
***Shella menatap kapal air itu, wajah sedikit ragu untuk naik ke kapal itu. Berbeda dengan bela dan Zidan yang sangat bersemangat ntah sejak kapal bela menjadi dekat dengan Zidan membuat diri nya sedikit iri.
" Daddy let's go" ucap nya semangat menarik lengan Zidan ke kapal itu.
" Hei! Tunggu dulu" shella mengekor dari belakang.
Cukup lama mereka berada di kapal itu
Bela mencari shella keseliling kapal itu dan tak menemukan keberadaan mommy nya itu.
Shella terdiam lemas di toilet ntah keberapa kali nya ia memuntahkan semua isi perut nya itu.
" Hueekk .... Huekkk... Huekkk..."
Lemas itu yang ia rasakan.
" Daddy dimana mommy?" Tatapan bela berkaca-kaca melihat tak ada batang hidungnya shella.
" Ntahlah! Apa mungkin shella hilang, tapi mana mungkin shella tipe tomboy tak akan hilang seperti itu," Zidan mengusap wajah nya.
" Aku tau ikut aku," bela berlari menuju toilet.
Alkasih teryata shella tengah kelemasan di toilet itu.
" Kau tak apa?" Tanya Zidan.
" Kau bisa tertawa Sekarang, melihat ku dengan keadaan memalukan seperti ini kapten," Shella memuntahkan lagi semua cairan lambung nya.
" Mom, mom sejak dulu mom memang tak berubah! Pasti akan mabuk setiap kita berlayar," bela menepuk kening nya pelan.
" Bela mommy pusing, jangan mengoceh terus. Apa masih lama mommy gak kuat lagi," Ucap shella memelas sambil memuntahkan semua cairan lambung nya lagi.
" Aku menemukan kelemahan mu," bisik zidan di telinga shella membuat nya kesal dan ingin marah tapi ia tahan karna keadaan nya tak memungkinkan untuk dirinya.
15 menit berlalu shella keluar dengan di papah oleh Zidan, ia tak memiliki kemapuan lagi untuk menolak atau berjalan.
Desa layaka adalah sebuah desa di pinggiran pelabuhan, desa yang kecil dan juga miskin hanya orang-orang tertentu yang bisa bertahan dalam situasi kerisis ke uangan.
Bela menunjuk salah satu rumah yang sederhana, mereka masuk kesana
Terlihat rumah yang terawat dan bersih karna setiap hari akan ada seorang yang membersihkan rumah itu.
Shella menuju ke kamar nya ia membaringkan tubuh nya di kasur empuk milik nya, pusing sunguh ia tak bisa menahan nya lagi.
Shella merasakan sentuhan yang kasar mengenai wajah nya, ia membuka mata nya melihat seseorang tengah terdiam di sisi ranjang nya.
" Kau bekerja seperti apa sih! Lepaskan tangan mu begitu kasar, apa kau pengawai serabutan," Ejek nya sambil menarik selimut menutupi tubuh nya.
" Bekerja seorang tentara bukan hal mudah! Tak masalah jika tangan ku kasar,
Bukan nya tangan mu begitu halus shell
Memang nya kau pikir mendapatkan uang untuk menafkahi mu itu Gampang," ucap nya tengah membuat hati shella useakan di remas, memang benar ia hanya bisa mengunakan uang itu dengan percuma tanpa bisa merasakan apa yang ia lakukan.
Shella meregangkan otot-otot nya yang kaku setelah banyak mengerjakan banyak pekerja rumah, shella berjalan menuju laci ia membuka laci itu terlihat kosong.
" AAAAAA" triak nya mengema.
" ZI______ ZI ________ KEMARI CEPAT ______” triak shella.
Zidan terlonjak kaget ia menoleh melihat asal suara itu. Zidan yang tengah berlatih pagi di gemparkan dengan suara cempreng yang membuat telinga nya hampir tuli.
Seperti orang yang gila sesekali ia bertriak
Membuat Zidan hampir tuli di buat nya.
" Shell kau kenapa?" Tanya nya dengan nafas hos-hosan memandang kearah shella yang terlihat hawatir.
" Kalung! Kalung ku di curi," ucap nya dengan mengerakan tubuh nya perlahan.
" Kalung?" Tanya nya dengan mengeyitkan alis nya sebelah karna heran.
" Kumohon cari kalung itu, itu pemberian Kyo untuk ku! Kumohon cari kalung itu," ucap nya dengan nada sedu membuat zidan memasang epresi datar mendegar kalimat yang terlontar dari mulut nya.
" Urusan mu itu bukan kewajiban ku untuk membantu mu," ucap nya dingin.
" Kumohon! Cari kalung itu, kalung Tsabit yang di berikan Kyo pada ku kumohon pada mu zi," ia berlutut memegang kaki Zidan dengan tangisan yang tak henti-hentinya.
" Berdiri! Aku akan membelikan yang baru.
Biarkan kalung itu hilang," ucap nya startis.
Shella memandang Zidan dengan geraman kasar, ia mengambil pisau bedah yang berada tak jauh dari nya mengarahkan tepat pada tubuh berotot Zidan dengan sekali tebasan pisau tebas itu melayang.
~~~~~~~
Shella Menatap jam menunjukkan pukul 8 malam ia merebahkan tubuh nya di kamar
Rahasia milik nya, ia mengengam erat pengelangan tangan nya mengigat kejadian tadi membuat shella semakin benci akan keberadaan Zidan yang hanya bisa menekan nya saja.
" Sabar shella! Masih belum waktu nya kamu menyerah dalam keterpurukan," ia mengamati diri nya sendiri.
Kini Zidan tengah menikmati makanan di hadapan nya, sendiri hanya as Detingan sendok dan garpuh sejak kejadian penolakan tadi shella menghilang begitu saja membuat nya khawatir saja.
Ia tak tega melihat wajah menangis shella, tapi ia tak bisa terlalu memanjakan shella apalagi jika menyangkut hubungan dengan Kyo membuat amarah nya menaik.
Kursi di sebelah nya di tarik dengan kasar.
Shella mendudukkan dirinya dengan kasar dengan pop mie di hadapan nya.
" Good morning sayang," ucap Zidan sambil mengelap sisa makanan di bibirnya.
Shella membulat kan mata nya malas
Ia meringis menatap tatapan Zidan yang mengitimidasi.
" Terlalu makan mie instan tak baik untuk kesehatan mu," Zidan menghentikan kegiatan shella di sela-sela acara makan nya.
" Masa bodo,"
" Kau bisa saja menjadi gendut loh," ejek nya dengan pandangan aneh.
" Huff, kalau aku gendut memang kenapa," ia menyorong kan tubuh nya ke arah Zidan.
Shella mengambil mie instan nya kasar
Zidan Hanya melihat kegiatan shella yang tak luput dari pandangan nya.
Iris ungu milik nya memandang tajam ke arah kegiatan gadis UPS salah. Maksud nya wanita di samping nya itu***.