
Shella berjalan melewati lorong rumah sakit beberapa suster menyapa nya dengan ramah, Shella membalas sapaan mereka tak tanggung dengan senyuman manis nya membuat sebagian perawat laki-laki terpana akan dokter cantik yang telah bekerja selama beberapa bulan itu.
" Bagaimana keadaan pasien dok?" Tanya seorang wanita berwajah bulat dengan tubuh tinggi.
" Apa anda keluarga nya?" Tanya nya balik tanpa menjawab pertanyaan tadi.
" Sa-saya bukan dok! Saya orang yang menemukan pasien itu !" Gagap nya sambil mengibaskan tangannya.
" Hufff! Baiklah kondisi nya mulai stabil hanya pendarahan kecil saja, jangan lupa untuk menyuruh nya istrirahat" Shella meninggal ruangan UGD itu dengan santai menuju ke kantin rumah sakit untuk makan.
Shella memilih menu bakso sebagai makan siang nya sudah empat bulan ia berada di Indonesia dan dirinya mulai terbiasa dengan makanan khas negara maritim ini.
" Rasa nya sangat enak" ia menguyah baso itu dengan bersemangat.
" Dokter!" Ucap seorang sambil menepuk bahu nya.
" Uhukkk... Uhukkk..." Shella terbatuk mendapat kan sapaan mendadak ia mendelik tajam kearah suster yang lebih muda dari nya.
" Gina ada apa?" Tanya dengan tampang kesal.
"Maaf mengagetkan dokter, dokter ada jadwal operasi hari ini jadi aku di tugas kan untuk tetap di samping dokter" ucap nya dengan cengegsan membuat Shella mendegus kesal.
" Mau makan? Aku traktir?" Tanya Shella kearah nya yang cepat menganguk mendapat kan makanan gratis.
Sean menatap dosen nya dengan pandangan malas sudah satu jam lebih diri nya berada di kelas tambahan untuk mempelajari struktur arsitek, beberapa rancangan nya di tolak mentah-mentah membuat pemuda itu sedikit kesal.
Sean bernafas lega melihat dosen itu telah pergi bersama seorang wali murid
waktu nya pulang Sean dengan gembira mengambil pelataran melukis nya memasukan sembarangan arah ke dalam tas nya.
" Tante aku pulang" Sean berjalan dengan semangat kearah dapur.
Bau harum masakan tercium membuat Sean meneteskan air liur nya.
" Tan masak apa? Aku lapar nih?" Sean mengetuk-ngetuk piring nya dengan semangat membuat Shella tersenyum kearah remaja itu.
" Aku belajar memasak bistik! Tapi mungkin rasa nya gak terlalu enak!" Shella memberikan sepiring daging sapi kearah Sean.
Ia duduk di depan Sean melihat ke antuasias remaja itu memakan masakan nya andai saja ia bisa hidup damai seperti ini.
Penyesalan Shella hanyalah kematian Kyo yang membuat diri nya harus mengalami luka yang amat berat! Untung nya selalu ada Sean yang membuat nya tertawa.
Sean beranjak pergi ke kamar nya sedangkan ia membereskan dapur yang kotor dengan noda minyak karna masakan tadi.
Drtt .... Drttt...drttt...
Shella merogoh henfoun nya menggeser no yang tak ia kenal mungkin saja ada halyang penting ia menempelkan benda pipih itu ke telinga nya.
" Hallo?"
[ Shella apa kabar? Ini aku alisa!]
Shella kaget kenapa bisa Alisa mendapat kan no telpon nya bukan nya Kevin dan yoyo membuat indentitas yang baru.
" Kenapa kau mendapatkan no ku?" Tanya Shella dengan nada dingin membuat Alisa sedih di sebrang sana mendegar suara nya.
[ Sean memberikan no nya pada ku! Shella aku akan menikah dengan Gallen aku harap kau bisa datang... Bisakah kau datang ke pernikahan ku ?]
" Maaf untuk sekarang aku tak bisa! Tapi aku janji akan mengirimkan hadiah untuk mu selamat menjalankan kehidupan baru sahabat ku" Shella menitihkan air mata mendegar suara Alisa yang sudah lama ia rindukan tapi untuk sekarang diri nya belum kuat.
Telpon terputus Shella menangis di dapur
Sean yang mendegar itu langsung terlonjak kaget dan ngacir menemui Tante nya yang tengah berada dalam posisi terpuruk.
Hari ini adalah hari Minggu Shella mendapatkan libur membuat dirin nya ingin bermalas-malasan di kamar nya.
Bahkan sejak pagi diri nya masih belum beranjak dari selimut yang membelit tubuh nya jam menunjukan pukul 10 pagi Shella memutuskan untuk jalan-jalan.
Ia beranjak menuju ke kamar mandi mengisi penuh bath upa nya dengan air dingin, musim memasuki musim panas membuat diri nya ingin berendam di air dingin yang menyejukkan badan nya.
Shella memandang tubuh nya di cermin
Diri nya terlihat tak terurus bahkan rambut yang acak-acakan, badan yang sedikit kurus karna ia terlalu cape bekerja
Setelah puas berendam ia beranjak menuju lemari memilih sebuah gaun panjang warna hitam.
Ia mengetuk pintu kamar lain nya
Lalu muncul seorang remaja dengan wajah khas bangun tidur nya.
" Tan ada apa?" Tanya nya dengan sedikit linglung melihat gadis itu tengah rapih dengan pakaian elegan.
" Aku ingin berlanja baju, lalu ke salon, lalu pergi ke taman dan bermain apa kau mau ikut?" Tanya Shella ke arah remaja itu
Shella yakin bahwa dia akan menolak tapi siapa sangka.
" Aku ikut. Tunggu aku" ia menutup pintu kasar membuat Shella tersenyum.
Mall...
Shella tengah melakukan perawatan kuku dan mencat kuku nya sedangkan Sean lebih asik dengan game nya, bahkan ia mengabaikan para orang-orang yang melihat kelakuan Sean yang tengkurap di atas sofa.
" Nona apa anda juga ingin memotong rambut anda?" Tanya pegawai salon dengan ramah.
" Hmm tidak perlu! Tapi bisakah kalian mengubah gaya nya saja dengan sedikit bergelombang?”
" Baik nona"
Satu jam berlalu mereka berada disana
Shella dan Sean pergi dari salon menuju wahana permainan.
Sean sangat antusia melihat dekorasi wahana yang menurut nya sangat menakjubkan itu.
" Tan jika aku sudah lulus aku akan merancangkan sebuah rumah yang paling bagus untuk mu?" Sean menatap Shella dengan pandangan puppy eye nya.
" Aku menunggu nya"
Mereka memesan dua tiket permainan dan bermain sampai sore. Karna terlalu lelah Sean dan Shella tertidur di aula
Mereka tak kuat untuk naik ke atas ke kamar nya.
Shella tertidur di sofa dengan masih memakai sepatu membuat siapapun yang melihat nya akan menertawakan nya karna tingkah lucu yang jarang ia perlihatkan.
Sedangkan Sean tertidur di lantai dengan beralaskan karpet bulu yang membuat nya nyaman ia menguman tentang makanan.