The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
Permainan



  ***Shella merapihkan sedikit penampilan nya menjadi sedikit lebih layak. Ia mengempang samping rambut hitam dengan ujung merah nya dengan karet gelang yang ia dapatkan dari dapur. Mencuci muka nya sedikit lebih baik dari penampilan awal nya.


 Shella berjalan ke aula di sana ada  enam orang yang menatap nya lekat-lekat dari atas sampai bawah. Pandangan takjub melihat paras  wanita itu yang terlihat sempurna lebih dari kata sempurna.


 Zidan merasa risih melihat tatapan takjub dari semua orang di sana hanya Leon saja yang acuh karna bagi nya Tasya yang paling cantik dan sempurna ia lebih baik di tusuk seribu besi dari pada membiarkan istrinya sedih.


 Mereka semua sangat iri akan semua hal yang di miliki oleh Zidan, istri yang cantik dan rupawan, harta kekayaan yang lumayan banyak, penampilan tampan dan cool, jabatan dan tahta yang ia miliki.


" Hai! Namaku shella," Sapa shella memecahkan semua keheningan.


" Nama ku rose, yang sedang main game nama nya Carly, yang berada di sana sedang  berbaring nama nya Arifin. Dia yang sedang memainkan henfoun nama nya Leon. ” Rose memperkenalkan semua orang yang berada di san kepada shella yang diam tak bergeming.


 Tatapan shella hanya berfokus pada Arifin yang diam dengan tablet game nya, membuat Zidan mengeluarkan hawa aneh hanya ke empat orang aja yang bisa merasakan nya.


 Shella duduk diantara Zidan dan rose awal nya ia hanya Ingin duduk diantara Arifin dan Carly sebelum sebuah tatapan mengintimidasi menyuruh untuk duduk di sisi nya.


 Cukup lama mereka diam-diam dalam keheningan membuat shella berinisiatif untuk memulai permainan.


" Hei kita main truth or dare yuk?" Ajak shella ke arah mereka yang menatap nya tanpa epresi.


" Permainan anak kecil! Saya bukan anak kecil," Zidan menolak sekligus meledek shella membuat gadis itu mengembunkan sebelah pipi nya.


 Semua orang tertarik kecuali Zidan.


" Aku mau" rose menatap botol yang ia ambil dari belakang nya.


" Aku juga kakak ipar, ” Leon membalas nya.


" Ok! Cuma Zidan yang tak _- ” ucap nya di potong oleh Zidan.


" Aku ikut," ucap nya tanpa bantahan.


 Botol plastik itu di putar debaran jantung terdegar tak beraturan dari semua orang itu botol berhenti dan mengarah pada roses yang pertama.


" Truth or dare?" Tanya shella.


 " Dare " balas rose ia adalah tipe yang suka tantangan dari pada hal yang berupa kejujuran. Carly maju dan memberikan sebuah tantangan pada rose.


" Rose coba  kau tembak Arifin," jawab Carly dengan cengegsan.


" Apa mana bisa," tolak nya.


 Tatapan semua nya membuat rose menghembuskan nafas nya, ia menyiapkan kata-kata indah dan menembak Arifin membuat semua orang tertawa dengan kalimat baku itu.


 Putaran kedua di putar sekarang giliran Charly. Rose maju untuk balas dendam dengan wajah yang menakutkan membuat Charly menelan ludah nya" True or dare?”


" Truth ” ucap Charly tegas.


" Kenapa kau masih jomblo?" Tanya nya membuat semua orang melongo kasar.


" Berhubungan dengan cwe hanya membuat sakit kepala saja!' balas nya singkat tatapan shella menatap penuh harap ke arah Carly.


" Putaran kedua," Zidan memutarkan botol itu dan beralih pada Leon membuat shella maju kebarisan depan.


" Truth or dare?" Ucap shella.


" Dare " jawab Leon singkat.


" Coba kau tampar pipi Zidan dengan keras


" PLACK”


" ARGHH"


  Leon memandang takut ke arah Zidan Perih dan panas terasa di pipi nya.


 Rose menelan ludah nya seperti nya shella memiliki dendam pribadi melihat senyuman puas nya.


 Botol di putar kembali sekarang giliran Arifin rose meminta nya untuk mengoda shella membuat Zidan mendengus kesal karna Arifin memilih tantangan.


 Arifin memegang helaian rambut shella


Ia menarik nafas dalam-dalam" Apa kamu tau apa beda nya kamu dengan hari Senin?" Tanya Arifin ke arah shella yang mengeleng.


" Hari senin adalah hari upacara ku


 Sedang kan U adalah pacar ku,"


" Cieeee!”


" Gass"


 Putaran terakhir di mulai sekarang giliran shella. Leon maju dan memberanikan diri nya bertanya" Truth or dare"


" Truth"


" Shella selain Kanya apalagi nama mu? Selain itu apa kamu suka dengan Zidan? ” Tanya nya.


" Hmm, hime-san Adalah nama lain ku di Jepang yang arti nya putri. Kanya Adalah nama kecil ku sedangkan shella nama yang paling menyeramkan."


 Zidan terperangah kaget mendegar pertanyaan dari Leon seperti dugaan nya dia membalas perlakuan tadi, Sial, lihat saja nanti dia akan membalas Leon dua kali lipat dari sekarang.namun di balik ketegangan nya Zidan berusaha bersikap biasa. Ia ingin mendegar kejujuran shella mengenai dirinya, Zidan menyakinkan dirinya tak akan ada wanita mana pun yang tak tertarik pada nya, wajah nya yang tampan dan rupawan di tambah tubuh nya yang bagus dan sixpack akan membuat semua wanita tergila-gila pada nya.


Detak jantung tak karuan saat shella memandang Zidan lekat-lekat dengan tampang biasa jari tengah yang lentik itu menunjuk dada nya.


 Permainan ini bisa membuat senam jantung, Zidan menyiapkan mental nya untuk mendegar semua perasaan sebenarnya dari shella untuk nya,. Zidan yakin sebagai seorang yang sukses ia telah pasti akan menenangkan hati shella apalagi ia selalu memanjakan shella dengan setiap saat.


" Aku tak pernah menyukai nya! Orang yang membunuh Kyo untuk apa harus di sukai


Lagian dia selalu bertindak semena-mena!


 Orang dingin, arogan dan kaku seperti nya tak akan bisa di sukai semua orang ...”


 Semua orang yang mendengar itu melongo mendegar penutupan dari shella, gadis itu tak tau jika diri nya telah membangun kan macam tidur. Leon memutuskan menutup telinga


Kemarahan dan aura Zidan begitu kuat dari pada yang tadi.


PLACK


 Tamparan mengenai wajah shella.


 Kepercayaan diri Zidan merosot begitu saja mendegar ucapan tegas dari shella.


Harga diri nya sebagai seorang pria merosot begitu dalam. Zidan menarik lengan shella paksa menyered tubuh nya ke atas sesekali ia merisis karna sakit di tangan tambah pipi nya yang bengkak.


 Rasa panas terasa begitu menyakitkan


Pipi nya mulai terasa nyut-nyutan bahkan shella yakin bahwa pipi nya menjadi bengkak sekarang***.