The Cunning Gril's Regret

The Cunning Gril's Regret
HARI LIBUR



*Hari ini Zidan dan Leon tengah menikmati hari libur mereka di sebuah kafe yang berada di pusat kota, tak jarang terdegar gelak tawa renyah dari kedua nya.


Mereka sengaja menikmati waktu santai yang sulit di dapatkan apalagi setelah mereka di kirim ke luar kota.


" Bagaimana hubungan mu dengan Tasya?" Tanya Zidan sambil menyeruput kopi panas nya.


"Ntahlah, dia terus saja marah! Mungkin itu efek dari bawaan bayi nya" Leon menghembuskan nafas kasar membuat zidanmenghela nafas.


" Hey, kau itu seorang anggota organisasi khusus! kenapa hanya masalah pertengkaran suami istri pun menjadi pesimis . . Menurut ku kau terlalu menghabiskan waktu dengan selingkuhan mu membuat istri mu marah,"


 Leon mendilak tak suka mendegar ejekan dari nya, bukan nya ia juga tau bahwa setiap hari nya mereka tak pernah lepas dari kedua nya untuk mengerjakan tugas.


" Kau sendiri begitu tampan tapi masih jomblo!' Leon menaruh cangkir kopi menatap lekat wajah big bos nya itu.


"Kurangi bicara mu, aku ini atasan mu," Zidan mengalihkan pembicaraan membuat Leon mengeyitkan alis nya tak suka.


" Zi jika kita hanya berdua tak ada yang nama nya atasan atau bawahan. Dan lagi sikap mu yang seperti ini pantas saja Shella pergi meningalkan mu bersama Kevin kakak mu," 


 Zidan menghentikan kegiatan nya ia menaruh cangkir dengan kasar 


Mata nya melotot kearah Leon yang menyipitkan mata nya tanda tak mengerti.


" Sudahlah kita harus pergi! Mereka mungkin sudah bosan melihat kita..."


 Leon meningalkan tempat itu setelah membayar yah hari sudah menjelang sore cahaya kuning menyinari, mereka berjalan kearah parkiran terlihat dua mobil sport yang mahal di sana.


 Zidan mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju Salon ia merasa akhir-akhir ini jarang menjaga penampilan bahkan rambut nya saja sudah panjang.


  Pelayan laki-laki itu menyuruh nya untuk menunggu Zidan memutuskan untuk duduk bersandar pada kaca melihat rintikan hujan yang mengguyur ibu kota.


" Untung saja aku telah sampai" ia menghela nafas pelan.


  Tak tetasa waktu berlalu begitu cepat zidan keluar dari salon dan menuju mobil nya, ia merogoh saku celana nya terlihat sebuah no bernama Tasya yang tertera disana.


" Zi apa kau bersama Leon? Aku menghubungi nya tapi tak aktif," tanya suara di sebrang sana parau.


" Aku akan mencari nya untuk mu! Jangan menangis Leon akan segera pulang" Zidan memutuskan sambungan nya, Tasya adalah wanita lembah lembut dan cengeng membuat Zidan selalu di sered berada dalam kisah cinta antara Leon dan sepupu nya itu.


 


" Haiss, menyusahkan saja” Zidan menyetir menyusuri jalanan yang seharus nya di lewati Leon.


 Iris ungu itu melihat sosok pemuda yang tengah keluar dari toko perhiasan, Zidan keluar dari mobil nya menepuk bahu Leon membuat sang empu nya terlonjak kaget.


  Zidan melotot meminta penjelasan melihat kotak perhiasan yang dibawa oleh Leon.


" Apa kau benar selingkuh?" Tanya nya penuh penekanan pada kata selingkuh membuat Leon melotot kan mata nya.


" Apa yang kau bilang, aku mana mungkin melakukan itu” oceh nya sambil mengibas-ngibaskan lengan nya.


" Lalu_" 


" Oh ini, ini kalung untuk putriku aku memesan nya khusus karna sebentar lagi Tasya akan lahiran jadi aku ingin menyiapkan hadiah untuk anak ku” Leon memperlihat kan sebuah kalung indah dengan ukiran bunga sakura dengan berlian di tengah nya, Zidan memegang kepala nya ia tak mengerti jalan pikiran orang satu ini.


" Pergilah! Tasya menelpon ku kata nya kau harus segera pulang" 


" Ouh hp ku lowbat” Leon mengigat kejadian saat telpon nya terjatuh lalu tanpa segaja terkena air saat ingin di hidupkan hp nya malah lowbat.


  Zidan menghempas kan tubuh nya pada kasur empuk kesayangan nya. Ia menatap undangan yang berada di naskah Gallen akan menikah dua hari lagi ia mengigat apa yang harus ia berikan untuk hadiah.


 Aish, Zidan menghembuskan nafas nya kasar ia beranjak menuju kamar mandi


Membersihkan diri nya, seharian berada di luar membuat tubuh nya lengket*.