan hantu yang datang dan pergi sesuka hati.
" Nona terima kasih atas kehadiran anda dalam acara kali ini ” ucap komandan itu aku tersenyum sebagai balasan untuk nya.
" Kalo begitu aku pamit dulu, sampai jumpa..."
" Lain kali mampir lagi yah nona cantik "
" Yah, yah kita menunggu kehadiran nona cantik lagi....
Para tentara muda bertriak pada ku, membuat aku menyulingkan senyuman pada nya.
" Sudah selesai! Cepat kembali!'
" Kapten galak ntar gak ada perempuan yang suka kamu loh!!"
Ucap Leon dengan suara yang ia bikin seimut-imut nya, membuat hawa aneh menguat dari tubuh kapten tentara itu
Leon bergidik ngeri melihat kemarahan nya sebelum meledak ia langsung ngacir dari sana.
" Apa pandangan mu terhadap para tentara bisa di rubah?" Tanya seorang pada ku aku mendelik tajam lalu masuk kedalam mobil yoyo yang tengah terpangkir.
" Sampai kapan ku aku tak akan berubah, urusan mu masih banyak pergi lah! Sekalian bawa Alisa bersama mu aku masih ada urusan...."
* Blam *
Suara pintu mobil di tutup
Yoyo menyalahkan mobil nya pergi dari sana aku menatap kearah jendela mobil menjadi seorang tentara sangat lah mulia menjaga kedamaian negara tapi kadang untuk melindungi sesuatu membutuhkan pengorbanan yang tak kalah berharga nya.
Aku menatap yoyo" Bisakah kau membuatkan ku dua indentitas yang beda?"
Yoyo tersenyum ramah pada ku" Ten-tu asalkan tuan putri bahagia"
" Maaf merepotkan mu!!"
" Jangan hawatir Kyo dan aku adalah sahabat aku berjanji pada Kyo untuk menjaga tuan putri nya" yoyo mengusap rambut ku dengan lembut.
Aku tersenyum kecut melepaskan lensa kontak yang selama ini kupakai, rambut hitam itu perlahan pudar menjadi merah aku menatap jalanan dengan Tatapan devil berharap rencana kali ini akan berhasil!
Rencana untuk menyakiti nya!
Rencana untuk mempermalukan diri nya,
Rencana untuk membalas dendam kematian Kyo!
Rencana karena dia mulai menyukai sosok Kanya yang tak pernah ada di dunia ini
Semua akan ku lakukan.
Pembalasan dendam seorang Shella Higashi*.