
***Shella mulai merasakan tubuh anjou bertumpuk pada nya, ia mulai tak tahan karna tubuh nya juga lemas Karna efek alkohol yang di berikan oleh anjou saat di bar.
" Anjou sadar lah aku____ aku juga pusing!!"
" Mata ku perih. Tubuh ku mulai lemas," shella memegang kepala nya. Tak ada respon dari anjou membuat shella ...
BUAGH
Tubuh mereka terbaring di tanah, tubuh anjou menyelimuti tubuh shella. Rasa sakit mulai merambat mengenai tubuh shella perlahan mata nya perih dan mulai memburam.
FLASHBACK SAAT DI BAR....
Anjou begitu mabuk ia naik ke panggung dan menari-nari di sana tak berselang lama banyak laki-laki hidung belang yang mengelilingi anjou.
Godaan demi godaan membuat anjou terlecehkan ia beberapa kali di raba.
" Hai gril's," sapa pria hidung belang membuat anjou sedikit merasa risih.
" Hei! Paman kembalilah ke sana. . . Jangan ngangu aku," Anjou melangkahkan kaki nya mundur beberapa langkah menjauhi segelombolan orang di sana.
" Ayolah gril's, kita bermain- main!!"
Pria bertumbuh gempal membuat anjou meringis merasakan sentuhan mengenai pantat nya, anjou melempar mereka semua
Dengan tangan nya sendiri, ia terkenal sebagai wanita kuat yang ahli dalam bidang olahraga terutama karate
Ia bisa menjadi juara di saat umur nya yang ke 10 tahun.
Shella yang merasa kan di perhatikan orang- orang menegadah ke atas melihat orang-orang tengah mengelilingi nya dengan tampang jahat, minuman di lengan nya membuat shella mabuk. yah karna taruhan dengan anjou membuat shella kalah dan harus meminum empat botol alkohol membuat diri nya pusing
Tanpa mereka sadari ada sosok yang tengah memperhatikan mereka di balik bayangan, beberapa Poto terlihat di monitor layar henfoun nya.
" Hime-san ayo pergi,” Anjou menarik kasar lengan shella pergi dari sana.
Mereka cukup lama berlari, terlihat anjou mulai kelelahan ia merasakan tubuh nya begitu lemah" Shella,” ucapan itu membuat shella terdiam dan melihat sekeliling jalan yang sepi tak ada mobil atau kendaraan sama sekali bahkan jalan itu cukup angker membuat bulu kunduk Shella berdiri.
~~~~~~~
Shella kini tengah terbaring di sebuah kamar bernuansa ungu cerah dengan dekorasi bunga tulip. Kelopak mata nya perlahan terbuka ia mengejapkan beberapa kali mata nya menyesuaikan cahaya mentari yang masuk pada retina mata nya, shella perlahan mendudukan diri nya pada sandaran ranjang di belakang nya.
Sosok yang tengah merokok asap mengepul keluar dari benda itu
Mengyilangkan kedua kaki nya di pojokan jendela yang sangat besar itu, mata tajam dan rahang yang kuat membuat diri nya terlihat tampan dan berwibawa.
" Sudah bangun," ucap sosok itu dengan suara yang lumayan mencekam dingin.
" Anata dare nano?" Tanya shella dengan bahasa Jepang.
" Watashi wa namae Jalvis desu!!" Balas nya singkat.
" Shel_- ” ucapan nya terpotong oleh suara bariton yang dingin itu lagi membuat shella terlonjak kaget mendegar nya " berhentilah berpura-pura menjadi orang Jepang, Shella Higashi," Shella beranjak dari ranjang tempat ia berbaring.
" Dimana anjou?" Tanya nya lagi membuat lelaki itu mengeyitkan dahi nya heran menatap gelagapan gadis di hadapannya nya.
apa yang akan kau berikan untuk membalas kebaikan ku ini,”
" Apa maksudnya?" Tanya nya lagi.
Anjou merasakan rasa bersalah karna diri nya membuat shella harus terkurung di perusahaan properti milik Jarvis sebagai seorang asisten. Jarvis mengancam diri nya dengan kebaikan yang telah ia lakukan agar shella dan anjou merasa bersalah pada nya.
Shella membawa berbagai barang di kedua tangannya ia sudah tak peduli dengan penampilan nya yang acak-acakan yang ia mau hanyalah kebebasan agar semua pekerjaan yang di berikan presdis
Yang lumayan menumpuk di meja nya.
Suara ketukan keyboard laptop terdegar beriringan, ketikan jari-jari yang lihai dalam deretan monitor di hadapan nya.
" Assisten JE! Presdir meminta mu membawakan dokumen dari properti seminggu yang lalu," ucap wanita berkacamata bulat besar berbicara pada nya. Shella menganguk dan mengucap kan terima kasih.
" Asisten JE presiden menyuruhku mu memindahkan salinan ini ...”
" Asisten JE! Tolong buatkan kopi untuk presdis,"
" Asisten JE presdis menyuruh mu keruangan nya,” wanita bertubuh langsing itu menepak bahu nya pelan dengan senyuman mengembang di bibir nya.
Shella Tersenyum lembut dan kembali melangkah kaki nya ke arah ruangan presdis yang berada di ruangan 30
Ia menekan tombol lift itu, lift terbuka shella melangkah kaki nya menuju satu ruangan yang hanya ada satu-satunya di lantai itu.
* KREK *
Pintu terbuka.
Jelvis Tersenyum kecut melihat penampilan gadis di hadapannya nya yang jauh dari kata baik-baik saja. Rambut nya acak-acakan, wajah nya pucat basi tanpa ada make up sedikit pun, baju nya lusuh karna keseringan duduk. Shella mengebrak meja nya dengan kasar ke arah pria yang diam di depan monitor laptop nya.
" Presdir apa sudah selesai semua tugas nya, aku ingin pulang ini sudah jam satu malam aku cape," Ucap shella dengan nada lemah dan kecapen ke arah pria itu yang hanya fokus pada layar monitor nya.
" Kau bisa istrirahat di sofa sana! Aku masih ada kerjaan sebentar lagi,” Jelvis menunjuk ke arah sofa yang lumayan jauh dari arah meja nya.
Jelvis Tersenyum kecut ia melangkah kan kaki nya membawa selimut dan menyelimuti tubuh gadis yang berbaring di sofa putih milik nya, jelvis meninggal kan ruangan itu ntah kemana.
Shella mengalami demam yang tinggi
Tadi dokter pribadi jelvis mengatakan bahwa tubuh shella sangat lemah.
Ia sangat rentang apalagi jika tubuh nya kecapean.
" Hime-san! Bangun” anjou merengek mengerakan tubuh shella dengan perlahan.
" Nona tubuh gadis ini sangat lemah . . Tolong jangan biarkan nona ini terlalu kecapean,” Ucap dokter pribadi Jelvis yang tengah memeriksa nadi lengan shella dengan perlahan.
" Dimana jelvis?"
" Tuan sedang bekerja di kantor nya . . .”
" Hahahaha kau tau gara-gara jelvis shella jadi seperti ini! Terbaring tak berdaya,” ucap Anjou, lengan nya membenahi selimut pada tubuh shella, berusaha memastikan bahwa teman nya itu akan merasakan hangat. Tidak kedinginan di cuaca bersalju ini***.