
***Di saat Shella tengah bermanja pada kakak nya muncul sosok yang tak di undang ia mendobrak pintu membuat Shella terlonjak kaget melihat siapa yang datang
Gallen pun tak kalah kaget melihat seorang pemuda berseragam khusus menatap nya dengan pandangan mengintimidasi.
Shella yang saat itu tengah duduk di pangkuan Gallen, membuat emosi sang Big Bos tersulut amarah karna dalam pandangan nya bahwa Gallen merebut Kanya dari gengaman nya.
" Apa yang kalian lakukan?" Tanya Zidan dengan tatapan tajam.
" Bukan urusan mu blehh' Kanya menjulurkan lidah nya mengejek sang Big Bos .
" Cukup permainan nya! Ikut aku sekarang!!' Zidan menarik lengan Kanya dari pangkuan Gallen sedangkan gadis itu menarik lengan nya kasar.
" Apa yang akan kau lakukan pada ku?"
" Mengurung mu dalam sangkar!"
Kanya memandang dengan tatapan sinis lalu ia mengambil gelas yang ada di meja ia menumpahkan air ke kepala nya seketika rambut nya meluntur terlihat ujung-ujungnya warna merah menyala.
Ia juga melepas softlens merah yang selalu ia pakai. Menampakkan warna mata hitam yang cerah ia tersenyum kerah Zidan dengan tatapan sinis.
" Sayang sekali ______Aku Shella. Kanya itu tak pernah ada di dunia ini kapten" ia menghormat seakan mengejek harga diri sebagai seorang kapten.
" Menarik! Jadi selama ini kau berbohong pada ku," Zidan mendekat kearah Kanya memadang mata hitam itu mencari jawaban dari apa yang ia Inginkan ia mendengus kesal melihat epresi sungkan dan tak terima dari Shella.
" Lepaskan!" Shella melangkah pergi dari sana.
Zidan mengejar Shella yang turun kebawah dengan sekuat tenaga Shella membuka pintu mobil yang telah lama ia menunggu nya, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Gallen menyusul Zidan yang mengejar mobil itu dengan pandangan penuh amarah. Gigi nya saling bergesekan
Sesekali ia memukul setir berani nya wanita licik seperti itu menjebak nya membuat seorang Zidan harus menanggung rasa malu.
" Shell apa kamu yakin?" Tanya pemuda yang tengah menyetir itu.
" Maaf merepotkan kan mu Kevin..." Shella naik ke atas helikopter bersama dengan pemuda itu.
" Kau lama Tante"
" Sean"
" Kalian bersiap lah! Kita akan terbang sekarang" Kevin mengemudikan helikopter berwarna biru itu terbang di langit.
" Shella kamu akan kemana sekarang?" Tanya Kevin memecah keheningan Shella menatap Sean yang tengah tertidur.
" Indonesia" jawab nya singkat.
" Apa kau yakin Shell akan menetap disana
Lalu bagaimana dengan Sean yang masih sekolah?" Tanya Kevin membuat Shella tersenyum.
" Sean akan sekola di Indonesia, ia akan menjadi seorang disainer yang menakjubkan aku akan bekerja keras untuk membiayai nya..." Shella menengadah keatas melihat langit-langit helikopter.
" Apa kau yakin?"
" Setidak nya aku harus bersembunyi setahun. Saat aku kembali maka Sean akan sudah dewasa dan bisa mengurus hidup nya! Maka aku akan bisa membalas dendam karna ini baru 30% ..."
" Gadis licik ku" Kevin mengusap rambut nya pelan.
Welcome to Indonesia negri yang kaya akan sumber daya alam dan budaya yang sangat unik Shella menyered koper nya bersama dengan Sean.
Mereka memesan taksi online mereka berencana akan menetap di Bali untuk setahun kedepan, dan Sean akan ikut sekolah disainer yang menjadi bakat nya.
Sean memandang corak Bali yang indah dan unik berbeda dengan negri asal nya ia mendegus kesal melihat Tante nya lebih fokus melihat henfoun nya.
45 menit kemudian mereka sampai di sebuah Villa yang lumayan besar namun terlihat sederhana, Sean memilih kamar yang akan ia tempati sedangkan Shella memilih kamar di atas di samping kamar Sean yang berada di pojok.
" Hidup baru yang ku tunggu" Shella membaringkan tubuh nya pada kasur empuk di hadapan nya.
Rasa nya lelah berperjalan selama tiga hari tiga malam untuk sampai di negri dua musim ini. Shella berencana akan mencari kerja di rumah sakit untu menjadi dokter oprasi agar bisa membiayai Sean.
" Jika aku memakai ATM dari kakak maka keberadaan ku akan cepat terespon. Seperti hanya ini cara nya' Shella bergumam sendiri.
Tanpa ia sadari sosok remaja menguping apa yang ia ucapkan ada rasa bersalah karma diri nya selalu menyusahkan Tante nya yang selama ini mengurus nya.
Tapi Sean bertekad akan menjadi seorang disainer dan membanggakan Tante nya***.