The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
PENJARA



***Shella menuruni anak tangga dengan ceria Senyuman bahagia terpanggang di bibir nya, langkah demi Langkah ia semakin mendekat ke arah pintu.


  Shella tak memperhatikan bahwa ia melewati Zidan begitu saja, pandangan mata bak harimau itu Menatap nya kesal.


" Kau mau Kemana?" Tanya nya, membuat shella cengegesan ia mendekat dan kemudian mendudukkan dirinya di sofa.


" Arisan! Sekalian kumpulan emang nya kenapa?" Tanya shella dengan pandangan sulit diartikan.


" Aku akan mengantarmu,"


" Tidak perlu! Teman ku akan menjemput sebentar lagi kok," ia melihat arloji di tangan nya.


 " Kau tidak bohong kan?" S3lidik nya membuat shella meneguk ludah nya sendiri.


" Tidak! Sampai jumpa,"


 Shella berlari membuka pintu dengan cepat. Ia masuk kesalah satu mobil yang telah terpangkir menunggu nya, mobil itu melaju di jalanan yang ramai dan padat.


 Sampai akhir nya mereka sampai di sebuah bar, shella keluar bersama dengan teman wanita nya dan masuk kedalam bar itu. Mereka berpisah di pintu depan, a Shella mulai merogoh benda pipih di tas nya.


" Aku sudah berada di bar? Kemana lagi aku harus berjalan?" Tanya Shella ke orang di sebrang sana.


[ Berjalan 10 meter ke kiri! ]


" Baiklah, asalkan apa yang kumau ada pada mu. Dan ingat jangan sampai ada yang tau kalo aku masih mencari tahu kebenaran Kyo...."


[ Tak perlu khawatir nona ]


 Senyuman licik terlihat di bibir Zidan, ia yang waktu itu tengah meminum kopi nya terdegar bunyi telpon dan mengangkat nya siapa yang kira rencana untuk menyantap henfoun shella teryata membuahkan hasil yang pas.


" Shell apa kau lebih ingin menjadi wanita simpanan dari pada seorang istri!!"


 Henfoun tipis itu di gengam erat, lalu ia mengambil kunci mobil di depan nya. Kembali pada shella ia tengah menunggu di taman, sudah 3 jam lama nya ia menunggu sosok itu tapi kenapa pria bertato itu tak kunjung datang.


 Waktu sudah hampir menunjukan pukul 2 sore, shella menyeka keringat nya dengan kasar.


Drttt ... Drtt ... Drttt...


 Sebuah no tertera di sana, shella menghembuskan nafas kasar kenapa malah orang nyebelin yang  menelfon nya.


" Kau dimana?" Tanya suara itu.


" Aku sedang di cafe! Aku segera pulang," balas shinra.senyuman pemuda yang tengah berdiri tak jauh di sana terlihat mengembang dengan pandangan marah.


" SHELLA KAU BERANI BERBOHONG LAGI"


 Shella terlonjak kaget, ia menegandah melihat orang yang berada di samping nya, layar henfoun nya masih menyala menandakan pangilan masih berlangsung.


" Zi! Aku . . . Aku . . .” ucap nya singkat.


" Shell aku cape terus di bohongi! Kau selama ini tak pernah mengangap ku ada di pikiran mu hanya ada Kyo dan Kyo lagi dan . . . Lagi,"


" Zi! Sakit, aku berbohong pada mu . . Maaf kan aku ini terakhir kali nya please . . .”


" Shell kau tak jera, kau butuh sedikit pelajaran,” ia melempar tubuh shella ke dalam mobil. Shella berusaha membuka pintu belakang. Zidan sendiri mengemudi dengan kecepatan super tinggi membuat shella beberapa kali terhempas kasar.


 Shella menerka-nerka sebenarnya Zidan akan membawa nya kemana. Ini sudah berlalu selama satu jam dan mereka belum sampai tujuan juga, area hutan berantara mereka memasuki kawasan hutan itu.


 Shella di paksa turun mereka masuk kesalah satu bangunan kumuh yang mirif seperti sebuah penjara tahanan.


 Bau amis tercium membuat shella ingin muntah, beberapa orang menyambut kami lebih tepat nye menyambut Zidan. Tatapan mereka begitu menyeramkan seakan ingin memakan ku hidup-hidup. Tak serselang lama kami dampai di sebuah ruangan aku tercengar melihat adegang menyakitkan itu.


