
*Seorang pemuda tengah berkutik dengan bir dan wine di hadapan nya membiarkan frustasi dan depresi itu hilang sementara dengan bir bir itu, wajah tampan nya menyimpan banyak memori kesedihan dimana diri nya di jebak, memberikan harapan palsu dan di tinggal kan.
Selama ini ia terus berusaha mencari tahu keberadaan tentang gadis licik nya itu
tapi nihil tak ada sama sekali informasi bagaikan hilang di telan bumi, kenapa kau harus datang Shella jika akhir nya meningalkan ku sendiri begini.
Aku hanya bisa mengigat tatapan mata mu yang penuh akan kebencian ke arah ku tatapan yang menginginkan ku bertriak dan meminta ampun pada mu.
Botol itu berserakan di kamar nya, tubuh nya tak bisa lagi menahan beban yang harus ia terima karna kehilangan.
Kenapa gadis itu bagaikan pergi di telan lautan kenapa dia tak bisa mempertahankan diri nya.
" Zi . . Zi . . Bangun lah" senyuman lembut itu membuat nya mendongkrak menatap gadis itu. Hilang bayangan nya hilang itu hanya sebuah bayangan.
PRANG . . PRANG .. PRANG ..
Suara benda kaca terbanting bergesekan dengan tembok, Zidan menyadarkan pungung nya pada ranjang king size milik nya. Pintu terbuka menampakan seorang pemuda yang ia kenal.
" Zi kau setiap hari menghabiskan waktu mu dengan minuman" Gallen menatap sahabat nya yang bahkan jauh dari kata baik-baik saja.
" Kenapa kau kesini? Bukan nya kau merencanakan semua itu bersama nya?" Tanya nya dengan tatapan kemarahan rahang nya mengerang membuat bunyi gesekan gigi nya.
" Apa yang ingin kau lakukan jika Shella kembali?”
" Mengurung nya, membalasnya nya gadis licik itu membuat ku menderita tentu saja mengurung dia dalam ikatan menyakitkan" ucap nya penuh akan tekad membuat Gallen menhebuskan nafas nya kasar.
" Shella berada di sebuah negara maritim tapi belum pasti dimana ia berada! Saran ku jika kau ingin menemukan nya berhenti membuat dirimu menyedihkan... Lalu kembali lah pada seorang big bos terhormat seperti dulu,,,,,
Gallen meningalkan kamar itu yang penuh akan bau alkohol, apa cara nya salah untuk membuat diri nya tetap berada dalam sisi nya kenapa? Dirinya tak bisa membuat sangkar untuk gadis licik itu.
Zidan Tersenyum mendegar ucapan nya, Gallen selalu berada di sisi nya, walaupun dia menghianati dalam merahasiakan identitas Shella. Tapi Gallen tetap mendukung nya dan bersedia memberikan informasi pada nya tanpa takut resiko apa yang akan di terima adik nya.
Ke esokan pagi nya....
Alisa bersama Gallen menuju sebuah butik mereka membuat janji dengan disainer terkenal untuk mencoba gaun pernikahan.
" Permisi nona apa nona Na ada?" Tanya Gallen sopa pada wanita dihadapan nya.
"Terima kasih" Alisa menatap perempuan tadi yang menganguk lalu pergi dari sana dengan wajah ceria Alisa menatap deretan gaun yang sudah terpngoang di kolase.
Seorang wanita berumur 39 tahunan muncul membawa sebuah gaun berwarna putih Lily kehadapan mereka.
Ia menyuruh Alisa mencoba gaun itu
Alisa pergi meninggalkan kedua orang itu
Tak berselang lama ia keluar dengan gaun putih yang elegan nan indah.
" Gallen apa ini bagus?” tanya nya dengan pipi memerah semerah kepiting rebus.
" Sangat cantik!!"
" Tuan higashi kami masih memiliki berbagai gaun! Anda bisa memilih lagi apa anda berkenan?" Tanya sang perancang sambil memberikan beberapa gambar pada nya.
" Baiklah! Tolong antarkan ke rumah ku"
" Baik tuan,"
Alisa keluar dari butik itu mereka menuju kesalah cafe terkenal yang berada di ibu kota, sudah lama ia tak mengunjungi kafe itu.
Alisa menatap ayunan yang terbuat dari kayu dimana tempat Shella dan dirinya selalu bermain dulu.
" Jangan terlalu memikirkan nya! Dia akan baik-baik saja" Gallen seakan mengerti kecemasan dari calon istrinya.
" Ayo kita kedalam" Alisa menuntun lengan kekar gallen.
Kehidupan mewah yang aku mimpikan akan segera kudapatkan, Alisa ingin sekali bertriak mengeluarkan semua unek-unek nya selama ini.
Ia tak seharus nya menjalani kehidupan percintaan seperti ini karna awal nya Alisa hanya memanfaatkan Shella sebagai tameng dan bang berjalan nya saja.
Tapi siapa yang sangka ia malah terjerat dalam cinta kakak nya, membuat dirinya akan terikat hubungan bangsawan dengan seorang pemuda yang sangat di gulai para kaum hawa. Alisa memantapkan tekad nya untuk bisa berada di sisi Gallen suka ataupun duka ia ingin berada dalam lingkaran perlindungan walau dirinya sadar bahwa semua yang ia dapatkan hanya karna Shella sebagai pijakan nya*.