The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
NIKAH



*Bencilah sesuka mu


Lakukan apa yang kamu mau


Terimalah karma dari perbuatan mu.




 “ Hai! Apa kabar ?'



 Aku terdiam mengeratkan pelukan ku pada Reva yang tengah memainkan rambut panjang ku. Aku menghela nafas kenapa mental ku menjadi menciut bukan nya aku kembali dengan sepenuh hati tak ada penyesalan atau kata takut .



" Akh, seperti nya kapten masih berdiri gagah dalam rumor itu . . Shella sedikit sedih tak bisa melihat kejadian itu langsung," Shella mengedipkan sebelah mata nya ke arah nya dengan tampang ceria.



" Len, Kalian pergilah! Aku ingin mengajak nya jalan\-jalan memperlihatkan kota ini yang telah berubah banyak," Ia mencengkeram lengan Shella dengan kuat membuat Shella tertawa cangung.



" Kak kalian kembali lah, btw aku ingin membawa Reva bersama ku kami akan ketoko boneka," ia melambaikan tangan nya dan masuk ke dalam mobil itu.



 Seketika mobil melaju dengan kecepatan sedang melintasi jalanan yang ramai dengan berbagai kendaraan. Shella menatap Reva yang tengah tertidur di dada nya dengan damai.



 Mereka sampai di sebuah bar, disana Shella terdiam mengigat kejadian dulu



Teryata bar yang dulu begitu top sekarang menjadi sebuah bar tanpa ada nya pengunjung bahkan tak terurus sama sekali.



" Kapten! Kenapa kau membawa ku kesini?' tanya Shella dengan tampang dingin.



" Berhentilah berpura\-pura lugu. Aku ingin mengurung mu membung mu ke kutub Utara tanpa bisa kembali lagi seperti sekarang," ia mencengkram erat bahu Shella membuat nya menyipitkan mata nya kearah pria itu.



" Lepaskan! Kau tak bisa menyentuh ku dengan tangan kotor berlumuran darah Kyo," Shella berbalik pergi dari sana ia memesan sebuah taksi online.



 



Sepi dan hening, tanpa ada suara yang terdengar Shella menghentikan taksi nya di rumah keluarga Higashi, ia memberikan beberapa lembar uang lalu pergi kedalam.



 Disana terlihat Alisa tengah menunggu mereka dengan tampang khawatir



 Gallen yang pertama kali melihat kedatangan ku mengambil alih Reva yang



Terlelap sepanjang jalan.



" Dimana kamar ku?" Tanya ku statistik.



" Masih yang dulu. Kami tak merubah nya” tembal Alisa.



 Shella melangkah kan diri nya menuju ke atas, membuka kamar yang terlihat rapih seperti nya pelayan selalu membersihkan kamar nya setiap hari.



 Tak Tinggal diam shella mengambil laptop nya ia meretas keamanan perusahaan



Yang di kelola Zidan, ia tak ingin membuang waktu untuk melakukan hal yang tak ada untung nya.



" Aku harus mulai lagi," ia membaca data\-data file dan saham yang tertanam di grup " ZW copt" cukup lama ia mempelajari nya,



Sebuah virus masuk kesalah satu situs keamanan mereka, Shella berhasil membobol akun ke uangan milik perusahaan Zidan, seharus nya dengan begini maka diri nya bisa menekan Zidan sekali lagi. Ia yakin dengan penurunan saham yang lumayan cepat akan menimbulkan konflik diantara pemilik saham\-saham yang mereka tanam.



  Shella membaringkan tubuh nya di sofa empuk miliknya, Perlahan mata nya mulai tertutup ia merasakan sesuatu yang keras berada di samping nya.



 Perlahan ia membuka mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina nya, ia menguliatkan tubuh nya



Dan mulai menampakan iris hitam



Yang berkilau.



Satu



" Eh kenapa ada orang itu?”



Dua



" Kok dia mirif kaya?”



Tiga



" Kyaaa! Kenapa kau berada di sini?" Shella ketakutan melihat Zidan menatap nya dengan pandangan aneh.



 Zidan menarik paksa shella ke arah ranjang ia menindih nya, mengurug tubuh gadis itu kanan kiri dalam kurungan lengan berotot yang berada di kedua sisi kepala nya.