" Zi! Kenapa dengan nya,"


" Bawa lebih banyak tahanan kulitiki dia di depan wanita ini," perintah nya.


" Zi! Cukup mereka kesakitan” shella mangan tangis nya melihat adegan itu.


" Nona tolong aku!!"


 Shella semakin was-was melihat Zidan mengulitiki wanita yang sedang hamil besar itu, kenapa dia begitu kejam? Apa ini ancaman karna shella pernah mengugurkan anak nya tapi semua ini terlalu tak adil untuk wanita itu.


 Wanita itu berusaha Menahan perih ketika besi panas mengenai permukaan kelit nya, jeritan terdegar menyayat shella lemas kaki nya tak bisa lagi menopang tubuh nya.shella tak kuat lagi.


" Bawa wanita itu kepenjara! Kurung dia jangan berikan air atau makanan lain nya,"


" ZI! JANGAN KUMOHON ZI...."


" Cepat bawa dia," ulang nya lagi.


" ZI . . INI BERLEBIHAN”  triak shella mengeleger.


 Tubuh nya di hempas kasar menuju lantai kumuh itu.


" Nona semonga hukuman ini bisa membuat mu jera," ucap laki-laki yang pernah ia temui sebelum nya.


  Zidan tengah meminum secangkir kopi di depan para tahanan yang sedang ia siksa


Ntah kenapa menyiksa orang menjadi hiburan bagi nya, sejak dulu Zidan selalu menyaksikan bagaimana jahat nya perang dan juga siksaan.


" Kapten! Aku telah membawa nya,"


" Bagus! Matikan lampu," 


" Tapi kapten, dia akan mengalami sedikit trauma," Bantah Arifin membuat Zidan Tersenyum kecutm


" Aku hanya ingin mengunci hatinya! Ketakutan akan membuat nya sadar betapa di perlukan nya seorang pelindung," Ucap Zidan membuat Arifin menganguk dan pergi dari sana.


 


  Shella memeluk lutut nya ia takut sunguh takut berada di kegelapan tanpa ada cahaya sedikit pun.bunyi-bunyi aneh ini terdegar bersautan kenapa semua nya menjadi seperti ini.


 Shella pasrah membiar6 tikus menaiki tubuh nya, ia sudah terlalu takut untuk minta tolong ataupun bertriak.


" MAMA TOLONG!”


" MAMA INI SAKIT MAH...!"


" MAMA KENAPA MAMA MEMBUNUHKU, INI SAKIT MAH ...."


" MAH! AKU SENDIRIAN DALAM GELAP INI MAH . . "


 Shella terlonjak dari mimpi singkat nya, ia memegang dada nya mengatur deru nafas nya. Tangisan perlahan terdegar sudah tiga hari lama nya ia di kurung di tempat penjahat ini.


" Maaf kan mama. . . Karna mama membunuh mu hiks" guman shella dengan tangisan sedu nya.


" Mama mohon maaf kan dosa mama nak," 


" Mama yang membunuh mu!"


 Shella beberapa kali mengigat kejadian dimana ia mengaborsi bayi nya, rasa penyesalan ini membuat nya tak kuasa lagi untuk bertahan. Mimpi itu selalu membayangi dirinya setiap malam lagi dan lagi.


★ Krekk ★


 


 Pintu besi itu perlahan terbuka.


 Zidan berjalan ke arah shella yang ketakutan, penampilan dirinya yang acak-acakan, mata nya yang sembab akibat terlalu lama menangis. Beberapa cakaran di paha dan tanggan nya ya g ia yakini akibat tikus liar.


 Shella menatap nya dengan pandangan kosong. Ia tak ada kekuatan untuk bicara apapun. Perlahan tubuh nya melemas ia tak bisa mempertahankan kesadaran nya yang perlahan di rengut.


 Zidan mengendong shella membawa nya pergi dari ruangan yang akan membuat nya sedikit jera, ia membaringkan tubuh nya lembut. Meminta  satu pelayan tua untuk membersihkan tubuh nya.


 Pelayan itu menyiapkan air hangat, mengyeka tubuh gadis itu. Ini bukan pertama kali dirinya melihat tubuh majikan nya karna sejak dia berada di Mashion Higashi juga shella sudah mengangap nya sebagai ibu kandung nya sendiri***.