The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
PANGILAN DARURAT



 ***Drtt . . Drttt . .Drti . .


 


 Suara telpon membangun ku yang tengah bergelut dalam selimut hangat nan tebal milik ku. Aku meraba-raba sekitar sekitar naskah yang berada di samping ranjang ku.


Masih setengah sadar aku mengangkat telpon itu, menempelkan benda pipih itu pada telinga nya.


" Hallo”


" Al tolong bantu aku! Pusat rumah sakit di Tokyo membutuhkan bantuan mu," ucap di sebrang sana.


" Alex! Kapan aku bisa ke sana?" Tanya nya lagi dengan tampang masih setengah linglung.


" Lusa,"


" APA" triak shella dengan tampang kaget ia langsung ngacir ke kamar mandi dengan muka nya yang khas baru bangun tidur.


 Shella memandang pesawat jurusan negara Tokyo itu, ia menarik koper berwarna merah berukuran sedang 


Menarik memasuki kawasan pengambilan


Koper shella bergegas mengambil koper nya. Wajah cantik berbalut gaun berwarna hitam yang elegan memasuki kawasan rumah sakit Tokyo, seseorang tengah menunggu nya dan langsung mengambil alih koper di gengaman nya.


  8 tahun berlalu sejak kedian itu membuat ku terperangah kaget melihat sosok yang tengah berada di ruangan pintu ICU wajah berbalut jas putih membalut tubuh nya.


" Yo! Shella," sapa nya.


" Anjou Maruko," balas nya.


" Sudah delapan tahun kan! Bagaimana hime-san dengan karir mu sebagai seorang model papan atas? Aku heran kau menjadi seorang dokter padahal potensi model mu sangat kuat,”


" He-he-he! Ayolah kita bersaing sepergi Dulu lagi saja, Karna waktu itu kita seri kan


Dalam kontes memasak," shella menjilat jari lengan nya membuat wanita berambut pirang itu tersenyum menganguk.


 RUANG OPERASI . . .


  Sudah 6 jam lama nya kedua dokter spesialis bedah itu berada dalam ruang lingkup dengan di sinari banyak lampu-lampu yang besar membuat suasana tegang menghiasi sekitar ruangan operasi itu. Lampu perlahan meredup dan mati menandakan bahwa operasi ke 20 dalam hari ini bisa berjalan dengan lancar.


 Pintu operasi terbuka dua perempuan cantik keluar dari ruangan itu dengan pakaian hijau yang mereka kenakan. Mereka berjalan menelusuri lorong luas itu mereka mendidikan diri nya di kantin rumah sakit.


" He! Shell kamu mau makan apa?" Tanya anjou dengan wajah ceria plus centil membuat shella menepak Jidad nya akan sipat perempuan itu yang tak berubah.


" Ra-me-n” balas nya singkat.


 Mereka memesan dua porsi  ramen membuat ku menyeruput kuah ramen dan mie tebal yang berada di mangko super duper besar. Anjou tertawa melihat cara makan shella yang terkesan unik seperti anak kecil yang takut akan porsi makan nya di rebut.


" Sabar sayang aku traktir 2 mangkok lagi, ” ucap wanita itu genit.


 Shella merasakan perapatan segitiga nya ketika lengan anjou memainkan kedua dada nya seperti balon, ia mendegus kesal wanita itu teryata bukan hanya tak berubah banyak tapi masih saja seperti dulu selalu saja melecehkan diri nya.


" Anjou hentikan,' ucap nya dengan nada penekanan.


" Menyebalkan! Mana bisa aku sudah lama tak melakukan ini.." 


Dan berlalu begitu saja.


Ke ESOKAN PAGI NYA . . .


 Anjou membawakan seporsi takoyaki ke arah shella yang masih duduk dalam kursi kedokteran nya.


 Shella memejamkan mata nya, ia merasakan belaian halus pada kening nya


Wajah anjou yanv dekat membuat shella terlonjak kaget.


" Bar ayo minum," anjou menyered shella dengan kasar keluar dari ruangan nya.


  Shella diam di meja bar menunggu kedatangan anjou dari toilet sendirian. wajah nya di tekuk agar terlihat ia mabuk


Ia tak ingin di ganggi oleh laki-laki berhidung belang.


 Pangilan telpon membuat shella mendegus kesal melihat nama yang tertera disana " Membosankan " ucap nya singkat lalu mengeser layar hijau itu.


" Hallo ada apa?" Tanya nya dengan nada cuek.


[Kau berada di mana sekarang ]


" Rumah,"


[ Kenapa suara di sana bising?']


" Sayang kita minum lagi yuk?' suara itu terdengar menyaut mmbuat shella menoleh dan menganguk.


[ Hei! Kau Dimana siapa orang yang memanggil mu sayang_-]


Tut, Tut, Tut,


 Suara sambungan terputus.


 Zidan menempatkan pengelangan tangan nya. Baru satu Minggu diri nya di kirim melaksanakan tugas  di luar negri istri nya sudah berani berselingkuh bahkan menyembut diri nya 'sayang'.


 Ia mengerakan kepalan tangan nya keras dan mengebrak meja membuat keretakan di sana. Ia mengalihkan perhatian menuju para penghianat dan gangster yang berada di hadapan nya.


DOR


 


 BAR . . .


 Shella merangkul anjou membawa perempuan yang  sudah mabuk berat keluar dari bar. Sebuah mobil Lamborghini terpangkir di hadapan nya.


" Alex," Seorang pemuda tampan keluar dari mobil itu dan mempersilahkan kedua wanita itu untuk masuk kedalam nya.


" Shell ada korban darurat kita harus segera ke rumah sakit ...' Alex menatap shella yang menghiraukan ucapan nya malah fokus melihat pemandangan malam kota Tokyo yang indah.


" Kita ke sana," balas nya***.