 Ia gelagapan bagaimana ini?



" Hei! Hei jangan bergerak aku\-aku " ucapan nya terhenti benda itu mulai bersentuhan dengan \*\*\*\* \*\*\*\*\* nya.



" Pembalasan di mulai," bisik nya ke arah telinga shella.



 Kedua pasang mata itu melihat kearah pintu yang terbuka, menampakan wanita paruh baya yang mengaga melihat mereka.



Bukan hanya wanita itu Gallen dan Alisa juga tak kalah kaget melihat mereka.



" SHELLA"



" ZIDAN"



 Setelah kejadian itu shella di paksa menikah dengan Zidan dengan alsan telah mencemari kedua keluarga Higashi dan Wijaya membuat Shella tak tahan akan sikap dari wanita paruh baya yang ia yakini adalah bibi dari zidan.



 Shella bolak\-balik di kamar nya ia merasakan ada sesuatu yang jangal, bukan nya diri nya meretas sistem keamanan milik Zidan dan membobol uang nya, dan kenapa Zidan bisa datang dengan damai tanpa mempedulikan kelakuan nya membuatku perusahaan" ZW" bangkrut.



Shella membulat kan mata nya.



" Aku tertipu! Seperti nya grup ZW sudah berada di ambang batas kehancuran, atau mungkin grup ZW yang aku retas adalah cangkang kosong," shella bertriak tak jelas membuat mood nya ancur.



 Shella memainkan piano putih yang ada di ruangan musim milik nya, disini lah dia akan menenangkan pikiran nya.



 Pikiran nya menyatu dengan alunan lagu yang ia mainkan berharap ada ide yang bisa membuat nya menolak pernikahan yang akan di lakukan itu.



 Alunan musim dengan judul" UNDO” menghiasi suasana ruangan musik itu



 Melody yang lembut dan sedih membuat siap pun yang mendegar nya akan menitihkan air mata.



" Aku benci karma yang datang sebelum rencana ku berhasil" ia menelungkup kan wajah nya pada piano dihadapan nya.



 Next time



 Shella berada di sebuah bar ia meminum bergelas\-gelas alkohol membuat diri nya sangat mabuk.



" Nona apa anda baik\-baik saja?' tanya pelayan bar melihat keadaan shella yang menelungkup kan wajah nya di meja.



" Dua botol lagi,' balas nya sambil menunjuk botol alkohol.



" Nona anda sudah sangat mabuk,' pelayan itu berusaha menolak apa yang di inginkan gadis itu.



 Shella menatap nya dengan pandangan aneh ia terus meminta beberapa botol alkohol yang bisa membuat diri nya overdosis.



" Pergilah aku yang mengurusnya," 



  Pria itu membawa shella ke dalam mobil nya, mereka menuju salah satu tempat shella yang saat itu masih mabuk berat hanya pasrah mengikuti mereka.



 Arlojinya menujukan pukul 3 pagi tiba\-tiba muncul seorang kakek yang membuka kunci, pria yang diketahui bernama Zidan itu membawa shella masuk.



" KK dan KTP?" Tanya pengurus itu.



" Ini, tolong urus surat nikah nya!" Ucap Zidan kearah kakek itu.



" Baiklah,"



 Shella yang tak tahu apa pun berfoto bersama Zidan, mereka keluar dari KUA itu 



Tatapan Shella menatap kakek itu yang mengunci kembali pintu.



" Kenapa kakek paruh baya datang sepagi ini?" Tanya Shella yang mulai mendapatkan kembali kesadaran nya.



" Semongga Kalian langeng," ucap kakek itu dan berjalan pergi dari sana.



" Ehhhh! Apa yang terjadi?" Shella menatap dua buku nikah yang berada di tangan Zidan.



\* GUBRAK \* 



 Shella pingsan karna shock mengetahui apa yang terjadi, buku nikah, mabuk, alkohol, kantor catatan sipil sebenar nya apa yang terjadi?



 Shella terbaring di kasur empuk yang berada di ruangan itu, Zidan menaruh buku nikah itu di dalam naskah rencana nya berhasil*.