
***Hari pernikahan....
Alisa tengah menatap diri nya di cermin baju yang indah tak bisa ia percaya bisa di pakai oleh gadis miskin seperti nya.
Suara langkah kaki memasuki kamar rias nya Alisa menatap seorang pemuda dengan balutan jas hitam. Ia mendekati Alisa yang tengah di dandani oleh make over artis.
" Kak apa kamu sudah siap?" Tanya Rio adik dari Alisa yang baru saja datang dari luar kota.
" Aku sudah siap! Maaf merepotkan mu" Alisa menatap adik laki-laki nya itu dengan tatapan sedu.
" Mari kak"
Rio mengandeng kakak nya menuju altar
Disana terlihat tamu undangan tengah berjajar dengan rapih, kekaguman pada kecantikan alisa.
Tubuh yang terbalut gaun pernikahan putih Lily dengan aseksori rancangan terkenal. Hig heel tinggi berwarna hitam terpasang di kaki jenjang nya. Rambut pirang yang di Gelung membuat kesan cute bagi diri nya.
Para tamu melihat dengan tatapan iri, Mereka tak pernah melihat seorang wanita yang di ciptakan dengan begitu akurat dan terliti. Hentakan sepatu hig hels Tinggi itu mengiringi suasana khidmat yang sedang berlangsung.
" Tuan putri ku ”
Mereka menuju altar. Disana Gallen mengucapkan janji suci dan ijab khobul
Suara tepuk tangan mengakhiri pentas kebahagia bagi penganti baru itu. Tanpa sadar Alisa menitihkan air mata saking senang nya.
" Sayang, ini hari bahagia kita.
Kenapa kamu menangis?"
Para tamu mulai mengucapkan kata selamat pada mereka. Alisa tak tanggung-tanggung Tersenyum ramah mengucapkan terima kasih, Waktu berlalu begitu cepat sekarang sepasang suami istri itu tengah beristirahat di aula rumah nya.
Setelah mengadakan resepsi pernikahan yang megah Alisa mendadak pusing karna terlalu lama menyalami para tamu. Gallen mengantar istri nya ke kamar nya sedangkan ia kembali ke Arah para sahabat nya.
" Bung, lihat lah pengantin baru kita" Seru Rifki dengan tampang ceria menunjuk kearah nya.
" Ayolah! Kalian juga akan merasakan nya nanti . Yah kan Leon?" Jawab Gallen, sambil memandang Leon yang tengah asik dengan layar ponsel nya saling balas chating dengan istrinya.
Mereka kalut dalam pikiran yah masing-masing empat pria tampan itu terlihat lebih senang dengan kegiatan masing-masing.
Leon yang tengah asik menatap layar ponsel nya seakan tak menyadari kehadiran mereka bertiga, Rifki malah asik dengan game yang ia mainkan bersama Rio dengan antusias tak jarang gelak tawa atau cacian muncul dari mulut mereka yang sedang memegang stick PS.
Berbeda dengan yang lain nya Zidan kelihatan lebih memilih memejamkan mata nya di sofa dengan henset di telingan nya.
" Maaf tuan ada kiriman untuk anda!" Seorang pembantu paruh baya memberikan kotak segi empat yang dihiasi pita itu.
" Terima kasih,"
Pembantu itu menganguk lalu pergi dari sana.Zidan membuka mata nya melihat hadiah yang di pegang oleh Gallen
Ia menatap siapa pengirimnya mata nya membulat melihat kata " SHELLA" Zidan ingin rasa nya mencaci semua pertanyaan pada nya. Tapi ia tak ingin membuat moments bahagia ini menjadi kacau karna ulah nya, Zidan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan yang tadi tertunda.
Alisa menatap pantulan diri nya di cermin senyum indah mengembang di bibir nya.
ia tak menyangka bisa menjadi sosok yang paling di cintai oleh pria tertampan pujaan nya***.