
***Shella kini tengah berada di ruang baca Zidan ia mengobar Abrik ruangan disana Berharap bisa menemukan sesuatu yang berguna untuk nya. Hanya saja tak ada satu pun benda yang berguna membuat ia kesal saja.
" Apa yang kau lakukan?"
Bagaikan petir di siang bolong shella terdiam dengan tubuh bergetar mendegar suara seperti itu.
" Ahaha karna sudah ketahuan apa boleh buat Naga inferior itu organisasi dalam bidang apa?"
Tanya shella dengan tatapan mata menantang kearah Zidan tapi tetap waspada kearah nya.
" Layani aku,"
Belum lagi kata itu membuat tubuh nya bergetar hebat. Bagaimana ini shella sudah tak bisa menghindar saat Zidan sudah melancarkan aksi nya.
Zidan mengarahkan pandangannya tajam nya mematahkan aura mematikan dari shella, ntah sejak kapan mereka sudah tak berpakaian apa-apa.
" NAGA INFERIOR ," ucap shella meringis kesakitan.
" Buat aku puas setelah itu aku akan memberitahu mu," ucap Zidan sambil menghentakkan nya membuat shella meringis kesakitan.
Ruangan itu hanya diisi dengan desahan shella membuat Zidan semakin berkobar membara. Setelah lama mengurus bisnis kini shella tengah memakai baju nya yang tergeletak di lantai.
" Aku tak mengira akan melakukan nya di meja," Guman shella.
" Tubuh ku sakit! " Ia memegang pinggang nya.
Zidan terdiam dengan tatapan aneh saat shella memegang knop pintu dihadapan nya. Ia memandang shella yang sedikit ada perasaan bersalah melihat istrinya berjalan sedikit terpincang-pincang.
" Naga inferior adalah unit satuan membunuh yang aku kelola,"
" Apa?"
Shella terdiam karna mendegar ucapan Zidan.
" Kyo juga adalah mangsa ku! Saat itu ada sosok misterius yang membayar naga inferior untuk mmbunuh nya karna itu aku mengutus beberapa orang pembunuh bayaran untuk ikut dengan ku membunuh nya,"
" Jadi kau memang dalang semua itu," ucap sedu shella memegang dada ya yang sesak.
“ yah kau tau bagaimana saat aku menusuk jantung nya mengunakan pisau menembak tubuh nya dengan pistol itu sangat menyenangkan," ujar Zidan dengan tatapan Devils nya.
" Cukup! Apa kau tak tau jika saat itu aku akan berkencan dengan Kyo kau membuat ku menunggu selama nya tak akan pernah tercapai kau kejam zi sangat kejam," Shella memegang kerah baju Zidan dengan kuat.
" Aku tau aku kejam! Tapi setidak nya dengan kekajaman mu aku bisa bertemu dengan mu," ucap nya singkat.
Shella melepaskan kerah baju Zidan lalu melangkah mundur beberapa langkah Ia memegang knop pintu dihadapan nya.
Kita akhiri semua permainan ini tak ada kebohongan lagi diantara kita," Shella menatap Zidan dengan tatapan sedu.
" Selamat tinggal Zi,"
Shella menutup pintu dengan kasar membuat Zidan terdiam. Ini alasan kenapa ia selalu mengekang shella karna dengan memberikan kebebasan ia takut jika perempuan itu akan pergi dari hadapan nya seperti saat ini.
*****
Akhirnya shella keluar dari rumah itu Ia bergegas menuju kesalah satu mobil yang telah terpangkir di depan rumah nya.
" Shell apa kau siap?" Tanya orang yang berada di dalam mobil itu.
" Seperti nya!!"
" AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH ORANG YANG MEMBUNUH KYO KALO TIDAK DIRIKU AKAN TERMAKAN RACUN DAN MATI TANPA KETENANGAN,"
Shella menatap langit yang mulai gerimis sepergi perasaan nya juga ya juga yang diambang dilema.
Zidan melihat shella yang pergi bersama pria lain, ia menghantam jendela besar itu membuat beling berserakan di lantai.
Tubuh nya merosot ke lantai memegang eling yang menyayat lengan nya sakit memang sakit tapi tak sesakit melihat wanita yang ia cintai meningalkan nya pergi bersama dengan orang lain.
" Shell kau yakin Inggin belajar menembak!!"
" Aku yakin!"
" Tolong ajari aku! Sumpah setan yang ku ucapkan adalah mutlak dan lagi aku sudah membayar lunas hutang pada keluarga Wijaya," Senyum shella lemah.
" Memang benar-benar sumpah setan," ujar Kevin membuat shella Tersenyum ramah.
Shella menatap keluar jendela ia menghirup udara yang menyentuh ke hidung nya sangat lembut dan segar Selamat tingal Zidan dengan ini kita tak ada hubungannya lagi.
Shella memejamkan kedua mata nya membiarkan hembusan angin menerpa wajah nya.
Kembali pada Zidan kini ia tengah dalam keadaan terpuruk mendegar kabar bahwa shella sudah meninggalkan negara nya tanpa ada jejak sedikit pun.
Ia tertawa terbahak-bahak sangat bahagia setidak nya ia bisa mengerti bahwa wanita murahan sepergi shella memang murahan harya karna cinta masa lalu membuang kehidupan mewah nya sebagai seorang nyonya Wijaya, membuang anak nya dan juga meninggal suaminya yang mencintai nya.
“ KAU KEJAM SHELLA KAU KEJAM SHELLA HIKS"
Triak Zidan mengema oara pelayan merasakan kesedihan itu.apalagi melihat baru pertama kalinya melihat tuan nya menangis hanya karna wanita***.